Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
titik terang


__ADS_3

brugh...


"huft.... " Edward mendesah ia menutup pintu mobil, Edo melirik nya dengan heran...


seketika ia tertawa melihat Edward,


"apa kamu habis diperkosa Edward?? β€œ tanya Edo


" hampir saja, uang ku juga habis... "


"bersihkan dulu lipstik wanita itu di leher mu, baru kamu bicara dengan tuan kami"


Edward gelagapan, menyusut lehernya secara acak, dia tidak tau leher sebelah mana yang ada lipstik wanita itu.


Nino menggelengkan kepala melihat tingkah laku Edward,


"kalo uang mu habis, harus ada info akurat yang kamu dapat" ucap Nino


"baik tuan, jadi begini, wanita cantik itu bilang kalau Hans sudah tidak datang ke club 3-4 hari, ia sedang menyiapkan pesta rumah baru nya, dan menurut kabar yang di dengar si wanita itu, rumah itu hadiah untuk kekasih nya, Hans akan melangsungkan semacam party di rumah baru nya malam ini... " ucap Edward panjang lebar


Edo melirik Nino,


"dimana lokasi nya? "


"si wanita bilang, rumah baru Hans di hutan xxx dia juga tidak tau pasti, karna dia tidak berniat datang "


"lalu dari mana dia tau?? " tanya Nino


"teman teman nya akan datang, ia mendengar alamat itu dari teman teman nya"


"om, apa om bawa drone?"


"di markas tuan Al, apa yang akan kita lakukan?? " tanya Edo


Nino terdiam sejenak,


"sebelum kita ke lokasi, kita terbangkan dulu drone, melacak lokasi sejauh mana ada rumah di hutan itu,


tapi pasti Hans memiliki keamanan yang ketat, kita harus malam terbangkan drone, agar tidak m ncurigakan.. "


"ide bagus tuan.. " Edward berkata,


Edo pun menyetujui itu,


"ayo kita persiapkan semua nya untuk malam nanti" ucap Edo.


mereka pulang sementara ke markas Al, team yang berjaga masih standby di dekat rumah Hans.. mencari info terkini..


Al menyetujui tindakan yang akan Nino lakukan, jika nanti benar, ada rumah di dalam hutan itu, mereka akan bekerja sama dengan pihak ke polisian untuk melancarkan aksi ini..


***


Hans baru saja masuk ke kamar July, ia memperlihatkan wajah sedih karna July terlihat sedih..


"kamu tidak suka di sini? kenapa wajah mu murung?? "


"huffttt, aku suntuk" jawab July acuh...


"bersiap lah, lakukan perawatan, malam nanti akan ada acara sambutan untuk mu"


"sambutan?? "

__ADS_1


"aku mengundang beberapa orang teman untuk memeriahkan acara kita"


July tampak diam, ia harus memanfaatkan momen ini, ia akan keluar perawatan, dan nanti malam pun ia akan keluar,


"baik lah" July tersenyum. itu membuat Hans bahagia


"aku senang melihat mu tersenyum begitu" ucap Hans


"kalau kamu tidak kasar aku pun akan baik"


"baiklah sayang, nanti ada pelayan menjemput mu, salon ada di belakang sebelah kanan, manjakan diri mu"


"terimakasih" ucap July, tak lupa menyertakan senyuman agar Hans semakin terbang.


waktu beranjak malam, July di bantu seorang perias untuk persiapan malam ini, entah lah siapa saja yang akan datang, ia menurut saja untuk ini, July sangat risih, ia biasa nya tidak memerlukan jasa perias begini jika akan pergi,


July membuka sebuah lemari paling ujung di ruangan ini, Hans benar benar gila, baju begitu banyak di lemari ini,


dia mempersiapkan segala nya untuk July,


"Hans, kamu sebenar nya orang baik, aku yakin di balik keangkuhan dan ketengilan kamu, ada sesuatu yang membuat mu begitu...


semoga kami mendapatkan wanita yang sangat mencintai mu, wanita itu akan beruntung pasti nya"


July memilih gaun malam yang tertutup, ia senga memilih itu, July tidak mau memancing hasrat Hans pada nya,


***


drone diterbangkan, Nino sangat awas memperhatikan layar HP yang menampilkan penampakan hutan, mereka harus memastikan, apa kah betul hutan ini yang di maksud karna ada beberapa hutan di negara ini,


Edo memperhatikan jalan sekitar, ia melihat ada beberapa mobil masuk ke hutan..


