
" non maafin saya terlambat jemput"
agus membuka kan pintu untuk Amira,
"saya panik pas ibu ibu bilang non pingsan dan di bawa ke RS, non ga apa apa? “
" engga pak' aku cuma lemes aja"
Amira menelpon sopir nya untuk minta jemput di RS, ternyata setelah Amira di bawa oleh Nino ke RS, sang sopir datang menjemput nya ke swalayan, belanjaan yang Amira bawa di aman kan ibu warung yang menolongnya tadi, kini sekarang sudah berada pada agus.
"jangan bilang Aldi ya pak, anggap aja ga kejadian apa apa" Amira meminta sangat sopir untuk bungkam, Aldi dua bulan ini telah berubah, Amira tidak mau kesalahan sedikit pun jadi pemicu pertengkaran bahkan membuat Aldi kembali seperti duli,
dua hari yang lalu Amira muntah muntah, namun tidak ada yang ia keluarkan, tubuh nya dingin, karna kurang dari dua bulan ini Amira tidur bersama Aldi bi yuni curiga kalau nona nya itu mungkin hamil,
ia membelikan tes kehamilan untuk di pakai Amira, dengan rasa takut Amira mencoba nya, dan benar dugaan bi yuni, Amira hamil..
itu jelas membuat semua di rumah itu senang, apa lagi melihat perubahan sikap Aldi pada Amira,.
namun tidak dengan Amira, ia bingung,
"apa rencana mu ya Allah? aku hamil?? tapi aku belum siap, tadi nya aku berharap Aldi menceraikan ku, aku akan senang dengan itu, tapi apa ini ya Allah, aku malah terikat semakin kencang pada nya"
Amira melamun di mobil,
bagaimana ia memberitahu kan kehamilan nya, akan kah suami nya senang atau malah murka??
"non, sudah sampai"
Amira tersadar, agus sudah membuka kan pintu mobil untuk nya, begitu dalam ia melamun sampai tak terasa sudah di depan rumah nya,
***
Nino tidak bisa ber konsentrasi,
pikiran nya begitu kacau, pertanyaan bodoh telah ia tanyakan pada Amira, sehingga ia mendapat jawaban yang tidak baik.
Nino menyudahi pekerjaan nya, ia seperti nya harus mendapat angin segar,
jam praktek nya sudah selesai dari tadi, namun begitu banyak laporan yang harus ia periksa.
Farhan sedang libur, Nino menelpon nya untuk menemani nya minum kopi di sebuah coffee shop,
setelah memesan, Nino hendak duduk, Farhan belum datang, ia akan menunggu nya di ujung ruangan,
saat Nino fokus pada tujuan nya, seorang wanita bangun dari duduk nya dan berbalik begitu saja,
mereka bertabrakan,
membuat kopi yang wanita itu pegang tumpah ke baju ya
"ya ampun... " kopi itu masih panas, tumpah mengenai dada si wanita.
"maaf maaf, aku ga liat jalan.. " Nino memperhatikan tumpahan kopi yang ada di lantai, wanita itu menyimpan gelas nya dekat laptop di. meja, mata mereka bertemu..
"July...?? “ Nino terkejut wanita di depan nya ini, sungguh ia tidak menduga bisa bertemu di sini
" ich, Nino ini panas... "
__ADS_1
july mengibaskan baju bagian atas nya, Nino bingung harus bagai mana, kopi itu tumpah tepat di tempat yang salah..
"tunggu sebentar " kata Nino, ia mengeluarkan HP dari saku, menelpon Farhan, meminta nya membawa salep untuk luka bakar.. untung lah Farhan belum sampai, sehingga ia bisa mencari nya di apotek terdekat
"july maaf, aku ga liat"
"aku ga bawa ganti dokter Nino"
"ya terus harus gimana? "
Nino memberikan jas nya
"pakai ini, ayo kita cari baju buat kamu ganti"
"itu jas kamu warna putih, nanti kena kopi noda nya susah hilang"
"July jangan buat aku serbasalah, aku banyak jas di rumah, yang penting kamu pakai ini dulu, biar baju kamu ke tutup"
July cemberut
"ayo lah, aku merasa bersalah, walaupun sebenar nya kamu juga salah tiba tiba bangun.. "
"owh jadi kamu nyalahin aku?? “
Nino menahan tawa, ia merasa July sangat lucu kalo marah begitu,
" aku ga mau tau, beliin baju buat aku, aku harus lap ini dulu, ini lengket Nino"
"mana aku tau baju apa yang harus aku beli"
"terserah... "
ia bergegas keluar, mencari toko baju di lantai atas, Nino menemukan toko baju khusus untuk kemeja dan jas, Nino buru buru memilih nya, entah July akan suka atau tidak,..
