
setelah shalat subuh, rey bersiap..
waktu tempuh dari rumah ke bandara saja 20 menit, ia ingin cepat sampai rumah,
"sudah siap?? " ( rey bertanya pada anto)
"sudah tuan, pesawat sudah siap"
"ayo kita pergi, cek lagi takut ada yang tertinggal"
"baik tuan"
"aku tunggu di mobil, biar aku yang menyetir"
anto menyerahkan kunci mobil pada rey,
rey bersiap..
anto membawa barang barang ke bagasi,
"sudah beres tuan.. "
"ayo kita pulang (jawab rey, dia tersenyum senang, anto pun begitu)
" hari ini saya kasih kamu libur, istirahat lah nanti di rumah" ( tambah rey)
"terimakasih tuan, saya akan tidur seharian (jawab nya, rey tertawa)
" kalo aku, akan memeluk istri ku seharian"
langit baru saja akan berubah terang, mereka baru lima menit meninggalkan rumah, rey merasa ada yang aneh, rem mobil nya seperti tidak berfungsi,
"anto rem nya blong" (rey mulai panik)
"menepi tuan" (anto sudah bersiap, menerima kemungkinan buruk yang akan terjadi)
"menepi bagaimana, apa harus aku tabrakan pada trotoar??? (jawab rey),
tiba tiba, rey melihat sebuah mobil di depan nya begitu cepat, ini bukan jalur mobil itu, mereka sejajar hampir berhadapan,
" tuan di depan.. " ( anto berteriak,)
"astagfirullah, Allahhuakbar,
anto buka pintu melompat lah"
rey mencoba menghindar dari mobil di hadapan nya, membanting stir sebisa mungkin, mobil rey berputar menyebrangi jalan lawan arah nya, menabrak tembok pembatas,
(rey memejamkan mata nya, bayangan sang istri hadir di pelupuk mata)...
**"
jalanan yang tadi nya masih sepi, langsung ramai, kemacetan tak terhindarkan, anto berhasil melompat, namun rey entah bagaimana kondisi nya
"tolong telpon ambulans, tuan saya di dalam"
beberapa orang mengelilingi nya memberikan pertolongan, anto pun luka luka karna ia melompat dari mobil yang sesng cukup kencang itu,
hati nya berkecamuk, melihat mobil ringsek di bagian depan, bagaimana kondisi tuan nya, melihat mobil di hadapan nya, anto tidak bisa berpikir jernih, pandangan nya kabur, ia pingsan...
***
rena terbangun, ia shalat subuh,
hati nya gundah, entah kenapa, perut nya pun makin tidak nyaman,..
__ADS_1
keluar dari kamar, rena pergi ke dapur,
"non mau sarapan?? "
"engga bi, ( bi asih memperhatikan rena, wajah nya cemas)
" perut rena ga nyaman dari malam"
bi asih terkejut,
ia takut terjadi apa apa,
"kita ke RS non" (ajak nya)
"nanti dulu bi,. rena mau minum air anget aja"
"baik non, ( bi asih berbalik, menyiapkan pesanan nona nya)
kebetulan tina lewat,
" ah tina boleh minta tolong, ambilkan HP di kamar bawah ya"
"iya bu, "
rena akan menelpon dokter kandungan nya,
tapi frans datang tergesa-gesa,
"nona, ada kabar" (frans panik, bagaimana ia memberi kabar pada rena)
apa bisa anda bersiap? kita akan terbang ke Malaysia"
"kamu becanda frans untuk apa aku ke sana, rey yang harus nya pulang"
(rena bangun, ia marah bi asih terkejut melihat reaksi nona nya, mendapat kabar dari frans)
"tuan rey harus nya sudah berada di pesawat untuk pulang nona, tapi... " (frans menundukkan pandangan nya, ini sulit, ia lebih baik menembak penjahat daripada harus berhadapan dengan istri bos nya ini, semoga kabar ini tidak berdampak pada kandungan rena)
rena menunggu,
"apa frans?? " (tanya rena)
"tuan kecelakaan nona"
bi asih tambah terkejut, tapi tidak dengan rena, ia malah duduk tenang,
"mana air ku bi"
(bi asih melupakan nya, sambil menatap frans, bi asih memberikan gelas pada rena, tangan nya gemetar)
masih tenang, rena meminum air nya sampai habis,
"bilang sama rey ini ga lucu, cepat pulang aku masih marah sama dia,
ga usah pura pura begitu untuk minta maaf sama aku"
bi asih menangis, bagaimana mungkin frans becanda nona, wajah frans serius begitu (gumam nya dalam hati)
tina datang memberikan HP milik rena,
"nona.. (frans mendekat, menyodorkan HP nya)
" apa??"
"anda harus lihat ini foto ini"
__ADS_1
rena menerima nya, dia trauma soal foto, beberapa hari ini, ia menerima foto yang menyakitkan hati nya,
rena membuka kunci HP frans,
di sana terpampang mobil hitam, dengan kondisi rusak bi asih di belakang rena melihat itu
"ya Allah den" ( bi asih menangis)
rena bangun,
"aku bilang ini ga lucu frans" ( rena berteriak, dada nya makin sesak, momi mendengar itu ia keluar dari kamar)
"hey frans ada apa??"
"nyonya, tuan rey kecelakaan"
"apa?? β ( momi terkejut)
momi menoleh pada menantu nya,
rena terlihat syok, ia hanya menggeleng gelengkan kepala nya, " itu bukan rey, kamu bohong frans"
frans tidak bisa menjawab nya,
rena melemas, tangan nya bertumpu pada meja makan,
frans sigap membantu nya duduk, momi pun mendekat, rena manangis sejadi jadi nya
"reeeyyy..... " (rena berteriak, bi asih mengusap usap punggung rena, memeluk nya, memberikan kekuatan)
semua nya menagis,
"bagaimana rey sekarang?? (tanya momi pada frans)
" sudah di RS nyonya"
pesawat rey sedang meluncur ke Jakarta tanpa tuan nya, frans memerintahkan sang pilot untuk kembali, ia akan ke Malaysia dengan rena, mungkin juga dengan momi,
"dia berhutang penjelasan pada ku kenapa dia ga pulang frans" ( rena menatap frans tajam)
"kita yang harus ke sana nona" ( jawab nya)
"sayang... ( momi berjongkok di depan rena)
ayo kita ke sana rey menunggu mu"
tangis rena semakin kencang,
"apa lagi ini mih, rena ga siap"
"ayo, kita harus siap, kasihan rey di sana menunggu"
"tina siapkan beberapa baju rena, momi juga akan bersiap"
" baik nyonya"
( tina bingung, apa saja yang harus ia siapkan, namun dia mencoba mengerti, beberapa keperluan nona nya, )
momi pergi ke kamar nya, ia ambruk di meja rias, momi menangis di sana, jika di hadapan rena ia terlihat tegar, di kamar ia rapuh,
momi menangis, sambil memasukan baju ke dalam tas nya,
"ga boleh terjadi sesuatu rey, kamu harus bertahan, momi dan rena akan ke sana"
sakit, ini menyakitkan...
__ADS_1
momi mencoba kuat untuk berdiri,
frans sudah menyiapkan mobil, menelpon ke sana ke mari, anto sudah bisa di hubungi, syukur dia sudah sadar...