Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
flashback


__ADS_3

Ruangan July di pindahkan,


yang tadi begitu nampak kacau, juga masih ada polisi memeriksa TKP.


"siapa kamu sebenar nya? " tanya Nino


"aku?? aku July, seperti yang aku bilang tempo hari"


Nino terdiam, menatap ke luar jendela, ini sudah malam, jalanan di bawah sana terlihat masih ramai.


"apa situasi sudah aman July? “ tanya Nino


"situasi selalu tidak aman untuk ku dokter, hidupku memang begini, penuh tekanan"


Nino mengalihkan pandangan nya pada July, yang di lihat sedang tertunduk.


"aku anak pertama, papa ku pebisnis, ya bisa di bilang sukses, kami sering memenangkan tender besar, papa ku berharap, aku dan rakha bisa meneruskan usaha nya, dan aku sendiri pun tertarik, namun tidak dengan rakha, ia lebih senang jadi pemain bola... " ada senyum di bibir July saat menceritakan adik nya.


Nino mengerti situasi, mungkin ia juga suatu saat akan mengalami ini,


ayah nya juga pebisnis.. siapa lagi yang akan meneruskan selain diri nya, ia juga anak pertama, terlebih laki laki.


"dimana orang tua mu? mereka tidak datang? “ tanya Nino


" papa sedang di perjalanan, dia dari Singapur, namun papa mengirim beberapa orang untuk menyelamatkan kami.. orang ku di sini habis"


"habis bagaimana? " tanya Nino kepo


"si Bernard menghabisi anak buah ku"


July terlihat nampak sedih,


dan Nino sedang di landa ke galauan, ia ingin pulang, melanjutkan laporan nya.. namun July sendirian.. rakha juga sedang dalam perawatan


"ah, dokter.


ini sudah malam, aku pasti mengganggu waktu istirahat mu, pulang dan istirahat lah.. " ucap July dengan senyuman nya yang Nino akui sangat manis.


"aku memiliki laporan, tapi besok aku libur, jadi besok saja akan ku kerjakan,


lalu, kalau aku tinggal, kamu dengan siapa? “


july tertawa kecil,


" papa sebentar lagi datang dokter"


"kalau begitu, aku akan menunggu nya, lalu aku baru tenang meninggalkan mu"


"dokter lupa? ada orang orang suruhan papa ku di sini, aku aman"


Nino memeriksa waktu di pergelangan tangan nya,


"baiklah kalau begitu, aku pamit pulang"


"apa yang harus aku katakan selain terimakasih??


maaf telah melibatkan mu dokter"


"aku sudah bilang, aku tidak terlibat apa pun, tapi si lelaki penodong itu memaksaku untuk terlibat" Nino tersenyum mengatakan nya


"ya, hidup bukan tentang yang kita inginkan saja bukan?? “ ucap July

__ADS_1


" pulanglah, aku aman di sini, terimakasih lagi"


Nino mengangguk,


"sama sama" ia mulai melangkah menuju pintu


"dokter. apa aku harus selalu sakit agar bisa bertemu dengan mu lagi? “ ucap July.


Nino tertawa,


" semoga pertemuan kita lain waktu tidak di sini lagi, kamu harus sehat"


Nino menutup pintu dengan pelan,


seorang penjaga di depan pintu kamar July mengangguk


"terimakasih dokter, anda hati hati di jalan" ucap nya sopan


"sama sama, jaga July"


"tentu dokter".


Nino menutup mobil nya,


Mike yang menunggunya dari tadi juga ikut masuk.


" jangan ganggu aku, aku harus beresin laporan furguso"


"tenang saja, aku hanya akan menumpang, tidak ikut pulang ke apartemen mu"


Nino mulai menjalankan mobil nya,


" ya, dia wanita pasti tidak tampan" ucap Nino


Mike tersenyum.


"kamu berani masuk ke kamar, untuk menyelamatkan nya, aku rasa itu tindakan special"


"jangan berpikir macam macam, kami tidak sedekat yang kamu pikirkan.


dimana si cristine.?? " tanya Nino


" Cristian Nino, kenapa sih suka banget ganti nama orang, ibu gw ngasih nama bagus, mike.. lo ganti dengan furguso"


"hahahaa" Nino hanya tertawa.. ia juga jadi ingat.. ia memberi nama kontak july jadi cenayang, entah lah.. dia suka menyebut nama orang sesuka hati nya.


