Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
curhat


__ADS_3

"maaf tidak memberi kamu pilihan saat itu (rey memeluk erat sang istri) apa ada kabar dari ferdi? tanya rey


" engga, aku coba kubur semua nya, entah lah, terlalu lelah untuk menerima penjelasan dari dia, sekarang aku punya kamu pak bos, aku janji aku akan jd istri terbaik, aku akan berusaha, rena yakin pilihan mamah ga akan pernah salah (rena mengecup kening sang suami) bimbing aku, kasih tau aku kalo aku buat salah, bagaimana pun, aku belum mengenal kamu


rey terharu, sungguh luas hati sang istri menerima kenyataan cukup pahit, mengingat apa yang ia alami, mungkin wanita lain akan terpuruk, bahkan bunuh diri. namun rena sangat tegar.


"aku juga, kita harus saling terbuka, ungkapin semua yga ada di hati kamu, pernikahan ini bukan yang pertama buat aku, namun aku ga banyak pengalaman, kita sama sama belajar oke


rena mengangguk, mereka berpelukan,


" udah malem, ayo kita masuk kamu belim sehat betul..


" ayo, kamu juga pasti lelah pak bos, perjalanan jakarta bandung, bawa mobil sendiri, blum istirahat juga kan"


"iya ayo, (rey meneguk habis susu yang rena buat membereskan laptop dan yang lain nya


" jangan tidur di sofa ya, tidur bareng di kasur (kata rena) bagai dapat hadiah tentu saja rey senang,


kini di sisi nya tak lagi kosong, rey memeluk rena, rasa nya tak mau berpisah,


rena sebenar nya menyimpan begitu banyak pertanyaan tentang suami nya, bagaimana dia memiliki perusahaan yang cukup besar, kejadian penculikan emma, team penembak jitu anto dan teman teman nya, siapa rey sebenar nya? akan ia tanya nanti satu satu...


"emhhh, ngomong ngomong berapa hari datang bulan itu?? (rena mendongkak kan kepala menatap suami nya, ia melipat bibir menahan tawa) hey jangan suka ketawa begitu, nanti aku gigit (mencium pipi rena)


" 7hari normal nya pak bos (rena menggoda)


"kalo ga normal?


" bisa sampai 10 bahkan 30 hari


" yang benar saja


" hihiiii (rena cekikikan melihat protes suami nya)


"kamu harus k dokter, periksa apa semua baik baik aja (mulai over protective)


" sejauh ini alhmdlh saya masih normal pak, hari ke 7 sudah selesai"


"alhmdlh, hari ini hari ke berapa? tanya rey kepo


" hari pertama


"apa?? jadi 6 hari lagi??


" ya begitu lah, ahahaaa (rena tertawa, membenamkan kepala di dada bidang sang suami yang kini menjadi favorit ny)


"semoga aku sabar, (dengan posisi seperti ini, semoga rey bisa menahan hasrat nya sampai nanti,, harusss)


mematikan lampu utama, mereka tidur di terangi lampu tidur mereka terlelap hangat dalam dekapan kasih sayang,..


Pagi datang, rey mengusap sebelah kanan nya rena tak di sana, jam menunjukan pukul 4.50 sudah azan rupanya, rey bangun mendengar gemercik air di kamar mandi, rupanya rena di sana, meraih hp, ia menerima beberapa pesan yang di kirim anto tengah malam tadi


"bos ada kabar,


no hp ferdi terlacak aktif di daerah depok, namun hanya beberapa jam saja, sudah tidak terlacak lagi, seperti nya hp nya ia matikan lagi"

__ADS_1


"makasih to, semoga dia ga macem² sama rena, kita perlu waspada tentu nya. kirim seseorang buat nyelidikin rumah ferdi, siapa tau dia pulang, pastikan dia ga ganggu kita (terkirim, rey melihat noda darah di sprei lumayan banyak, ia khawatir, takut rena kesakitan rey menghampiri rena, mengetuk pintu kamar mandi pelan


"sayang, kamu ga apa apa? (ceklek. rena membuka pintu kamar mandi, terlihat segar ia sudah mandi, rambut nya tergulung handuk)


" apa sakit?


"apa nya?


" itu di kasur ada darah,


"iya, mungkin saking nyenyak, jadi bocor, cuma pinggang aja aga panas, biasa lah kalo lagi halangan begitu,


rey memeluk istri nya," kalo sakit bilang sakit, jangan engga engga. ayo kita ke dokter"


"pak bos, udah biasa perempuan begini, nanti nyeri nya hilang sendiri"


"baiklah, aku shalat dulu ya, mengecup kening


" ok, aku ke bawah bikin sarapan.


hari beranjak siang, tak terasa ini hari. ke 7mamah meninggalkan rena, rena menyiapkan beberapa jenis kue untuk di sajikan di ruang tamu, karna biasa nya hari ke 7banyak para keluarga maupun tetangga menjenguk keluarga yang di tinggalkan, rey membantu rena menyiapkan ruangan agar bertambah luas,. sebuah mobil masuk ke area parkir depan rumah rena, rey mengenali mobil itu, itu mobil mami


"sayang mami datang.. (ucap rey pada rena)


" mami?


rena dan rey keluar rumah, sang jagoan yang sudah tak sabar turun lebih dulu


"ayahhhh bundaaaa" nino berlari memeluk sang bunda angkat nya,


" hey ko peluk bunda dulu ayah engga??