Nino kembali ke coffee shop, laptop July masih di meja, seperti nya ia masih di toilet
"July".. Nino memanggilnya di depan toilet
" apa" jawab nya ketus,
"ini baju"
July mengeluarkan tangan nya, mengambil baju yang Nino beli kan,
"what...??? “ July terkejut, ukuran baju yang Nino belikan kebesaran untuk nya, " dasar lelaki" July menggerutu,
kulit dada nya memerah, sangat kontras dengan kulit pitih nya,
July mencuci baju nya yang terkena kopi, lalu memasukan nya ke papaerbag baju yang Nino belikan,
ia buru buru keluar,
Nino masih menunggu nya di depan toilet, padahal Farhan sudah sampai..
July dengan kesal memandang Nino, memperlihatkan baju yang kebesaran,
Nino tersenyum, lebih ke menahan tawa sebenar nya,
__ADS_1
"tertawa lah dokter jangan ditahan seperti itu"
Nino menyimpan kepalan tangan nya di bibir,
"aku ga tau ukuran apa yang pas buat kamu" ucap Nino,
July hendak pergi kembali ke meja, saat Nino berkata "July ini salep untuk kulit mu, apa memerah? oleskan ini tipis, biar ga melepuh"
July berbalik, dengan kesal mengambil salep itu, dan kembali ke toilet..
Nino menghampiri Farhan yang sudah duduk, Farhan
"siapa gadis itu?? "
Nino tertawa,
"ya Allah ga nyangka ketemu dia di sini, kita ketemu di London, dan aku pulang ke indo, sekarang ketemu lagi di sini,
tadi kita tabrakan, kopi nya tumpah kena baju dia"
Farhan tersenyum,
"jodoh kamu no, ada yang bilang, kalo se kali ketemu mungkin kebetulan, jika ke dua kali bertemu itu jodoh"
Nino terdiam, ia sedang sensi dengan kata jodoh jodoh han...
Farhan mendapat telpon mendadak dari istri nya, sesuatu terjadi, ia harus pulang ke rumah orang tua nya,
Nino membiarkan nya pergi, berbarengan dengan keluar nya July dari toilet, ia masih cemberut, sambil duduk di bangku nya lagi..
Nino berpindah tempat, ia duduk di depan July,
"kapan kamu datang?? “ tanya Nino
"buat apa tanya tanya... " jawab July judes, Nino malah tersenyum. ia senang menggoda, seperti yang sering ia lakukan pada shanum..
"kamu ada pekerjaan di sini? " Nino bertanya lagi, July sedang fokus pada laptop nya, ia belum menjawab pertanyaan Nino, Nino iseng, ia menutup laptop July dan sedikit menyondongkan tubuh nya, wajah nya dekat dengan wajah July
"degg degg deggg ya Tuhan, jantung ku... " July bergumam dalam hati, tapi ia berhasil menutupi nya.
"ada apa pak dokter, kamu ganggu aku lagi kerja"
"kamu ga jawab pertanyaan aku" kata Nino
"aku harus jawab?? “ tanya July,
" oiya dong"
"aku tanya sekarang, kenapa kamu pergi ga pamit sama aku, aku nyari kamu, aku dan papah ku mau berterimakasih karna kamu nolong aku"
Nino kalah, ia duduk lagi ke tempat nya
"maaf"
"iya dokter, aku maafkan"
July membuka lagi laptop nya, ia memeriksa lagi laporan nya, Nino terdiam, ia sedang menatap kopi di depan nya..
__ADS_1
July jadi tidak enak hati melihat Nino terdiam, ia menggeser laptop nya agar tidak menghalangi mereka..
"hey pak dokter, apa yang kamu pikirkan?? “