_ di rumah sakit _


"mah, dia tampan bukan?" july tersenyum memandang foto Nino yang diam diam ia simpan di HP nya.


"bilang sama aku mah, apa ini cinta? aku sudah 2tahun di sini, banyak sekali pria bule, bahkan di kantor dengan terang terangan mengajak ku kencan, namun melihat Nino entah mengapa hati ini gemetar,


iya kan mah?? itu cinta kan??


entah mengapa Nino seperti pahlawan untuku, ia datang di saat aku butuh perlindungan"


di gulirkan nya layar HP, hingga berganti foto Nino dengan foto mamah nya.


"mamah harus nya di sini, menemaniku dewasa, papah hanya mengajarkan ku bisnis, walaupun aku suka itu, kepergian mamah membuat hidupku begitu berubah,


ga july pungkiri, papah dan rakha adalah lelaki hebat, july sangat beruntung memiliki mereka.. "

__ADS_1


tanpa sadar july terlelap, dengan HP di genggaman nya, ia masih harus d rawat atas luka luka nya pasca kecelakaan itu.


seseorang dengan pelan membuka pintu kamar rawat july, ia tersenyum melihat nya telah tertidur..


Alif datang, ia telah sampai ½jam yang lalu, menerima laporan dari bawahan nya, dan memeriksa keadaan rakha, anak lelaki nya itu mendapat pukulan keras di belakang kepala nya dan itu menyisakan sakit setelah ia sadar.


Al mendekat, memberikan kecupan di kening putri nya dengan pelan.


ia melihat HP yang masih july genggam, Al mengambil nya, tapi begitu saja layar HP itu menyala, memperlihatkan foto mendiang istri nya yang sedang tersenyum indah.


Al menatap july,


putri nya itu pasti rindu dengan mamah nya,


menjauh untuk duduk di sofa,


Al membawa HP july, orang yang sangat ia hindari bahkan hanya menatap foto nya saja, kini terpampang di hadapan nya.


"apa kabar sayang? maaf, aku tak sering menatap mu seperti ini, semua nya belum bisa aku terima, rasa bersalah ku kini lebih besar dari pada rasa rindu ku, semoga kamu memaafkan ku di alam sana"


***


_ flashback 2 tahun yang lalu _


keadaan sedang genting,


beberapa orang terpantau selalu mengawasi keluarga Alif di Singapura saat itu,


bisnis selalu memacu adrenalin, semakin kalian berani, dan sukses, semakin kalian banyak musuh.


"pah, obat jangan lupa di minum"


bunga dengan kesal memperingatkan Al tentang minum obat.. suami nya itu mengeluh sakit kepala yang luar biasa dua hari ini


"iya bawel"


"jangan bawel bawel, kalo aku ga bawel kamu ga akan minum obat pah"


"iya sayang, aku minum obat ya... ini lihat.. " Al meminum nya, lalu menatap istri nya,


"sudah istri ku" ia mengalungkan tangan nya di leher bunga


"aku sudah mencatat semua nama obat yang cocok dengan mu, kalo sewaktu waktu kamu perlu, lihat di buku catatan oke"


"kenapa harus aku? kan tinggal minta sama kamu" ucap Al mendekatkan hidung nya agar menempel di hidung istri nya.


"sayang, dengerin aku,


aku ga tau di antara kita siapa yang akan pergi lebih dulu,


dan jika itu aku yang pergi dulu, setidak nya aku tenang, semua telah aku urus"


"aku ga suka bahas itu" Al melepaskan tangan nya, ia berbalik dan menghabiskan minum nya,


"itu akan terjadi, kematian itu pasti" kata bunga pelan


"jangan bahas itu untuk saat ini bunga, aku sedang tidak ingin"


bunga terdiam,


ia lalu pergi untuk naik ke ranjang nya, ini sudah malam.. ia akan tidur saja,

__ADS_1


__ADS_2