Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 6


__ADS_3

hari berganti,


malam ini rey akan menghadiri undangan ulang tahun perusahaan kliennya, memakai stelan jas biru navy warna kesukaan istri nya rey tampak selalu menawan,


"biasa nya kamu sayang yang menyiapkan keperluan ku, kini anto, aku merasa sedikit geli" (rey menertawakan diri nya sendiri, berbicara pada cermin di hadapan nya)


anto pun telah bersiap, mereka tinggal di satu rumah yang sama, ada tiga kamar di rumah milik papih ini,


"sudah siap tuan?" (tanya anto)


"ya, ayo... ini sudah jam 7, jangan lupa undangan nya"


"sudah siap tuan, yuniar pun sudah di sana"


rey mengangguk, mereka berangkat, butuh waktu 30 menit untuk sampai ke lokasi, kebetulan malam ini jalanan ramai, cuaca cerah, banyak yang menjajakan kuliner di pinggir jalan, tidak beda nya jakarta,


rey teringat pesan sang istri ketika ijin akan berangkat menghadiri undangan


"ayah jangan nakal di sana"


rey tersenyum. membaca lagi pesan yang di kirim istri nya, " apa maksud nya nakal? “ (rey bertanya pada anto yang sedang menyupir)


"siapa yang berbicara tuan?? "


"istri ku"


"mungkin nakal dalam arti melirik wanita lain"


rey berpikir sejenak, apa istri nya cemburu?? jelas, rena kadang suka memakai istilah, dia masih malu untuk berkata terus terang..


"dia berkata seolah aku Nino saja,


oiya, carikan aku boneka dinosaurus, Nino bisa marah jika aku melupakan itu"


"baik tuan.. "

__ADS_1


rey dan anto tiba di sebuah hotel tempat acara berlangsung, ia di sambut hangat, banyak dari mereka yang rey kenal, klien kliennya berkumpul malam ini,


acara telah di mulai ketika Fachri yang empunya hajat menghampiri rey,


"tuan rey, suatu kehormatan anda bisa datang ke sini" (Fachri dan rey saling berjabat tangan)


"saya terbang dari jakarta khusus untuk menghadiri undangan mu"


"MasyaAllah, (Fachri memeluk rey, menepuk pundak nya) dimana istri mu tuan? "


"dia di jakarta, aku tidak mengajak nya"


"kamu nakal tuan, apa itu untuk kebebasan?? "


mereka tertawa,


"dia sedang hamil muda, saya tidak menyarankan nya"


"itu kabar baik, semoga ibu dan calon anak anda sehat selalu tuan" (kata Fachri)


"oiya tuan, perkenalkan ini adik sepupu saya, dia mulai terjun ke dunia bisnis, (Fachri menggerakan jari nya, meminta sang sepupu mendekat, anto memperhatikan wanita berbaju peach yg tampak seksi itu, ia melihat mata nya tak lepas dari rey)


dia berliana tuan, panggil saja Ana"


ana dengan percaya diri mengangkat tangan kanan nya untuk menyalami rey, rey menatap tangan sang wanita


"salam kenal tuan " (tangan nya tergantung, rey tidak menyambut nya, mengatupkan tangan nya di depan dada, rey membalas sapaan ana, )


"maaf, salam kenal juga nona. "


ana tersenyum, rey tambah menarik perhatian nya, Fachri pun demikian, anto tersenyum sinis sambil membuang wajah nya


"ciri ciri wanita penggoda seperti nya" (pikir anto melihat lirikan mata nya saja seperti itu)


"seperti nya lusa akan saya bawa ana tuan, dalam meeting kita" (ucap Fachri)

__ADS_1


"ya silahkan, tidak masalah“ (tidak sedikit pun rey menoleh ke arah ana, ana semakin penasaran saja)


" baiklah, nikmati pesta nya tuan, saya akan menyapa tamu yang lain nya... " (menundukan kepala, Fachri dan ana pamit)


"menghawatirkan tuan" ( bisik anto)


"apa nya?? (tanya rey)


" seperti nya akan ada kecurangan di sini, dia memakai wanita cantik untuk bisnis nya"


"cantik??? "


"ya, ana cukup cantik, apa tuan tidak memperhatikan nya? "


"hanya rena yang cantik di mataku" (rey tersenyum mengatakan itu)


anto jugA tersenyum., itu tidak di ragukan lagi...


"kalo begitu untuk mu saja" (rey meledek nya)


"terimakasih tuan, saya sudah punya dua seperti itu"


rey Menatap assisten nya tak percaya,


"bohong tuan, mana saya berani"


anto tersenyum canggung membalas tatapan mata sinis rey... "ini akan jadi panjang" (bisik anto pada diri nya sendiri)


rey seringkali meminta nya untuk segera melamar kekasih nya itu,


"jangan terlalu lama pacaran, jika yakin lamar dia, jangan kau rusak anak orang"


pesan itu selalu terngiang dalam kepala anto, bagaimana pun rey bukan hanya bos nya, mereka suka curhat jika di luar jam kantor..


bos idaman bukan?

__ADS_1


ya, rey tak pandang bulu...


__ADS_2