
Tak tinggal diam, rey mencumbu sang istri, sungguh bagai sudah di ujung tanduk, ini harus ia salurkan, masih berada di kamar ganti rey mengangkat tubuh rena agar sang istri duduk di meja rias, rey terlalu senang, membuat rena sedikit kewalahan, melepaskan pangutan nya, rey memberi waktu rena untuk bernafas,
tangan nya mulai berjelajah mengabsen apa yanga ada di balik gaun tidur sang istri, rena memejamkan mata merasakan sentuhan tangan sang suami, ia telah siap.
tak mau kesan pertama nya terjadi di ruang ganti, rey membawa sang istri menuju kamar, merebahkan nya, saling menatap rey tidak percaya akhir nya hari ini datang juga, berharap tak ada gangguan sedikit pun, membuka kemeja dan melempar kan ke sembarang arah, rey belum sempat berganti pakaian selsai acara pertemuan tadi, mengungkung sang istri memulai serangan demi serangan dengan lembut, ia tau ini pengalaman pertama rena, haruslah terkesan baik, baju tidur rena ia buka jantung rey berpacu, padahal untuk nya ini bukan kali pertama, namun entah mengapa sensasi nya berbeda, apa mungkin karna 5tahun ini ia tak merasakan nya.
terpampang nyata gunung kembar yang masih tertutup kabut itu, rey menelusup kan tangan nya ke punggung sang istri membuka pengait yang ada di sana, rena malu, hendak menarik selimut untuk menutupi nya, rey mencegah.
"jangan sayang, biar aku melihat nya, itu sangat indah" rena tersipu membiarkan sang suami melakukan apa yang ia inginkan,
bermain di puncak gunung kembar itu, sungguh rena tak tahan, entah perasaan apa ini, rena tersentak Saat rey sudah berada di posisi nya, ia menarik penghalang lembah yang sangat ia dambakan
"aku malu, pake selimut ya
" malu kenapa sayang, cuma aku yang liat"
"entah lah,
" relax ok,
begitu banyak kejutan yang ia terima dari rey, rey memberikan kecupan beberapa kali di area sensitif nya, rena hampir menyerah, terlalu malu rasanya.
mencengkram sprei berwarna coklat muda itu, rena merasakan sesuatu memasuki tubuh nya, memejamkan mata, menggigit bibir bawah nya, rey berhenti, mengusap keringat yang mulai terlihat di kening sang istri dengan tatapan mendamba
"apa sakit?
rena hanya mengangguk "pelan pelan, kita lanjut oke" mencium kening sang istri, rena pasrah
malam baru akan di mulai bagi rey dan rena, saat yang lain mungkin baru menyelesaikan pekerjaan nya
Bandung
11.00malam
pelan pelan, ferdi berjalan menuju rumah nya, sungguh ia sangat rindu,
terlebih kepala nya seperti tehantam batu besar, sakit dan terasa berat, ia kurang istirahat, juga lapar, terlalu sibuk mencari tempat persembunyian nya
membuka pesan singkat WA dengan no baru nya, ferdi mengirim pesan pada sang adik evan, kini hanya dia lah satu satu nya harapan, semoga dapat membantu ny masuk ke rumah
__ADS_1
tuuut. tuuut
evan melihat ada panggilan masuk ke hp nya, semenjak kasus sang kakak ia banyak menerima panggilan bahkan dari polisi, sudah larut malam, ia malas berbicara bahkan dengan orang yang tidak ia kenal
telpon tidak terangkat "apa sudah tidur? gumam ferdi". mencoba mengirim kan pesan
"dek, ini abang ferdi"
evan menoleh lagi pd hp nya, no tadi. mengirim nya pesan, penasaran ia membuka pesan itu. membelalakan mata, ia sungguh terkejut
" jangan becanda (balas evan)
" dek,. aku di dekat pohon mangga sebelah rumah,. please aku kangen kalian, aku pengen pulang"
evan baru percaya, bahwa yang mengirim pesan adalah kakak ny. ia bangkit dari rebahan nya membuka jendela. yang terhubung dengan pohon mangga sebelah rumah, memberi kode pada sang kaka, ferdi masuk melalui jendela kamar sang adik, evan sangat sedih, abang yang sangat ia jadikan panutan,. kini berantakan, pipi nya tirus, jenggot yang mulai. memanjang,. rambut sedikit gondrong, dan baju yang lusuh, ferdi terlihat seperti gelandangan, evan memeluk nya, mereka berpelukan, ferdi. menangis,. akhir nya ia bisa pulang,.
