Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 15


__ADS_3

Belum ada komunikasi lagi antara rey dan rena, malam ini rena menemani Nino nonton TV di ruang keluarga, putri datang membawa beberapa cemilan..


"yeaayyy es krim" ( Nino bangun rebahan di pelukan bunda nya, dia senang sekali)


"kakak mau es krim?? aku beli banyak? (tanya putri),


" kakak baru minum susu dek, simpan dulu di kulkas ya, nanti malam saja kakak makan"


"oke, "


putri bangkit lagi menyimpan es krim untuk kakak nya ke kulkas dan memberi es krim pada bi asih and the geng,


putri kembali lagi, rena setengah tiduran di sofa, putri duduk di atas karpet di lantai,


"kakak... ( mendekat pada rena)


" apa adik ku"


"kak, apa benar kak rey..??? "


rena terdiam, lalu tersenyum, melihat putri.


"kakak belum tau"


"kak rey ga mungkin gitu kak, setelah kepergian ka Marsya saja kak rey sendirian selama lima tahun, terus dia bertahan menunggu kak rena, masa sekarang udah rumah tangga malah berpaling"


rena terdiam lagi, ya kalau di lihat dari rumus itu memang benar, kenapa dia tidak “nakal" saat menduda dulu..


tapi mungkin ini juga ujian untuk rey dan rena,


rena ingat saat dulu di mall, bagaimana mona dengan nyosor nya cepika cepiki pada suami nya itu, padahal ada rena di sana, apa lagi kini, rey jauh di sana..


"kakak cuma bisa berdoa dek, semoga ini bukan kenyataan, tapi sungguh ini sedikit mengganggu "


"putri tau ka, maafkan kak rey ya ka, kalian jangan marahan ya??, jujur kalian panutan putri, putri pengen kaya kalian, selalu mesra, suka becanda.."

__ADS_1


rena tersenyum,


"kita juga manusia, ada salah... "


"iya kak, semoga tidak berkepanjangan, dan perempuan itu mendapatkan karma nya"


rena merasakan perut nya sedikit tidak nyaman,


"dek, kakak titip nino ya, kakak pengen tiduran"


"iya ka, istirahat saja, biar Nino sama putri"


rena pergi ke kamar nya di bawah,


"astagfirullah, nak kamu kenapa?? semoga ini perasaan bunda saja. kamu harus baik baik ya... " ( rena mengusap perut nya yang mulai membuncit, ia ingat rey meminta nya menyiapkan kan untuk acara syukuran, tapi jangan kan untuk acara syukuran, rena malas bicara dengan suami nya,


besok jadwal rey pulang, tapi entah jam berapa,


mengecek HP nya, rey mengirimkan beberapa. pesan satu jam yang lalu,


" ayah rindu kalian, tunggu besok ayah pulang ya"


"ayah sudah beli dino pesanan nino, bunda mau di bawain apa?? "


rena menyimpan HP nya, tak satu pun pesan rey ia balas.. mengganti baju nya, rena akan pergi tidur saja.. momi belum pulang dari kantor, hari ini seperti nya momi sibuk, mungkin karena rey di Malaysia,


***


rey menarik jadwal untuk esok,


besok ada jadwal meeting dengan petinggi perusahaan, tapi ia majukan semua jadwal untuk malam ini, entah akan sampai jam berapa, ini sudah jam 9 malam tapi meeting belum selesai, lihat bagaimana marah nya seorang istri mempengaruhi bukan hanya suami nya, tapi satu perusahaan merasakan nya☺.


"maaf untuk meeting malam ini, besok pagi saya akan pulang ke Jakarta, anak dan istri saya sedang kurang sehat"


semua mengerti, hal seperti ini pun jarang terjadi, apa lagi kini rey telah berkeluarga, jarang sekali ke Malaysia,

__ADS_1


rey pergi ke toilet, ia memeriksa HP nya sebentar, pesan nya rena baca tapi tidak di balas, rey tersenyum, ia mengerti rena pasti sangat marah


namun ada pesan juga dari fachry,


"tuan rey, saya mengundang untuk makan siang di rumah, bukan kah besok hari terakhir anda di sini??..


rey tersenyum sinis,


ia tidak ingin berhubungan lagi dengan fachry dan siapa itu,


" saya sudah di jakarta" ( balas nya singkat)


fachry tersenyum melihat balasan rey, itu sangat bohong, fachry tau itu, ia punya info terpercaya,


"sayang sekali tuan, padahal saya ingin kedatangan tuan besar ke rumah" ( balas nya, rey tidak membalas pesan nya)


"hallo, rey akan pulang besok pagi, siapkan semua nya"


"baik bos" ( fachry merencanakan sesuatu)


"tuan reynan baskara, sayang sekali anda menolak keponakan saya, dan juga, anda telah melukai paman saya, apakah saya pantas membalaskan dendam mereka??"


fachry menatap ke luar jendela rumah nya, bergumam sendiri..


jam 11 meeting baru selesai, ini sangat melelahkan untuk semua,


rey menutup nya sekalian pamit, setelah subuh ia akan terbang langsung ke Jakarta, rindu nya sudah tidak bisa di bendung..


malam berlalu, rena tidur di kamar nya, ia bermimpi, namun begitu terasa nyata, rey memeluknya dari belakang, mengusap usap perut nya, menciumi rambut nya,


ya itu kebiasan rey, namun saat rena terbangun, sepi tidak ada suami nya, sempat berpikir apa benar rey pulang seperti yang ia katakan saat menelpon rena kemarin,


tapi itu benar benar mimpi.. sepi..


rena mengusap bantal tempat rey tidur, rena menarik nya, membawa nya dalam pelukan,

__ADS_1


"sayang, aku rindu, pulang lah.... "


__ADS_2