Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Khawatir


__ADS_3

Jam istirahat tiba, rey sedang memakan menu makan siang nya ia tak sabar ingin segera pulang ke bandung, memandangi foto yang kini menjadi wallpaper di hp nya ia tersenyum, di telpon nya sang istri, namun tidak ada jawaban, "ok mungkin lagi repot ada tamu" memberi pengertian pada diri nya sendiri, rey melanjutkan makan nya lagi..


Bandung,


dari saat bangun tidur rena merasa kurang sehat, ia flu beberapa kali bersin bersin, membuat kepala nya menjadi sakit, tubuh nya tiba tiba menggigil, memakai sweeter rena menuruni tangga menuju dapur


"neng kenapa?


" rena flu bi, (duduk di meja makan, ia sangat lemah)


"mau sarapan, apa susu dulu? (bibi tau betul rena suka susu coklat hangat)


"susu aja deh bi, rena males makan


" ok sayang...


bibi membawa susu coklat hangat ke meja makan, "langsung d minum, sengaja bikin nya anget" rena meraih nya, meminumnya hingga setengah gelas


"rena kangen mamah bi (sendu)


" bibi juga kangen neng (mengusap rambut lurus ponakan nya itu)


"kita ziarah yu bi


" ayo, bibi ganti baju dulu ya, neng kuat jalan nya?


"insyallah kuat bi...


rena, bibi, dan ayu(anak bibi) berziarah ke makam mamah rika, selesai membaca yasin, rena menaburkan bunga, menyuramkan air yang ia bawa


" mah, rena kangen (terisak, rena mengusap batu nisan mamah, hari ini hari ke 5 kepergian mamah, biasa nya kalo ia sedang kurang sehat mamah sangat memanjakan nya, rena kangen itu. bibi mengajak rena pulang setelah beberapa menit berlalu, rena kurang sehat matahari juga mulai terik, mereka pulang.


tiba di rumah rena memeriksa hp yang tidak ia bawa tadi, beberapa misscall dari rey, yang masih ia simpan kontak nya dengan nama "pak bos" rena tersenyum,


di sebrang sana, rey melihat kontak hp istri nya sudah online, ia langsung menelpon nya,


"assalamualaikum


" waalaikumsalam a,


"ko baru aktif??


"maaf, td hp nya lowbet, rena juga baru pulang dari makam mamah.


"ziarah sama siapa?


"ama bibi sama ayu


"kamu lagi flu? suara nya beda? apa abis nangis? (rey menyadari suara rena yang aga serak)


"iya td rena nangis, kangen mamah.. (mata nya ber air lagi, rena ga bilang kalo dia lagi kurang sehat, takut rey khawatir. namun tiba² ia merasa pusing, pandangan nya memudar, suara rey di sebrang sana samar samar terdengar.

__ADS_1


merasa tak ada jawaban dari rena rey merasa bingung,, "hallo sayang"


"pak rena.... brakkk (suara hp terjatuh, rena pingsan)


"hallo rena, hey kamu kenapa?


tak juga mendapatkan jawaban, di tambah tak ada suara apapun di sana rey khawatir. untung saja ia punya no handphone mang agus, di telpon nya mang agus


" assalamualaikum, mang punten


"waalaikumsalam ada apa rey?


"rey barusan nelpon rena tapi tiba2 kaya suara jatoh, terus ga ada suara apa apa lagi tolong liat rena mang


"mamang juga lagi di kerjaan rey, ya udah mamang telpon bibi ya


"iya mang, langsung kabarin rey ya, makasih bang..


bi risma langsung menuju arah kamar rena setelah mendapat telpon dari suami nya, alhamdulillah kamar nya ga di kunci, benar saja, rena pingsan tergeletak di sebelah kasur..


" nneeeeng ya allah, neng kenapa??


di raih nya tubuh lemah rena, badan nya demam, susah payah bibi mengangkat tubuh rena untuk di baringkan ke atas kasur, rey menelpon kembali, ragu.. tapi bibi mengangkat nya" pak rey...


"hallo ini bibi?


" iya pak, rena pingsan.. aduh gimana ini bibi khawatir. mamang juga lagi kerja


"bibi punya no telpon klinik ga?


minta dateng ke rumah aja buat periksa Rena


" iya bibi ada pak, rena memang langi kurang sehat dari tadi pagi, badan nya panas, flu juga,


"rena ga bilang sama rey bi, ya udah bibi telpon dulu klinik nya. rey siap siap ke bandung


" iya pak


"anto, siapin berkas yang harus di tandatangan, satu jam lagi saya harus ke bandung.


" ada apa bos?


"rena sakit, dia pingsan (terlihat jelas rey sangat khawatir)


rey menghubungi mami,


" hallo mi, minta tolong bibi siapin baju rey buat 3hari ya.


"kamu mau kemana rey?


" mau ke bandung, rena sakit pingsan juga tadi

__ADS_1


"ya allah, terus sekarang gmn rena?


" rey juga ga tau mi, tadi bibi nya lagi hubungin klinik terdekat"


"ya sudah ok, mami siapin baju kamu


" maaf minta tolong pak yadi anterin ke kantor langsung, bilang juga sama nino ayah ke bandung lagi ya mi


"iya sayang tenang aja


padahal di rumah mami sedang mempersiapkan ala ala seserahan untuk rena, dari mulai dari alat shalat, baju makeup, tas sepatu, buah dan lain nya, rencana nya besok keluarga rey akan le bandung memberi kejutan untuk rena, namun apa di kata.. lagi lagi manusia hanya bisa berencana


keperluan rey sudah tiba, pak yadi membawakan nya untuk sang bos


"aden mau bawa mobil sendiri? apa mau di supirin?


" sendiri aja pak, pak yadi jaga di rumah aja. takit mami mau perlu apa apa,


"baik den, hati-hati di jalan den.


" makasih pak. (rey menepuk pundak sang sopir yang sudah 7tahun mengabdi pada keluarga nya itu, ia suami dari sang kepala assistant rumah tangga di rumah nya)


Rena mendapat pertolongan, dokter jaga yang berada di klinik daerah rumah rena datang,


" saya resepin obat, buat di ambil di apotik ya bu, teteh nya ga apa apa, cuma flu, mungkin banyak fikiran ya karna kejadian kemaren


" iya bu dokter, insyallah saya langsung ke apotik kalo rena sadar, kalo stengah jam blom sadat juga coba bangunin aja ya bu..


" baik dokter


"pola makan nya di perhatikan, takut asam lambung, saya pamit, permisi ya bu.


" mari saya antar dok,


bibi langsung ke kamar rena setelah. nengantar dokter pulang, alhamdulillah rena sudah sadar, ia sedang memijat kening nya yang terasa berat


"alhmdlh neng udah siuman


"kepala rena berat banget bi, pusing..


" tadi neng pingsan, minum aer putih dulu ya (bibi menyodorkan segelas air)


"neng perlu sesuatu? biar bibi ambilin


" engga bi, rena mau tidur aja ya


"iya, bibi mau ke apotik dulu ya, td neng di periksa dokter, ada obat yg harus d ambil


" maafin rena ngerepotin bi


"engga neng (di kecup nya kening sang ponakan, bibi sangat sayang pada nya)

__ADS_1


rey melajukan mobil nya, setelah semua urusan nya selesai di kantor, untung dia punya anto yang bisa di andalkan, melepaskan dasi dan jas nya, ia menggulung kemeja lengan panjang nya sebatas siku, fokus pada jalanan yang sedikit macet, rey berbelok untuk mengambil arah jalan tol melajukan mobil nya sedikit lebih cepat.


__ADS_2