"kenapa jadi gini bang? ada apa sebenar ny?
" cerita nya panjang dek, (melepaskan pelukan) sebelum cerita, boleh abang minta tolong,
"apa bang?
"astagfirullah bang evan menangis, gini amat nasib lo, lo mandi sana, gw ambil makan dulu"
ferdi setuju, entah sudah berapa hari ia tak mandi, sungguh menyedihkan,
terasa semua beban hilang ia mandi dengan tenang, membersih kan badan se bersih bersih nya,
evan pergi ke dapur,. melewati ruang tv masih ada sang ayah menonton berita malam,
"mau kemana van?
" mau ke dapur yah,. evan laper hehee
". ibu ga masak,. bikin mie saja
" ok.. ayah mau sekalian evan buat kan?
" engga, ayah udah makan
__ADS_1
evan bergegas ke dapur,. membuat mie goreng instan dan ceplok telor ia menambahkan sedikit nasi, karna pasti sang kaka lapar sangat,
masuk ke kamar, sang kaka baru selesai, evan. memberi nya baju,
" langsung di makan bang,. mumpung masih hangat,
" makasih dek,
tak ingin menunda nunda, ferdi melahap makanan yang adik nya bawa, evan sangat sedih,. kakak nya begitu lahap,. sungguh terlihat sangat lapar..
menghabiskan isi piring nya, ferdi mulai bercerita, tentang apa yang ia alami dari awal.. sunggub ironis, namun evan tau bagaimana pun kakak nya sungguh bersalah, namun ia tak tega. melaporkan ferdi pada polisi.
berbagi tempat tidur, mereka tidur berdua, karna waktu sudah menunjukan jam 02.00 malam. entah lah bagaimana ia harus memberi tahukan keberadaan sang kaka pada orangtua nya
Jakarta,
rena sudah terlelap, namun tidak dengan rey, ia masih memandangi wajah ayu sang istri, begitu teduh, rey mengecup kening nya, terharu dengan apa yang sang istri lakukan saat rey akan memasuki rena, rena menghentikan nya, meninta sang suami berdoa
"a, tunggu (rena mencegah rey)
" ada apa sayang?
"kita berdoa dulu ya, ayo sama sama bismillahhirahmannirrahim, allahumma ij'alha dzurriyyatan thayyibatan in kunta qodrata an takhruj dzalika min shulbi (rey mengikuti)
" arti nya? rey bertanya
"ya allah, jadikan calon janin yang ada di rahim istri, menjadi keturunan yang baik, jika engkau menghendaki nya menjadi seorang bayi, yang tercipta dari tulang rusuk ku.. amiiiin
" amiiiin, rey terharu mendengar arti dari doa yang rena baca tadi, keturunan? ini berarti rena sudah siap memiliki keturunan dari nya'
tersenyum lagi, rey mengingat bagaimana tadi sang istri berkaca kaca matanya, melihat noda darah di sprei, rena bergegas membawa sprei ke kamar-mandi untuk mecuci darah nya,
rey mengetuk pintu kamar mandi karna hampir 30 menit ia belum keluar juga,
akhir nya rena keluar dengan wajah yang merona malu, rey memeluk nya, mengucapkan terimakasih karna rena mampu menjaga hal yang istimewa itu, ia juga bangga karna ia menjadi ya pertama untuk rena,
namun ada hal lain rey memikirkan ferdi, dia takut suatu saat ferdi akan muncul, hal terparah nya rena masih memiliki perasaan untuk lelaki itu, rey menerima laporan dari frans saat ia masih di perjalanan, team nya kehilangan jejak ferdi menghilang lagi, setelah sempat di temukan berada di suatu tempat di daerah bandung,
"sayang, tetaplah menoleh padaku, jika mungkin suatu saat nanti ada yang lebih indah dari ku" rey memeluk sang istri, ia ikut memejamkan mata nya, seperti nya akan sangat nyenyak, mengingat apa yang ia idam idamkan, malam ini ia dapatkan
__ADS_1