
tokk tokk tokk
"ya... "
"sayang... "
Rey menoleh ke arah pintu, istri nya di sana,
ia lalu memeriksa waktu,
"MasyaAllah, pantes sudah di jemput, ternyata sudah jam 9 hehehe" Rey melipat laptop, membereskan meja nya
"hmmmm dan aku sendirian dari tadi di kamar"
ucap Rena merajuk
Rey buru buru bangkit dari kursi kebesaran nya,
" maaf, ada sedikit masalah, jadi aku harus memantau dari sini"
Rey menarik Rena ke dalam pelukan nya
"apa serius? "
"lumayan, tapi semoga anto dan Frans bisa menangani nya"
"semoga cepat selesai, dan ga terjadi apa apa ya"
"amiiinnnn"
"ayo istirahat, aku udah bikin susu jahe, aku taro di kamar"
"ayo.. "
Rey berjalan menggenggam tangan istri nya,
beginilah jika jam 9 Rey belum masuk ke kamar, Rena akan menjemput nya, usia mereka sudah tidak lagi muda.. sering tidur malam tidak bagus untuk kesehatan bukan?
Rena menyiapkan baju untuk tidur suami nya,
"siapa Akmal? β
Rey tiba tiba bertanya
" Akmal? "
Rena balik bertanya
"hmmmm"
"owh, itu anak laki laki yang kemarin datang"
"benar dia anak baik? β tanya Rey sambil memakai baju tidur nya
" kata Rifa, Akmal sering menegur Nita, ya seperti yang kita tau Nita bukan pada shanum saja begitu"
"melihat anak laki laki itu aku teringat waktu aku ABG dulu"
Rena mengernyit kan dahi nya,
"dia tampan, seperti ku"
"idih... " Rena tertawa, narsis suami nya lagi keluar
"hahaa, ya aku jadi ingat dulu.
apa mereka punya hubungan special? " tanya Rey lagi
"siapa? "
__ADS_1
"putri kita dengan ketua OSIS itu"
"menurut kesaksian Rifa, dan pernyataan shanum sih engga, tapi memang terlihat Akmal suka sama shanum"
"ya, aku juga liat itu, dan seperti nya putri kita pun memiliki perasaan yang sama.
aku harap jangan ada kata pacaran, mereka masih kecil, pendidikan mereka masih panjang"
Rey menyesap susu jahe nya yang mulai hangat.
"alhamdulillah yah, putra putri kita tau apa arti pacaran, sebisa mungkin mereka menghindari nya"
"syukur lah, aku minta tambah perketat anak anak kita, lihat lah, pergaulan sekarang sudah tidak sehat"
"betul yah, bunda juga miris banget kalo liat berita, semoga putra putri kita di jauhkan dari marabahaya, dan musibah, di hindari dari perzinahan"
"amiinnnn, cukup kita saja yang pacaran sekarang ini"
Rena tertawa,
"dan sekarang kita sudah tua tuan.. jangan banyak tingkah" ucap Rena menjewer telinga suami nya
"enak saja, usia ku baru 43 tahun aku masih muda dan kuat"
" massa??? β Rena mendekat mengusap dada bidang yang masih tegap itu seperti dulu
"kamu perlu bukti? "
"iya dong" Rena menggigit bibir nya, menunduk tertawa, menertawakan jawaban nya yang menantang itu
"awas aja kaya kemarin bulan madu, minta di pijit sakit pinggang" tambah Rena
"hahaa, aku terlalu bersemangat kemarin" ucap Rey mencium pipi istri nya
Rena tersenyum,
menatap mata suami nya...
"hey kenapa nanyain itu? "
Rena menggeleng, jari nya mulai membuka satu persatu kancing piyama suami nya,
Rey memejamkan mata merasakan jantung nya berdetak lebih kencang karna sentuhan istri nya,
rasa itu masih sama, detak jantung itu masih sama, ia harap tidak akan pernah berubah tentang cinta nya walau waktu semakin berlalu.
Rena mengecup bibir Rey,
Rey membuka mata, kancing nya sudah terbuka semua,
" jadi, percuma saja aku pakai baju tadi"
Rena tertawa,
"biarin, aku ini yang bukain,
nanti aku pakein lagi deh"
Rey menelusup kan jari nya ke ceruk leher sang istri, memulai malam panjang yang akan mereka lalui dengan saling mencumbu,
senyuman tidak pernah hilang saat dua pasang mata bertemu, menandakan mereka bahagia.
membawa sang istri ke atas tempat tidur adalah pilihan yang tepat,
karena di usia mereka bermain di sofa tentu akan berdampak seperti sakit pinggang, atau kram pada kakiπ.
lampu utama di padamkan,
mereka mengambil posisi senyaman mungkin, tak lupa doa di ucapkan, agar ibadah malam ini tidak mengikut sertakan godaan saiton..
