
July memeluk erat suami nya, menyandarkan kepala di dada Nino,
mereka sudah di kamar, namun tidak ada pembicaraan apa pun antara mereka sementara, sampai July mengangkat wajah nya,
"mas marah? “ July jelas takut melihat langsung bagaimana wajah suami nya penuh emosi,
Nino menggelengkan kepala nya,
" tapi ko jadi diem" ucap July lagi
"mas takut salah ngomong" jawab Nino tanpa melirik istri nya
July melepas pelukan nya, mual nya datang lagi, tapi kata "SUGESTI" terus mengiang di telinga nya, ia bangun dari duduk, Nino memperhatikan istri nya yang menutup mulut, namun July malah membuka lemari, ia berkemas..
"biar mas yang rapih kan" nino datang meraih koper yang sedang July buka
"aku bisa mas"
"sayang wajah kamu pucat begitu" July melirik cermin yang ada di pintu lemari,
"aku ga apa apa" ia bangun lagi, meraih baju mereka dan memindahkan nya ke kasur
Nino diam,
ia pergi ke luar kamar, mereka harus cekout dari Mansion, Nino akan mengurus nya, namun entah mengapa terbawa suasana Nino malas untuk minta ijin, July menatap kepergian suami nya.
menghembuskan nafas nya dengan kasar, July melanjutkan berkemas nya, menghilangkan perasaan jelek dalam hati.
HP nya berdering, papah Al menelpon nya,
July merasa bahagia mendapatkan panggilan itu,
"hallo pah... " belum apa apa ia sudah terisak
"hey kamu menangis? " tanya papah nya
"engga"
Al tersenyum di sebrang sana, jelas saja putri nya berbohong.
"kamu akan kembali malam ini? “
" iya pah, July merasa badan July sangat tidak sehat... "
"apa itu karna calon cucu papah? “
July menunduk, memandang perut nya yang masih rata,
" bisa jadi pah, papah tau July sangat jarang sakit"
"kamu sabar ya nak"
"sabar sabar sabar, cuma itu yang July dapat saat July pengen cerita yang July rasa, kalian ga tau rasa nya bagaimana,
tiba tiba lemes, tiba tiba sehat, tiba tiba pusing, mual, di tambah sakit punggung yang menyiksa"
Al terdiam, mendengar keluhan putri nya, ia bingung, apa lagi yang harus ia katakan, karna Al hanya bisa berkata "sabar",
Nino masuk ke kamar, mendengar istri nya menggerutu begitu, ia bingung pada siapa July berbicara sampai sewot begitu
" sayang, papah yakin kamu kuat, wanita akan hamil setelah menikah sayang" ucap Al dengan lembut
"tapi kenapa harus ngidam, belom lagi nanti melahirkan"
__ADS_1
Nino memeluk istri nya dari belakang, July terkejut ia tidak tau Nino telah kembali
"kabari papah kalau sudah di rumah, papah kemarin malam sampai di apartemen kita, nanti papah ke rumah oke"
"iya pah... "
"salam sama Nino ya, dia yang ngasih kabar sama papah kalo kalian akan pulang"
"terus kenapa bilang salam ke July, papah kan bisa langsung bilang sama Nino"
Nino tersenyum, ia bisa mendengar suara papah Al di telinga July,
"hahahaa" Al tertawa, benar kata Nino putri nya yang tangguh kini jadi sensitif,
"baiklah, papah akan menelpon suami mu, menyampaikan salam papah secara langsung"
"udah ah.. papah nyebelin" July mematikan panggilan nya,
"lho ko gitu sama papah" ucap Nino memeluk lebih erat istri nya
"kenapa semua orang nyebelin sih?? “ tanya July
Nino membalikan tubuh istri nya agar berhadapan,
mengusap pipi istri nya lembut,
" kamu kenapa keluar? pergi kemana? " tanya July sewot
"aku cek out"
membawa istri nya lebih dekat, Nino menurunkan tangan nya ke punggung, mengusap nya, July memejamkan mata,
"kamu nyaman? “
July mengangguk,
Nino dilema, ia takut jika mereka berhubungan, akan ada keluhan untuk July,
"sayang... "
"hmmm"
"jangan sekarang ya.. " ucap Nino hati hati, July menghentikan gerakan tangan nya di kancing ketiga, mantannya sedikit tajam memandang nino
"kita mau pulang, perjalanan cukup lama, aku takut kamu kenapa napa"
July mundur,
"kenapa kamu cium aku? “
" sayang... " Nino maju, namun July malah mundur lagi, ia berbalik badan, berjalan ke tempat tidur dan merebahkan tubuh nya.
