Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
berkecamuk


__ADS_3

"maaf, (hanya kata itu yg bisa rey ucap kan.. membuat rena semakin menangis, tubuh nya gemetar, serasa tidak bisa di gerakan mengingat kejadian di dpan mata nya sndiri beberapa menit yang lalu, terlebih emma masih tergeletak di sana,


" tutup mata kamu, (pinta rey)


rena menurut, entah apa yg ada d dalam pikiran nya, siapa rey, kenapa banyak musuh seperti nya, rena merasa badan nya melayang, rey menggendong nya keluar ruangan.. meninggalkan emma di sana, anto membawa serta polisi, emma akan polisi urus.


rey menetap rena yg memejamkan mata di gendongan nya gadis itu melipat bibir nya masih merasa takut, rey membaringkan nya di sofa di bawah ruangan memastikan keadaan rena baik baik saja,


" minum lah (rey menyodorkan sebotol air, rena menerima nya dan minum perlahan, ia tersedak ohookk ohookk " rena pelan pelan" rey mengusap punggung rena,


"rena pengen pulang, (dia memelas sungguh hati rey sanagt terluka, semua kejadian karna nya, melibatkan rena)


" ayo kita pulang, (rey sudah di posisi akan mengendong rena lagi, rena menolak)


"saya bisa sndiri,


" kamu yakin? tanya rey, rena mengangguk berdiri dari duduk nya, rey menukar motor nya dengan mobil yg di bawa salah satu bawahan nya, menepuk pundak anto sang pemimpin pasukan, "good job, thank's to lo terbaik" dengan bangga nya

__ADS_1


" sudah tugas saya tuan. (menundukkan kepala nya)


" gw anter rena pulang bawa motor gw, gw pke mobil..


" baik hati² tuan. hubungi saya kalo ada apa² (rey mengangguk, membukakan pintu mobil untuk rena, lalu mereka pergi)


di perjalanan


rena yg melamun sejak tadi, rey pun entah harus bicara apa, maaf saja lebih baik mungkin untuk saat ini, ia ingin sekali memeluk nya, melepaskan beban hingga rena tertidur dlm pelukan...


"rena, (yg d panggil menoleh, mata mereka bersitatap, rena langsung memalingkan wajah)


kejadian di hotel, dan hari ini... (rena memijat kening nya merasakan pusing di kepala nya)


" kita cari klinik terdekat ya


" engga pak, rena pngen cepet pulang,

__ADS_1


" tapi ini masih jauh ren, kita baru di bogor, 1jam lagi sampai jakarta,


" ya gpp...


rey menggenggam tangan rena, rena menoleh.. entah apa maksudnya perlakuan yg menurut rena romantis ini, rena ga mau salah sangka terlebih sudah ada ferdi di hati nya..


"maaf, (kata rey sekali lagi, rena melepaskan genggaman tangan nya,)


" sudah lah, rena pengen ngelupain semua nya, rena pengen pulang ke bandung, walaupun masih ada 2hari lagi masa kerja nya"


(rey semakin merasa bersalah mendengar nya, ya di sini ga aman buat rena, bisa saja emma akan balas dendam)


" aku pikir juga begitu, seperti nya di jakarta kamu ga aman..


(ga aman karna deket sama kamu rey, perasaan sebelum kenal kamu hidup ku aman damai)


tidak ada lagi percakapan setelah nya, rena tertidur ia pasti lelah 1jam berlalu, rey dan rena sudah ada di dpan kosan rena..

__ADS_1


rey menatap sendu wajah sang pujaan yg terlihat nyenyak itu, sungguh ia ga tega membangunkan nya, berinisiatif untuk tidak mengganggu, rey menyandarkan kepala bertumpu dngan kedua tangan nya di atas kemudi ia ikut terlelap, lelah.. tentu saja jiwa dan raga nya lelah menghadapi gadis gila tadi


__ADS_2