
rena merenung di balkon kamar nya, malam ini dingin.. tapi ia ingin sendiri, hanya disini lah tempat yang aman..
memeluk lutut nya, sekelebat bayangan beberapa bulan lalu berdatangan, dulu hidup nya baik baik saja, seperti orang pada umum nya, kenapa akhir akhir ini begitu banyak masalah, rena meneteskan air mata, ia mengingat kejadian kejadian yang belakangan ini ia alami,
penembakan di hotel,
penculikan emma,
Ferdi menggagalkan pernikahan,
rey menggantikan Ferdi,
meninggal nya mamah,
penculikan yang di lakukan Ferdy,
rey tertembak, dan Ferdy meninggal,
itu pun menyebabkan rena keguguran,
dan kini dani meninggal pula, kenapa begitu banyak hal belakangan ini yang menyesak kan,
rena memejamkan mata nya, ia rindu sang mamah, berharap ia masih ada, rena ingin mencurahkan isi hati nya.
"sayang... (suara rey membuyarkan lamunan nya, rey sebenar nya sudah beberapa menit di sana, memperhatikan sedang apa istri nya itu, rena hanya melamun, ini sudah jam 10malam)
menghampiri sang istri, rey membelai rambut nya.
" ada apa? sudah malam begini melamun di luar, aku kira kamu di kamar Nino, aku cari ga ada"
rena menatap suami nya,
siapa dia sebenar nya rena tidak tau, bagaimana masalalu rey, hingga ia harus terlibat kini dalam beberapa masalah,
rena melanjutkan lamunan nya, mata nya tertuju pada rey, tapi pikiran nya entah kemana,
tak mendapatkan jawaban dari sang istri, rey malah mencium bibir istri nya itu beberapa kali, rena menyadari nya, namun entah kenapa ia sedang malas berbicara
rey masih heran, kenapa istri nya itu masih diam,
rey bangun, menggendong sang istri, rena tak melawan, ia malah bersandar di dada sang suami,
rey menciumi puncak kepala sang istri,
rey tau apa yang rena fikirkan, biarlah rena begini, ia tak mau mengganggu istri nya, membaringkan rena di tempat tidur, rey menyelimuti nya,
"selamat malam sayang, jangan lupa berdoa ya"
rena mengangguk,
ia memeluk guling dan terlelap,
rey mengusap rambut sang istri, ia pun ikut terlelap, padahal di kepala nya berkecamuk, memikirkan frans yang sedikit keras kepala, rey takut akan terjadi sesuatu pada mereka.
pukul 04pagi rey terbangun, ia harus
menyambar botol air di atas nakas, masih mengantuk ia berniat tidur lagi sebelum subuh datang,
rey menatap sang istri, rena tidak memakai selimut nya, namun keringat di dahi nya jelas terlihat,
rey mengusap nya, ia terkejut, rena demam?? melihat tangan istri nya terkepal, rey menyentuh nya, rena menggigil..
menelpon dokter untuk segera datang ke rumah nya, momi terkejut, mendengar ada yang datang di pagi buta begini...
"dokter dona? (momi bertanya)
" selamat pagi nyonya, saya mendapat telpon dari pak rey, istri nya demam" (terang dr dona)
"demam?? ayo dokter kita ke atas ( momi khawatir pada menantu nya, terlebih mereka belum bertemu langsung setelah kepulangan momi dari bali)
tokk tokk tok
" rey sayang, ini momi sama dr dona "
rey membuka kan pintu, rena masih terlelap,
"dari kapan rena sakit nya rey?? " (tanya momi)
__ADS_1
"tadi jam 4 rey bangun untuk minum, rena berkeringat kening nya, rey usap, ternyata badan nya panas mi"
momi mendengar kejadian dani dari pak joko, apa rena syok??
dokter memeriksa rena, rena terbangun, badan nya sangat lemah, ia hanya menatap dokter pasrah,
"mohon maaf ibu, saya periksa detak jantung nya ya?? (dokter menyodorkan stetoskop ke dada rena, rena menatap rey dengan momi yang berdiri tak jauh dari nya, suami nya tersenyum.
apa yang terjadi? ada dokter, momi pun ada, jam berapa ini??
" apa yang ibu rasa sekarang? "
"kepala saya serasa berat dok, badan saya lemas"
dokter tersenyum ramah,
"baik, ibu kelelahan, istirahat dulu hari ini ya, saya akan resep kan vitamin dan obat sakit kepala nya ya"
"kapan terakhir dapat haid bu??
mendengar dokter bertanya begitu rey merasa senang, mungkin kah rena ngidam??
" saya baru beberapa hari selesai haid dok pasca ke guguran"
"mohon maaf ibu, atas pertanyaan saya" ( dokter dona langsung segan)
"ga apa apa dok"
"baik lah, pemeriksaan selesai, kalo ibu merasakan sakit kepala / keluhan yang lain nya, ibu bisa konsultasi dengan saya di RS, "
"terimakasih dokter"
"maaf dokter pagi pagi sudah merepotkan, saya cemas (sambung rey) "
"tidak apa apa pak rey, itu sudah jadi tugas saya"
momi menghampiri menantu nya, mereka berpelukan, rena kangen sebenar nya,
"sayang, istirahat hari ini ya, supaya cepat sembuh"
"Terimakasih mi"
"iya mi... "
"rey, jaga rena, jangan kemana mana,.. "
"siap nyah.. " (rey menjawab canda, momi memukul pelan lengan anak nya itu, de dona yang melihat nya ikut tertawa... bagaimana bisa pak rey kocak begitu, kalau bertemu di luar dr dona mana bisa melihat nya seperti ini)
rey naik lagi ke tempat tidur, rena masih diam, namun ta menolak pelukan dari sang suami,
fikiran rena bertambah sekarang, tadi dr dona menanyakan tentang haid, ya semoga secepat nya ia juga bisa mengandung lagi, akan ada kegiatan baru tentu nya, dan rena tida akan bengong begini..
