Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
acara panti


__ADS_3

"mas.. kapan aku bisa pulang? “


Jully merasa bosan dengan suasana di RS, ia sudah baik baik saja, tidak ada keluhan dan nampak sehat..


Nino menyimpan gelas kopi nya di meja, mendekati sang istri, ia duduk di samping istri nya di ranjang


" rahim mu sedang di pantau setelah kuret kemarin, jika semua sudah membaik, kita ke tahap selanjutnya usir kista itu"


"apa lama dan harus Di lakukan di RS? ga bisa di rumah? aku bosen mass"


Nino tertawa,


"aku kan ada di sini nemenin kamu, masa bosen.. "


"mas ga tau apa yang aku rasain" nada suara Jully melemah, ia menundukan wajah nya,


"mas tau sayang sore ini semua laporan kesehatan kamu akan selesai, sabar sebentar lagi ya"


"aku pengen tidur peluk kamu aku pengen jalan jalan aku suntuk aku biasa kerja aku ga bisa gini'


Nino lagi lagi tersenyum ia memang harus sabar menghadapi wanita, jully pun tidak salah ia memang pasti sangat bosan.


" hidup sehat, pola makan sehat, dan ikutin saran dokter, InshaAllah semua akan kembali normal seperti biasa sayang..


maaf ya mas ga bisa jadi pelipur lara kamu,


sudah semua ini selesai mas janji kita akan berlibur kemana kamu mau.. "


bukan nya senang Jully malah tidak enak mendengar jawaban suami nya


"aku yang minta maaf mas,


mas udah sabar ngehadepin aku.


aku ga minta apa apa setelah sembuh nanti,


aku cuma mau, aku pengen tetep kerja.. bukan kah minimal setengah tahun aku belum bisa hamil,?


kalau begitu, ijinin aku buat kerja, biar aku ga terlalu sepi di rumah... entah berapa kali aku bolak balik di rawat se tahun terakhir ini... "


Nino mengangguk yakin..


"sayang pernikahan buat aku bukan suatu yang bisa mengekang, selama itu hal positif dan masih dalam batasan, lakukan lah InshaAllah aku ijinin kamu kerja,


dan soal kamu masuk RS, ikhlaskan semua nya, ini sudah Allah atur,


jika kita ikhlas menerima segala yang Allah berikan, rasa sakit yang kamu rasa akan jadi penggugur dosa dosa"


July hanya bisa memandang suami nya,


ia tau Nino bukan anak kandung bunda nya Rena tapi sifat nya begitu sama.. mereka lemah lembut.

__ADS_1


***


"sayang sudah siap? "


Rena mengetuk pintu kamar Shanum,


"sudah bunda.. " Rifa membuka kan pintu


"bunda sudah siap? apa mau jadi ikut ke panti?? “


" iya nak, setelah bunda pikir, bunda mau ikut saja.. ayah juga kembali ke kantor"


Shanum sangat senang setidak nya ia tidak terlalu canggung nanti di sana jika ada bunda nya..


mereka pergi bersama menuju panti langsung,


yang lain pun dari rumah pelatihan langsung menuju panti,


Rena tersenyum melihat gerbang panti telah di hias begitu banyak balon berwarna gold, dengan ucapan selamat datang yang terbentang,


terlihat anak anak panti yang masih kecil berlarian ke sana ke mari, menendang balon yang seperti nya sengaja di biarkan berserak di rumput yang terawat itu,


"wah meriah sekali ya bun? “ Shanum seperti tidak sabaran, ia membuka sabuk pengaman tapi mata nya terus melihat ke sana sini memantau di depan nya..


" iya sayang, ayo kita turun.. " dua mobil dan beberapa motor pun dari rumah pelatihan telah sampai.. setelah mereka sibuk saling menyapa semua siap untuk masuk ke halaman panti..


"bunda Rena.... " beberapa anak yang melihat kedatangan Rena menyambut nya dengan riang. mereka datang memeluk Rena yang berlutut mensejajarkan tubuh mereka yang masih kecil.


baju ini dari bunda"


anak perempuan yang di kuncir dua rambut nya itu berbicara dengan lucu Rena mencium pipi nya gemas...


"Fira cantik banget pake baju ini, bunda seneng kalo Fira suka" Rena mencubit pelan pipi anak perempuan berusia 5tahun itu..


