
malam berlalu,
di luar masih gelap, sebentar lagi waktu subuh akan datang, terdengar sayup sayup suara sholawat dari speaker masjid di sekitar rumah,
rena terbangun, merasakan sesuatu,
mulas..
bukan mulas panggilan alam, mata nya masih terpejam, merasakan rasa yang semakin di rasa semakin kuat,
ia mengerjapkan mata nya, rena menatap wajah sang suami yang masih terlelap, nafas nya naik turun teratur..
ini tidak benar, rena takut terjadi sesuatu pada kandungan nya,..
mencoba bangun perlahan, menoleh pada jam dinding di kamar nya.. ini masih jam 4subuh,
"ssshhhhh.... " (rena meringis, bergerak perlahan menuruni kasur nya, rey merasakan gerakan, membuka matanya pelan, melihat sang istri duduk di ujung kasur)
"ya Allah... ssshhhhh" (rena meringis lagi)
"sayang... (rey bengun perlahan bertumpu pada kedua tangan nya)
" sayang kamu kenapa? " ( penasaran.. rena tidak menjawab.. malah menunduk)
"yah, sakit... "
"apa yang sakit?? (rey panik, Nino pun terbangun)
" bunda.... "
"perut aku sakit yah..
rey meraih HP yang ada di sebelah tempat tidur, melakukan panggilan pada dokter kandungan rena...
Nino terdiam, antara belum sepenuh nya sadar, dan takut melihat bunda nya kesakitan...
__ADS_1
perlahan dia duduk mendekat..
" bunda kenapa?? "
"sini sayang, bunda ga apa apa.. " (rena memeluk putra nya)..
"hallo dok. maaf pagi pagi mengganggu, rena merasa kesakitan perut nya"
terdengar sang dokter menjawab di sebrang sana..
"ah baik lah dok, terimakasih... "
rey menutup telpon nya.. bergerak mendekat pada sang istri..
"sayang, apa sakit banget?? kamu bisa tahan?? dokter mau datang... " (terdengar nada cemas pada kata kata rey)
"iya yah, aku bisa tahan... "
"Nino sayang, bisa tolong panggilin oma?? " ( pinta rey pada putra nya)
"iya yah.. " (Nino bergerak turun, berjalan cepat menuju pintu kamar dan membuka nya, ia berlari menuju lamar sang oma)
"bukan itu, aku masih kuat jalan, cuma aku takut terjadi sesuatu.. β (jawab rena tak kalah cemas, ia tidak mau terjadi lagi kejadian dulu.. sudah cukup sekali saja)
rey berfikir.. apa ini efek dari kegiatan mereka semalam, kalau itu benar, ia sungguh merasa bersalah tidak bisa menahan rasa itu...
rey mengusap rambut sang istri, rena bersandar di dada nya,
momi datang, dengan kak nadia,
" re, ada apa?? (nadia panik)
"bangun tidur tiba tiba perut nya sakit ka" ( jawab rey, rena terlihat lemas, ada keringat di kening nya)
"apa kamu jatuh re? "
__ADS_1
rena menggeleng,
"engga ka, rena lagi tidur, ke bangun karna merasa mulas"
_ya Allah, semoga ga ada apa apa_ momi bergumam.. mengusap rambut menantu nya yang sedikit acak acakan karna bangun tidur, momi membetulkan ikatan rambut rena
"berbaring ya? atau mau gimana biar perut nya enakan?? " (tanya momi)
"gini aja mih" (jawab rena pelan)
"rey sudah panggil dokter? ( tanya nadia)
" sudah kak, dokter akan datang"
"syukur lah.. sabar ya re... "
"iya kak.. "
terakhir kali rena merasa perut nya tidak nyaman saat rey kecelakaan.. dan menemukan foto foto rey bersama wanita lain, mungkin itu karna efek dia stres... tapi ini terasa lagi, malah terasa lebih sakit...
momi minta bi asih menyiapkan air hangat d campur madu, semoga membuat perut rena lebih nyaman..
"apa ada darah yang keluar re?? (tanya ka nadia.. yang sontak membuat rey tegang)
" apa ada sayang?? " (rey ikut bertanya)
"engga, rena ga ngerasa ada darah " ( rena menatap kak nadia dan rey bergantian.. ia juga jadi merasa makin takut)
dokter akhir nya datang, momi dan nadia memberikan tempat untuk dokter memeriksa..
"berbaring ya bu.. " (ucap dokter itu lembut sambil tersenyum) ga apa apa, jangan panik ya.. tarik nafas perlahan.. hembuskan.. ( dokter membuka perabotan yang ia bawa)
rena mengangguk, beringsut mundur perlahan agar bisa bersandar di bantal nya,
_sayang maaf, saat kamu kesakitan aku ga bisa lakuin apa apa, harus nya aku bisa gendong kamu dan bawa kamu ke RS_
__ADS_1
gumam rey dalam hati, lekat menatap sang istri yang wajah nya memucat, ia masih di sana, duduk di ujung tempat tidur, menatap rena, rena tersenyum, melihat jelas kepanikan yang ada di mata suami nya, ia mengangguk, seolah berkata, "aku ga apa apa".. walaupun rey tidak pernah suka mendengar itu, dalam ke adaan sakit, rena masih saja berkata tidak apa apa...
"apa yang di rasa bu sekarang?? " (tanya dokter, membuat rena menoleh, memperhatikan dokter)