"apa yang kamu rasa sekarang?? (rey merapihkan sedikit rambut sang istri, kunciran rambut nya berantakan) "
"aku ingin dikamar saja hari ini, apa boleh?? "
"tentu sayang, istirahat lah, kalo ingin sesuatu katakan oke jangan di pendam"
rena mengangguk,
menenggelamkan wajah nya di dada sang suami, ia tertidur lagi,
*maaf sayang, aku tau kamu syok, belakangan ini begitu banyak kejadian, aku janji sebisa mungkin tidak akan ada persoalan seperti ini lagi*
BI asih datang membawakan sarapan,
ia melihat rey dan rena terlelap lagi, menaruh sarapan nya di meja, BI asih mengurungkan niat nya mengambil baju kotor di ruang ganti,
ia keluar lagi, dengan sangat hati hati agar gerakan nya tak menimbulkan suara yang bisa membuat tuan nya bangun,
rena sudah segar, ia baru saja selesai mandi, menggulung rambut nya dengan handuk, ia duduk di meja rias.
rey datang ia senang istri nya mau turun dari tempat tidur.
"lho ko mandi, kan kamu demam sayang" (memeluk rena di pundak nya)
"pake aer anget, kemarin malam aku ga mandi, lengket badan" (rena cukup lelah kembali dari pemakaman dani kemarin malam)
__ADS_1
"bunda.. ayah.... " (Nino datang)
"jagoan ayah ( rey menggendong nya) wah udah harum, udah mandi ya? "
"udah, sama kak tina... “
" anak pintar, Nino bawa apa itu?? " (melihat kotak putih yang di bawa jagoan nya)
"ini peralatan dokter, Nino mau periksa bunda“
Nino minta di turunkan dari gendongan sang ayah, ia ngin peluk bunda nya
memegang kening sang bunda,
Nino mengecek suhu tubuh bunda nya
rena dan rey tertawa melihat anak nya sungguh lucu, rena memeluk nya,
"bunda jangan peluk, Nino mau periksa dulu, (membuka peralatan dokter dokteran nya, Nino mengeluarkan stetoskop, melihat itu sang ayah mengambil HP nya, mengabadikan momen indah itu,
Nino juga mengeluarkan mainan berbentuk thermometer,
" bunda aaaa (mencontohkan bunda nya membuka mulut rena menurut, Nino memasukan thermometer.
rena masih membuka mulut nya, si dokter menepuk jidat)
"bunda tutup mulut nya, nanti ketauan bunda demam nya seberapa"
rena dan rey tertawa lagi,
rena mengangguk nurut, Nino memakai stetoskop di telinga nya, mengecek detak jantung sang bunda
"bagaimana istri saya dok? (rey menggoda putra nya, mengarahkan kamera pada Nino)
" baguzzz,. bunda harus istirahat ga boleh cape dulu, jangan dulu masak buat Nino, ada ka tina yg buat kan"
rena tersenyum,
Nino meminta sang bunda melepaskan thermometer nya,
"baguzzz , tidak demam"
"dokter, saya hanya perlu di sun ( menunjuk kening nya kalo udah di sun, pasti sembuh, kata rena)“
" owwwhhh ( Nino mengerti, ia membereskan perlengkapan dokter nya lalu mencium kening sang bunda lamaaa... sampai ayah nya protes)
"hey dokter, apa maksud nya lama lama, saya cemburu"
rena tertawa. Nino menambah sun nya di pipi kanan kiri sang bunda
"bunda cepet sembuh, biar kita bisa main lagi, Nino sama kak tina mau mewarnai di bawah"
"terimakasih dokter nya bunda, bunda pasti sembuh kalo udah Nino obatin, maaf ya hari ini bunda ga temenin dulu"
"Nino mau jadi dokter yang hebat, jadi kalo bunda sama ayah sakit, Nino yang obatin"
"amiiiiinnnn, Nino harus tambah rajin lagi belajar nya, Nino pasti jadi dokter yang hebat" (rena memeluk putranya itu)
"berapa pengobatan istri saya yang harus di bayar dok," (rey menggoda lagi)
"lima ratus rupiah" (jawab Nino, dia mana tau berapa nominal uang, ia jarang sekali memegang uang) "
rena dan rey tertawa lagi,
"baik lah, akan saya bayar, (rey sungguh sungguh mengeluarkan uang nya satu lembar 50rb an, Nino sangat bahagia mendapatkan uang dari sang ayah)
" yeayyyy, terimakasih ayah.... (memeluk ayah nya)
"smaa sama sayang, buat beli apa uang nya?? “
" mau Nino masukin celengan aja"
rey tersenyum. anak baik
tina ternyata menunggu Nino di luar kamar saat rey mengantarkan Nino ke luar,
"jaga Nino ya tina, "
__ADS_1
"baik tuan.. ( mereka turun menuju lamar Nino)