Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
menjalankan hukuman


__ADS_3

July keluar kamar mandi dengan mengikat rambut nya, hari ini cukup melelahkan, ia merasa segar setelah mandi,


Nino meminta nya untuk mendekat,


"aku pakai baju dulu" ucap July malu malu


"aku cuma mau ganti perban, kamu kan ga bisa lakuin itu sendiri"


"iya tau, tapi aku ga pake apa apa di dalam sini" ucap July melirik piyama mandi nya


"bohong " ucap Nino,


July memicingkan mata,


"kamu harap aku memberikan bukti dokter? β€œ


"ahahaa" Nino tertawa, pikiran jelek nya dapat July deteksi ternyata


membawa tas kecil di dalam lemari, Nino mengeluarkan obat istri nya


"udah ga usah pake plester ya? biar luka nya cepat kering" Nino memberikan saran,


"kalo kata mas dokter itu baik, boleh boleh saja"


Nino tersenyum, membuka plester anti air di punggung istri nya,


ia memberikan betadine untuk luka nya,


"aku beruntung punya suami seorang dokter" ucap July


"tapi bukan berarti kamu harus selalu terluka'" jawab Nino


"dulu ia, aku berpikir, apa aku harus terluka kalau mau ketemu sama kamu terus"


Nino menyelesaikan tugas nya, menyampirkan handuk mandi di pundak istri nya,


"ayo kita pikirkan akan kemana kita bulan madu" bisik Nino di telinga July, membuat nya meremang seketika,


"aku pake baju dulu" July hendak bangun, namun Nino menahan tangan nya


"buat apa? nanti juga akan terlepas"


July menahan tawa nya,


"kamu kan belum aku kasih hukuman" ucap Nino


tokk. tokk. tokk..


pintu kamar mereka di ketuk,


"kak, maaf ganggu ayah minta kakak ke ruang kerja nya sebentar" shanum berkata sedikit kencang,


"aku pake baju dulu"


July beranjak ke ruang ganti, Nino membuka pintu,


shanum tersenyum merasa bersalah mengganggu waktu kakak nya malam malam, bagaimana pun semua telah berbeda.


"sebentar kakak ganti baju dulu shan" ucap Nino


"baik kak, kata ayah sebentar aja ko"


"iya bocah" Nino mencubit pipi adik nya


"dimana kak Ana ? β€œ tanya shanum


" dia sedang mandi"

__ADS_1


shanum mengangguk,


"aku turun dulu ya, bilang kak Ana aku mau bikin jus alpukat, kalo kakak mau aku di dapur ya? "


"iya bawel"


Nino berbalik,


"aku ke ruang kerja ayah dulu, shanum di dapur mau bikin jus apa kamu mau? β€œ


" nanti aku ke bawah" ucap July


Nino pergi, July mengecek HP nya yang terlihat memiliki banyak pesan,


Edward mengirimkan laporan di kantor nya,


"duh, laptop kan di apartemen"


July menggerutu,


ia membalas pesan Rakha dan papah nya Al, sampai sekitar 20 menit berlalu,


Nino langsung turun menuju dapur karna July se tau nya di dapur dengan shanum


"lho Ana mana? β€œ tanya Nino pada shanum


"kak Ana ga turun kak"


Nino melirik ke lantai dua,


_ apa dia masih di kamar? _


"kak ini kasih Kak Ana, ber dua aja minum nya ya.. alpukat nya belum mateng semua"


shanum memberikan segelas besar jus alpukat,


" iya kak"


shanum tersenyum, ia merapihkan meja makan yang sedikit berantakan karna membuat jus,


pintu kamar nya sedikit terbuka,


Nino tidak mengetuk pintu, namun membuka perlahan pintu kamar nya membaca situasi,


tempat tidur kosong, dan di dalam cukup sepi, dimana istri nya??,


"sayang.. " Nino memanggilnya


ia seketika tersenyum.


melihat July tertidur di sofa dengan tangan terkulai, HP seperti nya terjatuh di lantai


dengan jahil nya ia mengambil foto July, mengirimkan nya pada shanum..