"info nya begitu tuan.. "


Nino menangkap sebuah bangunan yang cukup di terangi lampu di sekitar nya,


"apa benar ini tempat nya? " ucap Nino..


"woww keren... " ucap Edward, "jadi ini hadiah untuk nona July dari Hans?? β€œ


Nino mendengar nya, namun ia tidak mau mempermasalahkan nya,


" ehmmmm" Edo memberi kode.. tapi yang di beri kode aga loading,


"nona July bisa bisa tidak mau pulang kalo di beri hadiah begini" ucap Edward lagi


"diammm" Edo dan Nino serentak mengudarakan isi hati nya


"bikin gerah aja" ucap Edo menggerutu,


"aku hanya punya cinta dan perjuangan, jika July tidak mau pulang aku bisa apa"


mulut nya berbicara tapi mata nya fokus ke layar,


Edo memberikan tatapan mata tak suka pada Edward, "maafkan kata kata saya tuan"


"sudah lah, kita harus fokus" ucap Nino...


setelah drone mengelilingi mansion Hans, Nino yakin ini lokasi nya, walaupun ia belum menemukan July,


"ayo kita pulang, kita berunding lagi apa yang akan kita lakukan" ajak Nino

__ADS_1


mereka pergi, papah Al harus tau ini terlebih dulu.


Hans menerima beberapa tamu nya, suasana romantis di lantai satu sangat kental terasa, Teman-teman Hans mengejek nya,


"hey mana musik nya, ini ga asik.. "


"ini bukan kamu banget Hans, kenapa jadi sendu begini suasananya aku kira kita akan penuh lampu kelap kelip"


mereka tertawa,


"ini beda, aku akan mengenalkan seseorang pada kalian.. " ucap Hans mantap


Hans menoleh ke atas, July keluar dari kamar nya, ia tersenyum puas. bagaimana wanita nya terlihat begitu cantik,


Hans memberikan tangan untuk July genggam,


"Hans aku malu" ucap July


July mencoba melirik pada tamu mereka yang sekitar 10 orang itu, mereka berpasangan


"kamu sangat cantik" Hans berbisik di telinga July, entah lah, apa yang harus July ekspresi kan. ia hanya bisa tersenyum.


"gais, kenalin ini jullyana wanita ku,


acara malam ini adalah bentuk rasa syukur ku memiliki nya"


July tersenyum dan menunduk _hans kurang asem emang_ gumam July


"kami berencana menikah, tapi mungkin sementara kita bertunangan dulu, iya kan sayang? " Hans bertanya lngsung pada July


"ah.. iya... " July menjawab sekena nya..


"baiklah, nikmati malam ini, kita makan malam romantis dulu,


setelah itu, terserah kalian mau apa, aku sudah mempersiapkan semua nya.. "


July menatap meja yang sudah di hias dengan romantis, hati nya mencelos


_apa kamu tau aku di sini Nino?? atau jangan jangan kamu ga tau aku hilang_


"sayang.. " Hans memanggil nya


"ada apa?? tanya nya lagi..


" aku rindu rumah, kamu ngabarin temen temen kamu kalo kita akan bertunangan, lalu keluarga ku tidak tau itu.. "


"kita akan memberitahu mereka saat kita sudah. menikah oke.. "


July membelalakan mata nya,


"Hans, rakha sekarat, aku ga tau kabar dia gimana, dan itu terjadi karna kamu,


kamu seperti tidak punya salah setelah menyebarkan foto itu pada keluarga ku, kamu tau papah ku sangat marah.. "


"maaf kan aku sayang, tapi aku tidak akan merubah keputusan ku"


July menunduk, ia menganggukan kepala nya.


Hans membawa nya ke meja makan..


mereka mulai makan, July berpikir keras apa yang harus ia lakukan..

__ADS_1


__ADS_2