Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 59


__ADS_3

Rey menatap foto hasil USG calon putra ke dua nya, ia akan menjadi ayah dua anak, dengan istri berbeda, pertemuan rey dengan Marsya dulu sangat singkat, namun terbayar kini dengan kehadiran rena, mereka berbeda sifat namun rey sama sama menyayangi nya..


Nino dan calon adik nya akan menjadi pewaris tahta rey, rey membayangkan betapa lucu mereka menggunakan baju yang selalu sama seperti kembar, rey tersenyum.


rena menyikut nya pelan,


"senyumm senyummm" ucap rena pelan


rey tertawa, lamunan nya di lihat sang istri,


"bagaimana nanti wajah anak kita ya? "


" mana aku tau" rena menautkan tangan nya di lengan rey, bersandar di pundak nya


"yang pasti akan tampan seperti mu, dan keren seperti Nino"


"ya kalo mirip aku, kalo mirip kamu?? "


rena tertawa,


"ya dia akan tetap tampan, kan cowo"


"iya juga ya"


frans ikut tersenyum mendengar pembicaraan rey dan rena, rena memperhatikan jalan, ini bukan pulang ke rumah rey


"frans kita akan kemana? "


"jangan tanya frans tanya aku" rey membalikan wajah rena jadi menatap nya,


frans hendak membuka mulut nya untuk menjawab, tapi di urungkan nya


"sayang.. kita mau kemana? "


"kita akan pulang ke rumah kita? "


"pulang?? " tanya rena heran


"ya kita akan menginap beberapa hari di sana, biar ada suasana baru" ucap rey


"tapi di sana akan sepi"


"kan ada aku" jawab rey santai,


"kita ga bawa baju"


rey gemas dengan istri nya, rena begitu bawel sejak tadi, rey menggigit bibir nya, menahan gemas


rena tau apa arti wajah suami nya, ia diam,.. melirik beberapa kali pada rey,


rey menyandarkan lagi kepala rena di bahu nya, beberapa saat mereka terdiam menertawakan diri masing masing dalam hati,


rena lupa, dia mengangkat kepala nya dan bertanya lagi pada frans


"ah iya frans... "


belum apa apa, rey menarik rena, membungkam bibir istri nya dengan sebuah ciuman, rena memukul rey, rey tertawa


"aku bilang jangan tanya frans" berbicara sambil tersenyum

__ADS_1


rena marah, ia mencubit keras perut suami nya tanpa ia lepas.


"aduh.. bunda beneran sakit sih ini mah"


"rasain.. "


"ampun sayang.. "


frans membuang pandangan nya, suasana akan selalu kacau jika pasutri itu pergi kemana mana...


**


frans benar benar membawa mereka ke rumah rey, rena menatap sekeliling, rumah nya tidak pernah ia tinggali, tapi sangat terawat,


"apa ada yang kerja disini yah??, bersih sekali"


"tentu sayang"


"tapi sepi" ucap rena


menggandeng tangan istri nya rey membuka pintu lebar lebar, rena terperangah melihat semua telah berkumpul di dalam


" surprise " mereka berteriak


rena merasa takjub, ia menutup bibir nya


momi, Nino, putri, Yuda, mila dan yang lain nya berkumpul, rumah begitu ramai balon dimana mana,


rey melepaskan genggaman tangan nya, mempersilahkan rena untuk bergabung dengan tamu nya,


"bu... "


mila menghampiri rena, ia memeluk nya, mendapat kabar kejadian malam kemarin tentang kerusakan kediaman bos nya ia merasa takut, rena dan mila lumayan dekat,


"ia mila, aku sungguh takut"


"kak apa jenis kelamin nya? " tanya putri antusias, rena melirik suami nya yang sudah bergabung dengan yang lain.


"baby boy lagi" ucap rey lantang


wahhhh... semua nya begitu senang mendapat kabar, rena dan lain nya berkumpul di ruang tamu nya yang luas, anak anak berlarian ke sana ke sini, Nino sangat terlihat senang, ia punya banyak teman di sini, Nino dan teman teman bertanding bola dengan team ayah nya, team sang ayah pura pura kalah, dan itu membuat anak anak senang sekali,


acara berlanjut sampai malam, para ibu menyiapkan makanan dan kue..


rey menikmati kopi nya, ia baru saja selesai mandi,


memandang istri nya dari jauh, rena terlihat bahagia, rey tidak suka melihat nya murung, ia pasti merasa terpukul atas kejadian malam kemarin, rena melamun hampir seharian dan terlihat tidak semangat,


namun bagi rey dia begitu luar biasa, rena sangat berani mengambil resiko, rey tidak akan pernah meragukan cinta istri nya pada keluarga,


untuk itu rey mengadakan acara di rumah ini untuk menghibur istri nya, ia sengaja mengadakan acara sampai malam, sampai anak anak kelelahan mereka sudah tidak bergerak lincah, Nino meminum susu nya menggunakan dot setelah tina mengganti pakaian nya yang kotor karna main bola, mereka bermain di karpet bulu di depan TV,.


pandangan mata rena tak sengaja bertemu dengan suami nya, rey meminta nya mendekat, rena meminta ijin untuk pergi,


"jangan terlalu lelah" ucap rey


"hey kamu yang punya ide dengan ini"


"ya tapi jangan terlalu aktif juga"

__ADS_1


rena tersenyum merapihkan rambut suami nya


"aku senang" ucap nya tersenyum.


"itu tujuan ku" balas rey


"kamu tau yah, kalau sedang kumpul begini, aku merindukan ayah sama ibu"


wajah rey berubah sedih,


"rasa nya masih saja kurang lengkap walaupun ramai"


"ayo kita pulang, kamu pasti kengen mereka kan?"


tanya rey


"sangat... tapi"


"apa? "


"boleh aku minta satu permintaan? "


"apa pun, katakan lah" ucap rey tersenyum.,


"kalau nanti aku melahirkan, aku mau di sana, di bandung"


rey terdiam, memikirkan beberapa hal,


"dokter pegangan mu di sini sayang" ucap rey


"apa kita bisa bicara sama dokter sarah akan hal ini? β€œ


" ya kita coba bicara kan, tapi maaf sayang, boleh aku memberi saran... " ucap rey hati hati


rena mengangguk,


"untuk lahiran, kan tidak hanya saat kami kontraksi, langsung berangkat ke sana, dan setelah melahirkan langsung pulang di sini kan?? harus tinggal lebih awal, dan pulang lebih lama karna kamu harus pulih"


rena berpikir, betul yang rey katakan,


"sayang bukan aku melarang, tapi Nino sekolah, dan aku kerja di sini"


rena tersenyum,


ia mengerti semua nya..


"aku faham sayang" jawab rena tanpa perdebatan..


rey menatap nya, mata istri nya berlinang


"hey jangan menangis, aku ijin kan kamu melahirkan di sana"


rena menggeleng, ia berhambur memeluk suami nya, rey jadi merasa bersalah.


"aku tau kamu kecewa"


"engga.. ga tau pengen nangis aja" rena sibuk mengusap air mata nya tidak mau sampai orang lain melihat itu.


"nanti kita bicarakan lagi oke"

__ADS_1


"engga yah, di sini lebih baik, aku ga apa apa.. "


Rey merasa gagal, istri nya begitu banyak mengalah, ia sadar itu, tapi untuk hal ini rey tidak bisa mengijinkan nya,


__ADS_2