Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 13


__ADS_3

Rena tidak tidur, saat momi datang tadi, dia tau itu, untuk hal ini entah mengapa ia sedikit sulit menangis, apa mungkin hati nya sudah terlalu lelah hari ini, hati kecil nya berkata, rey tidak begitu, dia sangat setia rena yakin itu, tapi hati dan pikiran nya tidak bisa se irama, hati menenangkan, sedang pikiran berjelajah entah kemana,..


sedekat apa, hingga wanita itu bisa memakai cam tangan rey?, lalu kenapa jam itu bisa terlepas dari tangan suami nya, bukan kah mereka sedang makan??, wanita itu begitu tampak sexy, terlihat dari baju yang ia gunakan, belahan di dada nya begitu rendah,


rena memejamkan mata, manarik nafas se banyak banyak nya, mengisi rongga dada yang sesak, memijat kening nya pelan, rena bangun, ia malah tidak bisa tidur, ia merindukan kasur nya, menoleh ke tempat biasa nya rey tidur di sebelah nya, rena berpindah, tidur di sana, ia benar benar harus tidur, agar pikiran nya jernih,.


rey menelpon lagi momi nya,


kali ini momi pun tidak mengangkat nya, rey meminta anto mengantar nya pulang saja, di kantor pun tidak akan benar, ia sedang tidak fokus..


"frans"..


" iya rey, ada apa sih?" (frans bertanya melalui telpon, ia bingung soal momi, rey menceritakan semua nya)


"tolong, lihat rena, aku takut terjadi sesuatu.. momi pun tidak mengangkat telp ku frans"


"baiklah, aku ke rumah lagi.. tadi aku emngantar mereka ke RS. "


"ya, beri kabar aku cepat"


"oke"


meluncur, frans kembali lagi ke rumah rey, padahal belum lama ia pulang ke tempat pelatihan..


pintu utama sedikit terbuka, frans masuk saja.. rumah tampak sepi, frans ke dapur


"bi, nyonya dimana?? β€œ (tanya nya pada bi asih)


" di kamar den Nino tuan, tadi nangis bangun tidur"


"nona rena dimana?? β€œ


" diatas, saya baru saja turun, tadi balurin non pake kayu putih, badan ny demam.. "


"sekarang gimana?? "


"tadi sih saya selimutin, non rena tidur... "


"baiklah.. makasih bi"


"saya di ruang TV ya.. pak rey minta saya awasin rumah"


"iya tuan, saya buatin kopi ya?? "


"boleh bi, makasih ya"


"iya tuan"


frans melapor pada rey,

__ADS_1


"nona tidur kata bi asih demam, bi asih baru saja turun, balurin nona pakai kayu putih"


rey menghembuskan nafas berat,


dia merasa bersalah,


"rena tidur di atas? dia blm aktif HP nya"


"dia sedang tidur rey, iya rena di kamar atas"


"ya, aku khawatir kandungan nya dia sangat lemah, aku akan merasa bersalah jika ada sesuatu"


"aku standbye di sini, kamu tenang aja"


"aku ingin pulang, tapi besok ada meeting lagilagi terakhir, dua hari lagi aku di sini"


"ga akan ada apa apa, fokus lah, biar cepat selesai"


"ya, akupun akan membuat perhitungan pada wanita ular itu, lihat saja "


"baiklah, aku berjaga"


"iya frans.. "


**


satu jam frans di bawah, di temani momi,


kenapa harus ada kabar ini, di saat rena sedang hamil, momi takut terjadi sesuatu,


"frans, antar aku ke atas, rena belum makan, aku takut terjadi sesuatu... "


"ayo nyonya"


bi asih membawa makan untuk rena,


momi membuka pintu kamar yang memang tidak tertutup itu,


"rena.. " (momi memanggil menantu nya)


rena tidak ada di kamar, momi menoleh pada frans, ia menggelengkan kepala memberi kode.


momi tidak bisa berlama lama, ia masuk menuju ruang ganti, mungkin rena di kamar mandi, frans menuju balkon,


kosong, di balkon pun tidak ada,


"rena sayang... " (momi memanggil lagi, rena keluar dari kamar mandi, mata nya sembab, namun sedikit lebih segar dari pada tadi),


"alhamdulillah (momi merasa lega melihat menantu nya baik baik saja)

__ADS_1


rena heran, ada frans juga di kamar nya


" momi cari kamu, takut kenapa kenapa, kamu tadi demam kan?? "


rena tersenyum,


"rena baik baik saja mih, rena lapar.... "


momi tertawa kecil, rena sangat lah jujur..


"makanya momi datang, kamu belum makan, bi asih sudah bawakan makanan, ayo kita makan"


"ayo mih"


"kalo begitu saya permisi dulu nyonya, nona rena"


"iya frans, terimakasih" (ucap momi)


"bi, rena pengen di balkon aja makan nya ya"


(rena ingin menghirup udara segar, dada nya masih sesak)


"baik non"


"makan lah sayang, habiskan ya, momi ke bawah dulu, tadi Nino lagi di lap badan nya sama tina"


"maaf rena merepotkan mih"


"engga sayang, dimana HP mu?? "


"di kamar bawah mih ( rena ingat HP nya masih ia matikan),


" nanti momi minta bi asih bawakan ya, kalo sudah siap, bicaralah dengan rey, dia sangat khawatir"


rena mengangguk,


"makasih banyak mih"


"sama sama sayang"


bi asih meletakan makan, minuman, buah buahan dan vitamin dari dokter untuk kandungan rena,


rena memang mudah lapar semenjak hamil, tapi ia malas sekali memakan nya..


***


"tuan nona baik baik saja, dia sedang makan"


rey bernafas lega sementara ini, frans memberi nya pesan,

__ADS_1


rey harus pergi, dia akan menemui ana di kantor nya fachry, fachry harus tau kelakuan keponakan nya,


__ADS_2