Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
petir membawa berkah


__ADS_3

ini masih sore, Nino mengajak July ke tempat yang nyaman untuk menikmati kopi, July tidak banyak tau tentang daerah kelahiran Nino ini ia hanya sampai umur 8tahun saja di indo. July dan rakha tumbuh besar di Singapura.


cuaca sudah sangat mendung ketika mereka sampai,


seperti nya hujan besar akan turun, Nino dan July langsung masuk ke tempat tujuan,


"untung kita sudah sampai" ucap Nino July terlihat diam tidak menjawabnya


"ana.. ada apa? “ tanya Nino


"gelap banget no aku takut di sini petir nya besar besar"


Nino menggenggam jari tangan July,


"jangan takut, bukan kita aja di sini, tuh liat orang orang juga banyak"


petir mulai bergemuruh... tempat ini hampir terbuka, dinding hanya di buat setengah badan saja, Nino memesan kopi dan cemilan untuk mereka,


hujan dan angin besar tiba tiba datang, membuat orang orang di luar sana menyerbu masuk ke dalam,


July mencoba menenangkan hati nya sendiri, selama ia kembali ke indonesia.. ini kali ke tiga cuaca berubah seperti ini,


entah lah, July paling takut mendengar kilat,


petir semakin besar, July menatap sekitar, hujan di luar sana membuat pandangan mata nya terbatas.


"Jullyana" Nino memanggil nya sedikit kencang, karna sudah beberapa kali Nino memanggil nya tapi July tetap fokus ke luar,


"iya...??" July menoleh, wajah nya sudah panik,


gelegarrrr,


kilat tiba tiba datang, July menjerit, menutup telinga nya spontan, ia ambruk pada Nino ketakutan..


"Nino ayo pulang aku takut... " July menangis


"syutt, ada aku, jangan talut" Nino memeluk nya erat, mengusap rambut dan punggung July untuk membuat nya tenang,


July masih menangis, Nino bahkan melihat nya menggigit ibu jari nya,


itu tidakan yang akan menyakiti diri nya sendiri, Nino hendak melepaskan nya, namun July begitu kuat, ia menggeleng tak mau..


Nino tersenyum,


petir membawa mereka semakin dekat, dan Nino bisa tau kekurangan wanita nya ini...


beberapa kali kilat menerpa, July tidak merubah posisi nya, harum parfum yang Nino pakai membuat dia sedikit tenang, dalam ke adaan panik, ia sempat mendengar detak jantung Nino di dalam sana ..


Nino pun berdebar, mungkin karna kilat nya begitu besar, July mendengar Nino membaca doa...


**

__ADS_1


hujan akhir nya melunak, kilat sudah tak nampak, hanya menyisakan petir dan gemuruh yang mulai mereda...


Nino melirik July, membelai rambut nya yang wangi, Nino malah beberapa kali mencium rambut nya,


"ana.... "


tidak ada pergerakan, Nino sedikit mencondongkan tubuh nya, menyingkirkan perlahan rambut yang menutupi wajah July, sepintas Nino teringat akan mimpi nya kemarin dengan Amira,


"astagfirullah" pikiran nya berkelana lagi,


"sayang... " Nino menggoda nya namun July hanya bergerak sedikit, ia memindahkan tangan nya memeluk pinggang Nino, Nino menegang seketika ia tidak biasa di posisi ini. ternyata July tidur, nafas nya sangat halus, Nino tidak tega membangunkan nya,


"senyaman itu kah dekapan ku?? “ Nino berbisik. tentu saja July tidak mendengar nya.


banyak pasang mata memperhatikan mereka, sambil menunggu July bangun Nino menikmati kopi dan cemilan nya yang sudah dingin..


kopi habis dalam 3kali tegukan harus nya Nino meminta pelayan menambahkan es batu saja pada kopi nya...


July mulai bergerak, ia menggeliat, tangan nya mengusap punggung Nino, ia seolah memeluk guling saja,


July terbangun, loading untuk beberapa waktu, ia segera sadar setelah mencium wangi parfum Nino,


July langsung membetulkan duduk nya, tangan nya sibuk merapihkan wajah dan rambut nya


"itu..... " Nino menunjuk bibir nya,


"apa?? "


"ahahaaa" Nino tertawa melihat wajah panik July,


"aku bohong" ucap nya lagi..


"kamu seneng banget sih ngerjain aku" July memukul pelan kaki Nino yang terlipat.


"ish, jangan pegang aku kesemutan" Nino menghalangi kaki nya dengan tangan menjadi tameng, July terpikir untuk membalas ke jahilan Nino, ia tiba tiba memukul sedikit keras kaki Nino yang kesemutan


"ya Allah, Ana ampun.. "


July tertawa ia puas sekali, beberapa kali July melakukan itu.. sampai Nino menangkap tangan jahil nya, dan menggigit nya pelan


"aahhhh Nino... "


pengunjung lain langsung melirik pada mereka, ada yang berwajah heran, ada yang senyum senyum melihat ke romantisan mereka,


July menarik tangan nya, karena Nino melepas gigitan nya..


"ya Allah, ada bekas nya Nino..." July memukul mukul lengan Nino, Nino malah tertawa...


bodoh nya July, ia malah mencium bekas gigitan Nino,,


"ichhh bauuu ilerrr, huaaaa" July menggesek kan tangan nya ke baju Nino,

__ADS_1


Nino semakin tertawa,


"kamu sih jail kaki aku kesemutan malah di pukul... "


"aku mau pisum... " ucap July cemberut


"apa?? " Nino kaget


"ini kekerasan Nino"


"hey, aku kesemutan karna kamu tidur hampir satu jam di sini" Nino menunjuk dada nya, ia masih tertawa...


"satu jam?? “


" hmmmmmmm" jawab Nino,


July memeriksa waktu,


"maaf ya.. " wajah nya memelas sedih,


"aku suka takut kalo ada petir, ampe ketiduran, maaf ya.... " July memijat kaki Nino yang sudah lebih baik, Nino membiarkan nya


"terusin dong, enak juga" July tersenyum.


"enak ya?? aku suka pijitin papah"


"wah.. beruntung sekali papah Al, ayo kita nikah"


"nikah biar bisa aku pijitin aja gituh?? "


"hahaaaa," Nino tertawa lagi


" nikah sama tukang urut aja sana... " July mencubit tangan Nino


"aduhhh, ini mah aku yang harus di pisum" Nino menutup tangan yang July cubit, ia pura pura kesakitan,


namun July segera mengusap nya..


"ayo kita damai.. maaf Nino.. " Nino sangat jelas melihat wajah nya sedih, ia menegapkan lagi badan nya,


"bohong aku ga sakit ko, "


July tersenyum, Nino mengacak rambut nya manja... "mau pesan lagi kopi nya? ini udah dingin banget" tanya Nino


"engga deh, aku minum air putih aja,


ini udah sore, kita pulang yu.. aku banyak kerjaan"


"oke, ayo.. aku bayar dulu ya.. "kata Nino


"aku ke toilet dulu" mereka melempar senyum, tiba tiba merasa sedikit canggung pada masing masing.

__ADS_1


__ADS_2