
putri melamun, kata-kata momi semalam seperti film yang berputar dalam ingatan nya..
"momi tidak membesarkan kamu untuk menjadi pembangkang, yang momi inginkan kamu hidup bahagia, momi bekerja keras mempertahankan apa yang papih kamu tinggalkan, untuk menghidupi kalian anak anak momi,
lihat ka nadia, dia penurut, kakak mu rey juga penurut, kamu saja yang pembangkang, momi kesal sama kamu, nadia dan rey membantu momi manjalankan perusahaan, kamu tidak merasa akan hasil nya? dari mana baju yang kamu pakai kalo bukan dari kerja keras kami,,
momi hanya minta kamu jadi anak penurut,
sekarang terserah lah, pilih jalan hidup mu sendiri.. tapi ingat, setelah kamu dengan kehidupan baru kamu nanti, momi tidak mau berhubungan dengan mu lagi, bukan kah kamu yakin Yuda yang terbaik buat kamu??? kenapa kalian tidak lari saja waktu kemarin? kenapa pulang lagi ke rumah ini??"
putri berkedip,
jatuhlah air mata nya,
"apa aku terlalu egois? benar kata momi, semua yang aku miliki hasil kerja keras momi dan kakak kakak ku, aku bahkan belum sedikit pun menyumbang tenaga, dan kini aku minta ingin hidup dengan pilihan ku, bahkan aku pun belum lulus kuliah" (hati dan pikiran nya bergelut, antara momi dan pilihan hati nya)
sebuah tangan mendarat di pundak kirinya... putri tersentak,
menoleh ke mana asal tangan itu berada,
"hey, ko ngelamun sih, ampe d panggil panggil ga nengok"
putri tersenyum, menyusut mata nya yang sedikit basah karna air mata yang jatuh tanpa ijin nya..
"sorry,"
Lia memperhatikan wajah sahabat nya itu,
__ADS_1
"lo nangis lagi put? β
putri membuang nafas nya kasar,
" gue galau"
"put, masih banyak waktu, lo g harus putusin semua nya sekarang kan..
hubungan lo ama Yuda udh se tahun lebih, itu bisa berjalan... "
"ya dulu momi ga tau yuda"
"put, bicara baik baik sama momi lo, sama Yuda juga.. jangan d pikirin sendiri, siapa tau Yuda juga punya solusi"
putri terdiam lagi,,
lia sedikit berlari menuju toilet,
putri sedikit heran, ia mengikuti sahabat nya,
lia sedang kerepotan ia merasa mual, tapi tidak ada yang ia keluarkan, putri membantu nya memijat Pudak..
"ia, lo ga apa apa? " (putri cemas)
lia hanya menggeleng,
"ngidam gue parah put, semaleman gue ga tidur, gini aja terus, kasian suami gue.. mana pagi harus brngkt kerja"
__ADS_1
lia bersandar di dinding toilet, beberapa orang lalu lalang di sana memperhatikan mereka,
"lo kuat ga kuliah hari ini? " (tanya putri)
"InsyaAllah lah, ayoo ke kelas lagi, bntar lagi mau d mulai"
"kasian banget lho ia, mana bentar lagi ngurusin tesis, keadaan lo kaya gini"
"tapi gue seneng put, lo tau kan kehamilan ini kita tunggu tunggu"
putri mengangguk,
sahabat nya ini memang sudah 10blan menikah, dan kini baru lia hamil,
dengan keadaan nya seperti itu, lia masih bisa tersenyum bangga,
lia juga di jodohkan oleh ayah nya, namun mereka beruntung, pertemuan mereka tidak sia sia, mereka saling suka, dan yaa menikah lah...
**
kelas di mulai, kepala putri serasa mau pecah, 2jam ini kepala nya di hantam terus dengan persiapan tesis s2 nya,..
di tambah pikiran nya pun tidak bisa ia alihkan dari masalah pribadi nya,
putri rindu kakak iparnya, rena biasa nya paling bisa putri percaya untuk cerita di rumah, selain lia sahabat nya,
mengingat lia yang sudah 3kali bolak balik ke toilet, putri tiba tiba mendapat ide.. walaupun seperti nya itu buruk dan keterlaluan...
__ADS_1