"Fira juga suka bunda.. makasih bunda" setelah mencium pipi Rena anak itu berlalu meninggalkan nya begitu saja, bermain lagi dengan teman teman yang lain...


ibu Maya pemilik panti keluar mendengar Rena datang, ia menyambut, mengarahkan semua anak anak untuk bersalaman pada tamu agung mereka...


suasana seperti ini bagai hari raya, memang acara ulangtahun panti tidak setiap tahun di gelar.. hanya per 5tahun sekali saja.. itu pun Rena yang merencanakan nya, karna ibu Maya lebih memilih dana nya untuk keperluan panti yang lebih bermanfaat,


bu Maya terkejut,


karna terakhir mendapatkan kabar Rena tidak dapat hadir karna masih di RS,


"bunda bagaimana nona July?"


"alhamdulillah semua nya berjalan lancar bu, tadi nya saya ga akan ikut ke sini, tapi karna sudah pulang dan nanti sendirian di rumah, malah BT" Rena tersenyum mengusap lengan ibu panti


"bunda... " ibu Maya menggenggam erat kedua tangan Rena, mata nya mulai berkaca, Rena malah tersenyum menatap nya.


"saya harus bagaimana berterima kasih, bunda begitu banyak memberi untuk panti kami, ini begitu mewah.. makanan, kue datang, baju untuk anak anak pun datang, tenda hiasan semua team bunda yang mengerjakan"

__ADS_1


"ibu saya kan sudah sering sekali bilang,


cukup Do'akan kami agar selalu bisa terus memberikan apa yang kalian perlukan, hanya itu bu"


ibu panti hanya bisa mengangguk, sibuk menyeka air mata nya..


"sudah jangan sedih, hari ini kita harus bahagia"


Rena memeluk pemilik panti yang lebih tua dari nya itu.. semua memberikan dukungan penuh untuk panti ini,


selain Rena, teman teman yang lain nya pun alhamdulillah semakin banyak yang ikut menyumbang,


acara di buka, Mila menjadi MC mempersilahkan Rena dan bu Maya memotong tumpeng sebagai simbol telah di buka nya acara...


Rena melirik shanum yang berada di depan pintu panti, Rena tersenyum melihat putri nya mendorong kursi roda salah satu anak panti yang memang sedang sakit.


ada panggung berukuran sedang di sudut halaman panti,


para tamu undangan di persilahkan duduk di depan nya, kali ini anak anak panti akan memberikan persembahan yang telah mereka persiapkan selama 1bulan ini..


Shanum terkejut, melihat siapa yang naik ke panggung untuk memberikan sambutan perwakilan dari panti,


"assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"


Akmal telihat sangat tegang, bagaimana tidak, ia di minta orang tua nya belajar menghadapi donatur donatur mereka hari ini..


Rena memberikan senyuman pada Akmal mengangkat jempol nya memberikan dukungan,.. akmal tersenyum.. di atas panggung


"pertama tama, saya akan memperkenalkan diri saya, saya berdiri di sini mewakili orang tua saya, ingin mengucapkan begitu banyak terimakasih untuk semua yang telah di berikan pada panti kami, saya Akmal, anak ke 3 dari ibu Maya dan bapak Hadi,


bunda Rena, terimakasih banyak...


bunda meminta kami untuk membuat persembahan, untuk suatu acara di rumah pelatihan, tapi ternyata persembahan itu untuk kami, dan di selenggarakan di sini,


alhamdulillah tidak ada kekurangan sedikit pun untuk kami di sini menyelenggarakan acara ini,


entah sudah terhitung berapa tahun bunda mencukupi kebutuhan kami, kami sangat bahagia,


terutama ibu dan ayah saya, mereka lebih giat menjaga anak anak, mereka lebih semangat lagi"


Rena tersenyum lebih lebar pada Akmal dan mengangguk,


"untuk mempersingkat waktu, mari kita saksikan persembahan dari adik adik kita, selamat menyaksikan"..


Akmal menundukkan kepala nya memberi hormat, dan undur diri..


" sayang siapa tadi namanya anak bu Maya? “ tanya Rena pada shanum


"itu kak Akmal bun, kakak kelas shanum, yang dulu nolongin shan pas kemah"


Shanum begitu antusias memberi keterangan pada bunda nya..

__ADS_1


Rena padahal hanya mengetes putri nya pura pura lupa dengan nama putra bungsu dari bu Maya itu..


__ADS_2