"😴😴😴"


shanum tertawa melihat pesan kakak nya,


"kakak jahil, biarkan kak July istirahat dia pasti lelah"


"hmmmm" balas Nino


menyimpan gelas jus nya di meja, Nino merapihkan HP July, ia sempat melihat July dalam percakapan bersama Edward,


Nino penasaran apa yang mereka bicarakan, ternyata hanya masalah pekerjaan,


dengan hati hati Nino mengangkat tubuh istri nya,

__ADS_1


"kamu berat juga ya" ucap Nino, July ter usik, namun ia malah memeluk leher Nino seakan takut jatuh, bibir July yang sedikit manyun saat tidur membuat Nino memandang nya,


menurunkan istri nya dengan pelan,, kelopak bunga mawar yang hampir layu belum beranjak dari sana,


Nino memandang wajah istri nya,


July memiliki waktu tidur yang baik, ia sering tertidur di kursi seperti tadi,


"enak banget tidur, aku kan mau hukum kamu"


Nino mengusap pipi istri nya, July tebangun mengedip ngedipkan matanya,


Nino tertawa, memberikan kecupan di bibir istri nya, July menggeliat tapi setelah itu ia malah tidur lagi, "hey nakal, aku mau hukum kamu kamu malah tidur"


"hmmmm"


"Jullyana" bisik Nino di telinga July, istri nya tidak bergeming,


"awas kamu ya.. "


Nino mengungkung istri nya, memberikan kecupan di setiap inci wajah sang istri,


"hmmmm aku ngantuk, sana pergi" July bergumam, Nino semakin jahil, ia membuka dua kancing atas piyama istri nya, memberi kecupan di sana, July terbangun karna merasakan sedikit nyeri di dada nya, ia merasa sesak,


"aaahhhhhh" July membuat gerakan cepat, Nino menahan tangan nya


"syuutttt"


July ketakutan, ia kira yang ia lihat di atas nya itu bukan Nino,


"kamu ngapain mas?? aku kaget"


"aku lagi hukum kamu, enak amat tidur duluan"


July telah sadar sepenuh nya, kepala nya tengok kanan kiri, betul ia tertidur, tadi se ingat nya ia masih di sofa.


July melihat Nino membuka kaus nya,


dengan susah payah July bernafas,


"ayo kita mulai hukuman mu" ucap Nino mendekatkan wajah nya, mencium bibir sang istri dengan lembut, July tidak protes, sebuah rasa mengantarkan tangan nya menyentuh tengkuk sang suami,


pelan, Nino membuka kancing piyama july yang tersisa, melepaskan ciuman nya dengan berat hati, Nino memandang istri nya


mengusap pipi nya yang merona,


"ayo kita melakukan nya dengan benar" ucap Nino mencium leher nya, july ingat, pertama mereka melakukan nya di hotel dengan waktu yang sempit,


Nino terus bergerak, membuka pengait di punggung istri nya


"apa masih ngantuk? β€œ tanya Nino meledek


july menggeleng, ia jelas malu mendapat pertanyaan itu,


" jangan menyesal jika aku hilang kendali karna menghukum mu" Nino berbisik, kata kata itu membuat july sedikit takut, apa yang akan suami nya lakukan,


"kamu pernah tanya gimana proses pembuatan bayi bukan? β€œ


" mas... " July tertawa,


"aku akan tunjukan"


Nino memulai segala nya,


menghukum sangat istri dengan lembut, sampai July merasa malam ini lah malam pengantin nya,


"love u sayang" Nino mengecup kening istri nya karna July baru saja tertidur setelah menjalankan hukuman nya,

__ADS_1


menyelimuti tubuh sang istri , Nino ikut tertidur ini sudah hampir jam 1malam, mereka harus beristirahat mengumpulkan tenaga untuk esok hari.


__ADS_2