Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
muncul lagi


__ADS_3

July menunggu, mereka telah memesan, Nino menggenggam tangan nya,


"apa kamu senang? “


" tentang apa? “ tanya July


"kita akan menikah, dan sedikit sibuk"


"Nino ini pilihan kita kan, wajar kita harus melakukan usaha"


"ya.. Ana... " Nino memanggil nya


"hmm?? “


" hadiah apa yang kamu pinta untuk pernikahan kita? “


July tertawa,


"hadiah??


kita yang menikah, lalu aku meminta hadiah sama kamu?? “


Nino mengangguk


" itu karna kamu bersedia jadi istri ku,


katakan saja, mungkin ada permintaan bulan madu, atau sesuatu... " ucap Nino lagi.


"bulan madu ya?? aku belum kepikiran itu Nino"


"pikirkan lah.. "


July mengangguk,


"Nino, boleh aku minta setelah menikah kita tinggal dulu di apartemen ku? “


" kenapa memang nya? bukan kah di sana ada papah Al? “


"aku sudah nyaman di sana" ucap July


Nino mengangguk, ia menyetujui nya,


pesanan mereka datang,


July dan Nino menyantap nya,


"bagaimana, apa enak?? “


" emh... ini benar benar enak.. " July melirik Nino, namun matanya melihat sesosok lelaki di ujung restoran,


"ada apa? " tanya Nino


"ah.. engga.. maaf... " dengan pikiran dan hati yang bergelut, July melanjutkan makan nya, ia mencoba untuk tidak memperlihatkan ke khawatiran nya,


"ed' mereka di sini" July mengirimkan pesan, jujur ia sangat ingin ke toilet, tapi ia takut.


"gue di luar kak, apa harus masuk?? “ balas Edward


"no, nanti dulu" balas July


"sayang, boleh kita pulang langsung, aku lelah sekali" ucap July pada Nino,


"tentu saja, aku juga lumayan lelah.. "

__ADS_1


mereka menyudahi makan dan segera bersiap,


lelaki di ujung sana terlihat tidak memperhatikan mereka, namun July yakin ia tidak sendiri..


July menggenggam tangan Nino, berjalan beriringan ke luar mall dan langsung ke mobil


"Ana apa ada sesuatu..? " Nino melihat gerak gerik July sedikit aneh


"aku mau pipis sebenar nya.. tapi nanti aja di rumah" July nyengir dan Nino tersenyum,


"kamu yakin? ga baik lho tahan pipis"


"ga apa apa, lagian apartemen ku ga jauh kan? "


"oke.. " Nino mengangguk, dan langsung tancap gas..


"benar kan itu mereka? " July mengirimkan lagi pesan pada Edward


"ya.. tapi mereka tidak mengikuti, aku sudah punya senjata, jika mereka mengacau kak"


"baiklah ed. hati hati oke"


"oke.. "


"boleh temenin aku dulu sebelum papah datang Nino?? “ ucap July


"tentu sayang aku free"


mereka telah sampai di parkiran, dan memasuki lift, seseorang lelaki ikut masuk dengan mereka, entah mengapa July jadi bersugesti pada Hans dan team nya,


"pikirkan untuk bulan madu oke, kita harus mengatur jadwal dan memesan tiket untuk itu"


Nino mengusap kepala July,


"kita perlu waktu berdua setelah menikah sayang"


July mengangguk, ia tidak menjawab karna masih curiga dengan lelaki di depan nya ini,


namun syukurlah, ia keluar di lantai bawah, sebelum July dan Nino sampai di apartemen July,


jam masih menunjukan pukul 4 sore.. Al mungkin akan pulang jam 5,


"madi lah sana, mumpung belum Magrib" ucap Nino pada July,


namun hati nya begitu resah, walau Edward menjaga mereka, tapi Hans tidak bisa di sepelekan,


_ bagaimana nanti Nino pulang? ya Allah aku khawatir_ gumam July dalam hati nya


"hey kok bengong?? mau di mandiin?? “ goda Nino, July langsung tertawa,


" engga makasih.. aku mandi dulu ya.. "


Nino tersenyum,


sambil menunggu July, ia membalas pesan bunda nya dan memeriksa laporan RS,


namun tiba tiba Edward datang, ia. bahkan bisa membuka pintu apartemen yang di pasword itu, Nino tersenyum malas, Edward jelas tau Password nya..


"dokter kak July mana? “ tanya nya


" mandi" Nino menyimpan HP nya,


"kamu bisa nunggu di luar ga? nunggu ada yang bukain pintu gitu jangan nyelonong gitu" ucap Nino sinis..

__ADS_1


"maaf dok, saya ada keperluan sama kak July"


"ada apa?? “ tanya Nino


July selesai dengan mandi nya, ia memakai baju rumahan keluar kamar,


" ed'.. "


Edward mengangguk,


"HP kakak ga aktif? “ tanya Edward


"oya?? masih di tas.. bentar aku liat dulu"


July meraih tas nya, dan mengeluarkan HP.


Nino menatap Edward tidak suka.. namun yang di tatap malah cuek.


"yaaah.. abis batre nya deh.. aku cas dulu ya.. '


" ya udah kak, aku keluar lagi, nanti bawa aja. pesan aku ya.. "


dengan wajah bingung July mengangguk,


Edward pamit, Nino bahkan tidak menjawab salam nya


"ganti pasword pintu, dia se enak nya masuk, kalo aku ga ada gimana? kamu lagi mandi dia seenak nya aja" ucap Nino sewot.


July tidak memperpanjang masalah memang yang Nino ucapkan benar,


tapi seperti nya ada yang penting yang Edward mau katakan,


"kamu mau minum apa? kopi? teh? "


Nino menggeleng, ia mendekat pada July


"sayang aku ga suka sama Edward"


"aku ngerti, nanti aku omongin dia biar ga sembarangan masuk ya.. " kata July


"kita butuh privasi setelah menikah, aku akan memikirkan soal rumah, aku harap kamu setuju" ucap Nino


"Nino... "


"panggil aku sayang.. " Nino protes,


July tau Nino sedang cemburu, ia tidak ingin ada masalah di antara mereka


"sayang, aku harus bilang.


aku sama Edward itu ga ada hubungan apa apa, Edward udah kaya rakha buat aku, dia ade aku.. "


"aku ngerti" ucap Nino


"sebelum kenal aku, kamu udah deket sama Edward, aku tau.. tapi aku mau minta sesuatu sama kamu,


mulai saat ini, jangan terlalu dekat oke"


"aku akan berusaha, selain masalah kerjaan aku ga deket sama Edward kok, dia juga punya kehidupan sendiri sayang..."


'ya..


oiya, bunda ngirimin contoh undangan buat kita, ayo kita lihat sambil nunggu papah Al datang".

__ADS_1


July tersenyum ia setuju akan hal itu, bagaimana pun pernikahan mereka harus di persiapkan


__ADS_2