__ADS_1
sejak melahirkan shanum, Rena tidak pernah meminum, bahkan melakukan KB.
impian nya memiliki anak banyak entah mengapa tidak terwujud.
tidak ada yang salah pada ke dua nya, namun mungkin Allah membatasi mereka hanya pada shanum,
namun mereka tidak menyerah sampai saat ini, keinginan Rena untuk memiliki buah hati lagi selalu ada,
bahkan setiap bulan, jika ia telat datang bulan, tes kehamilan selalu ia lakukan, selalu berharap, namun tidak kecewa saat hasil nya tidak sesuai, semua ia pasrahkan pada Allah yang memiliki segala nya.
****
Nino meraih kunci mobil di atas meja, menyampirkan jas khas sang dokter di tangan ia melangkah ke parkiran,
beberapa pesan masuk, membuat ia belum menjalan kan mobil nya, Nino memeriksa nya
namun ia menemukan SW si cenayang paling atas, ia penasaran,
July memposting jalanan yang sedikit macet tanpa caption,
setelah melihat itu, Nino tidak mengomentari nya, ia memasukan HP ke saku jas, Nino berangkat menuju RS,
lagu klasik Nino putar untuk menemani perjalanan nya selama Β±20 menit kedepan...
Nino ikut bersenandung,
bersamaan dengan itu, ia melihat di kaca spion, mobil di belakang nya seperti akan menyalip nya, namun ragu ragu, Nino perlahan meminggirkan mobil nya memberi jalan, dan benar saja, secepat kilat mobil itu melewati mobil nya,
"good job" kata Nino meledek dirinya sendiri
namun tak lama, Nino seperti mengenali mobil tadi "apa itu July? β gumam nya..
tak lama dari itu, dua mobil menyusul mobil pertama dengan kecepatan tinggi, mereka sedang berkejaran, pengendara lain yang merasa terganggu membunyikan klakson, suasana begitu ramai seketika di jalan karna ulah 3 mobil itu,
entah kenapa perasaan Nino seketika menjadi tidak enak, pikiran nya tertuju pada July, padahal bisa saja hanya mobil yang sama,
Nino sedikit mempercepat laju mobil nya, mengusir rasa tak enak di dalam hati, bersenandung lagi.
hingga beberapa menit berlalu,
Nino menemukan jalanan yang sedikit macet, "ada apa ini? ga biasa nya di sini macet"
Nino melihat mobil yang berhenti di pinggir jalan, mereka meninggalkan mobil nya dan berlarian keluar, menuju ke arah depan, ternyata kecelakaan terjadi,
karna pikiran nya dari tadi tertuju pada July, Nino penasaran, ia juga turun dari mobil nya, menerobos orang orang yang mulai ramai mengitari lokasi,
Nino mengerutkan matanya,
mobil putih yang seperti nya melewati nya tadi terguling dengan posisi ban di atas, beberapa orang mencoba mengeluarkan sang sopir, Nino berfirasat tidak baik, ia membantu sebisa mungkin hingga akhirnya kaca depan pintu mobil itu di pecahkan,
degg,
"July..??? "
Nino buru buru membuka pintu mobil, menggedor kaca mobil namun July tidak bergerak, seperti nya dia pingsan, semoga.
pintu mengalami kerusakan, membuat sulit untuk di buka, hingga harus beberapa orang membuka nya,
"July bertahan please" ucap Nino
"tuan, apa harus di balikan dulu mobil nya? pintu nya rusak sulit untuk di buka" Nino beberapa detik terdiam. lalu ia mengangguk
di bantu dengan banyak orang, sebelum truk derek datang, Nino mengkhawatir kan keadaan July,
"bertahan please July"
Nino terus merapalkan doa, hingga mobil telah di balikan dengan di bantu banyak orang, dan pintu mobil akhirnya bisa di buka,
Nino cepat membuka sabuk pengaman, Airbag seperti nya tidak berfungsi, membuat July terbentur dan memiliki luka di kepala nya, darah mulai menetes melewati mata nya,refleks Nino menyusut nya dengan tangan,
__ADS_1
Nino jelas panik, mencoba mengeluarkan July dari mobil, ia membawa nya menuju mobil nya, dan melaju kencang menuju rumah sakit.