"nino kangen bunda (tidak melepaskan pelukan nya dari rena, rena tertawa)


" jagoan bunda, kesini sama siapa?


"sama oma, sama tante, sama ka ratu juga (menunjuk arah mobil, mami, putri, kak nadia dan ratu (anak kak nadia) turun dari mobil, rena heran kenapa mereka membawa dua mobil, siapa di mobil yang satu nya lagi?


pak yadi dan pak joko sibuk menurunkan parcel yang ada dalam mobil


"assalamualaikum sayang (ucap mami. rena menghampiri, mencium punggung tangan sang mertua, mereka berpelukan, tiba tiba suasana menjadi haru, pena membenamkan kepala nya di bahu sang mertua, ia menangis semua orang menyadari itu, nino dalam gendongan rey pun bertanya


"kenapa bunda nangis??


" bunda sama oma kangen, baru ketemu lagi sayang


"ayah nakal ga bawa bunda pulang


rey terkekeh, mencubit gemas pipi putra nya


rena mulai tenang,merenggangkan pelukan nya


" maaf mi, kerudung mami basah.. (terkena air mata rena)


" bukan masalah sayang, asal kamu jadi lebih baik, selamat atas pernikahan kalian, maaf mami baru ke sini,

__ADS_1


"ga apa apa mi,


(mami membelai rambut menantu nya,)


" kamu harus kuat sayang, kehilangan seseorang bukan akhir segala nya, hidup harus tetap berjalan, masa depan kamu menanti. semoga almarhumah jadi ahli surga di tempatkan di surga nya allah ya"


rena menangis lagi


"amiiiiinnnn. makasih mi (mereka berpelukan lagi, mami begitu sayang pada rena seperti anak. nya sendiri) menyalami kaka ipar ka nadia mereka berpelukan lagi, nadia mengusap punggung sang adik ipar," selamat atas pernikahan kalian, selamat datang di keluarga kami, semoga kita bisa jadi saudara saling melengkapi.


" terimakasih sudah menerima rena, rena ga punya kakak, mau kah ka nadia jadi kaka rena?


"tentu sayang, aku harap kamu jadi adik yang baik, ga kaya dia tuh, (menunjuk ke arah putri sang bungsu) nyebelin banget. ahahaaaa mereka tertawa


" nyebelin gini juga bikin kangen kan, celetuk putri


rena memeluk adik ipar nya,


"selamat ka, akhir nya aku punya temen shoping nanti hihiiii


" mullaiiii (nadia protes)


ayo kita masuk, pasti pada cape kan...


rena merangkul tangan sang mami, mereka duduk di ruang tamu yang cukup besar itu, nino tak mau lepas dari pangkuan bunda nya,


pak joko dan pak yadi masuk, membawa parcel untuk rena,


" nak, anggap ini seserahan dari kami yang sangat terlambat, begitu banyak parcel di ruangan nya kini rena sampai heran di buat nya


" mami banyak banget,


"ini ge seberapa sayang, semua buat kamu, semoga kamu suka sama pilihan kita,


" rena pasti suka mi, (mengeluarkan kalung yang tertutup hijab nya rena berkata) rena pakai kalung nya mi, rena suka sekali"


"owhh sayang, harus kamu pakai, kamu tau itu pemberian siapa? itu pemberian alm, ayah nya rey saat kami menikah, jaga baik baik ya sayang"


"pasti mi, makasih buat semua nya


" sama sama sayang


semua keluarga menikmati hidangan yang bibi suguhkan, bibi tentu merasa bahagia, keluarga rey begitu menyayangi rena, bibj merasa terhormat, bisa menyambut besan langsung, nino tertidur di pangkuan rena, rey memindahkan nya ke kamar, mami membicarakan tentang resepsi yang akan mami gelar di jakarta, sungguh rena tak mau merepotkan, tapi bagaimana pun mami ingin mengenalkan rena pada semua keluarga, dan rekan rekan nya,


hari beranjak sore, keluarga rey pamit pulang, nino yang tak mau lepas dari sang bunda ingin tetap tinggal, si bujuk sang tante akan membawanya ke taman bermain ia mau juga pulang,


"lusa insyallah bunda pulang sayang,


" ayah janji bawa bunda pulang,


rey mencium kening jagoan nya,


"ayah janji sayang, sekarang nino pulang sama oma dulu ya


" oke

__ADS_1


__ADS_2