Nino membuka selimut menutupi tubuh istrinya,
"aku ga mau pake" ucap July marah,
Nino mengangguk, melipat lagi selimut tebal itu,
pesawat ayah Rey baru terbang 1jam yg lalu, itu berarti ada ± 5jam lagi waktu di mansion ini,
Nino berjongkok, mengusap perut istri nya
"dede mau makan apa? ayah siapin ya? “
__ADS_1
Nino tersenyum menatap istri nya, July menggeleng,
" makan sesuatu ya sayang,
puding? kue? buah?? " tanya Nino lembut
"percuma nanti keluar lagi" ucap July, nada nya masih marah..
"coba ya.. se engga nya ada yang masuk walaupun sedikit"
July diam, ia juga lapar, namun harus makan apa dia bingung "terserah saja"
"oke.. " Nino bangkit, meraih telpon di meja, memesan makanan untuk istri nya,
"ayo kita ke luar, menikmati pantai dari sana,
sebentar lagi makanan nya datang, kita kan mau pulang"
"aku lemes, di sini aja, mas aja yang keluar"
Nino terpaksa mengangkat istri nya, July terkejut, tapi tidak menolak,
menggendong nya ke balkon, mereka dapat melihat deburan ombak dari sini.
pelayan memencet bel, Nino meninggalkan istri nya untuk membawakan makanan yang ia pesan..
"taraaa sudah datang" ucap Nino, menyimpan nampan di meja, beberapa makanan dan buah tersaji, July sibuk memilih nya
"mau yang mana? “ tanya Nino
" ini seperti nya enak" July menunjuk potongan kue di piring saji
"baiklah nyonya" Nino membawa nya, hendak menyuapi istri nya
"aku mau makan sendiri mas"
"kamu yakin? “
July mengangguk, Nino dengan senang hati memberikan piring pada July
memperhatikan setiap gerakan yang July lakukan, Nino takut istri nya tiba tiba mual,
" emmmh, ini cukup enak" sendokan pertama masuk, itu jelas membuat Nino senang
"syukur lah, ayo makan yang banyak ya.. "
Nino sendiri meraih buah untuk menemani istri nya
"mas kenapa perut bawah ku terasa kencang? “ tanya July
" iya sayang, itu akan terasa, maaf payu***a mu juga jadi terlihat berisi, kamu tambah se*y" Nino mengedipkan matanya nakal
"terus tadi kenapa ga mau? “
" sayang, kemarin malam kita berhubungan, pagi nya kamu ada keluhan, kita belum periksa, jadi ga tau kondisi kehamilan kamu,
Trimester pertama memang sangat di anjurkan untuk tidak sering melakukan itu, karna apa? janin masih lemah, ditakutkan ia belum kuat terkena goncangan "
"kan bisa pelan pelan mas"
Nino menahan senyum,
"sayang jujur mas juga mau, kita pengantin baru.. mana mungkin mas ga mau, tapi mas mikirin kesehatan kamu"
__ADS_1
tanpa terasa, dua potongan kue telah July makan, ia dengan perasaan kesal memakan kue itu, Nino hanya bisa tersenyum melihat istri nya, semenjak datang ke sini mood nya berantakan...