Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Garis dua


__ADS_3

Akhirnya mereka telah sampai ke Mansion, July terlihat lemas, ia ambruk di tempat tidur, namun rasa mual yang ia rasakan memaksa nya untuk bangun dan pergi mencari toilet, Nino sangat merasa bersalah, melihat sang istri tersiksa seperti ini.. July terus saja muntah walaupun tidak ada yang di keluarkan dari isi perut nya,


Nino menyelimuti nya sampai batas leher, istri nya menggigil,


pelayan yang berjaga menyiapkan makanan untuk mereka, Nino merasa lapar tapi ia tidak tenang melihat istri nya tidak masuk sama sekali makanan ke perut nya


"boleh saya minta tolong membelikan tes kehamilan untuk istri saya buu? “


wanita yang sudah tidak lagi muda itu tersenyum


" tentu tuan, kami akan segera membeli nya"


"terimakasih"


"jangan sungkan tuan"


Nino siap siaga, ia makan di samping July yang masih meringkuk,


"mass"


"iya sayang"


July mencoba untuk bangun, Nino membantu nya,


"makan lagi mas, aku ga apa apa ko"


"mas suapin mau ya? “


July menggeleng, " aku ga selera, mau minum aja"


Nino langsung membawakan istri nya minum,


menatap makanan yang Nino makan, entah mengapa tidak ada rasa tertarik dari July pada makanan yang terhidang,


Nino khawatir, jika benar istri nya ngidam, ini akan akan sulit, tidak ada makanan yang masuk dalam tubuh nya.


tepat setelah Nino selesai makan, pintu kamar mereka di ketuk,


seorang pelayan tadi berada di luar, membawakan tes kehamilan yang Nino pinta,


dengan senyuman penuh arti, Nino menatap istri nya, "mau tes?? “


July menatap benda itu,


" aku deg degan" July mengusap dada nya, Nino tertawa,


"aku biasa melakukan ini pada pasien, sekarang aku akan melakukan nya untuk istri ku, ini sangat berbeda rasa nya sayang, kamu pikir aku ga deg degan?? "


July tersenyum,


"ayo kita lakukan" entah mengapa rasa menggigil nya menghilang, July sangat bersemangat,


dengan senang hati Nino membantu istri nya, ia malah menggendong nya ke kamar mandi,


"mas liat sana dulu, aku malu"


Nino menunggu istri nya mengisi wadah kecil untuk tes,


"malu apa sih? "


"ich balik badan.. " July menggerakan tangan nya memutar


"huft... " Nino mengalah, dengan bertolak pinggang ia berbalik dengan terpaksa.


"udah belom.. "


July tertawa

__ADS_1


"belommm"


"lama banget" Nino protes


"baru juga balik badan, lama gimana? “


Nino terlihat gelisah, July melihat suami nya meremas rambut belakang, Nino bahkan mengetuk ngetik pintu dengan jari nya,


" udah mas"


July sudah rapih, memberikan wadah kecil pada suami nya,. "kamu kurang minum., pekat sekali urine nya"


July hanya tersenyum,


ia menggandeng tangan suami nya, Nino menyiramkan urine sang istri pada alat tes,


mereka menunggu,


"mas, kalo ga positif gmn? “ tanya July, Nino menatap istri nya


" ga gimana gimana sayang, mungkin belum waktu nya“


"kamu ga kecewa? “


" kita baru menikah sebulan, InshaAllah masih banyak waktu"


memeluk istri nya erat, Nino memperhatikan alat tes itu, July malah tidak mau melihat nya, ia bersembunyi di dada Nino


"sayang" Nino mengusap kepala istri nya


"hmmm"


"congratulations" bisik nino


"apa?" wajah July bersemu ia tersenyum


"MasyaAllah" July menutup bibir nya terharu,


"anak kita mas? "


"ya iya lah, aku hebat bukan? “ Nino tertawa, memeluk erat istri nya


" maaf sayang, kalo dari kemaren aku tau kamu hamil, kita akan tunda saja bulan madu ini, kamu terlihat kesusahan"


July menggeleng,


"aku ikhlas mas"


"aku mau kabarin bunda" Nino begitu antusias,


"semoga mereka suka"


"pasti sayang, kita baru sampai, tapi kabar gembira itu udah datang"


"mas, aku sakit pinggang, apa itu juga pengaruh ngidam? “


Nino mengangguk,


" gejala nya akan berbeda setiap perempuan hamil sayang, ayo kita ke kamar, kamu harus istirahat"


"tapi.. gimana sama bulan madu kita? “


" ya mau gimana lagi, lagian udah malem kan, kita istirahat aja"


"aku mau keluar, liat laut dari balkon"


"ga keliatan sayang udah malem"

__ADS_1


July cemberut,


"angin di luar kenceng" tambah Nino lagi,


July terdiam, entahlah mungkin efek dari kehamilan ia enggan berdebat, pelan July berbalik ia mendahului Nino keluar kamar mandi,


Nino tersenyum, ia lupa, walau itu hanya mitos. ibu hamil memang suka meminta yang aneh aneh,


menarik selimut tebal yang ada di atas kasur, Nino menyelimuti tubuh istri nya,


"ayo kita keluar" ucap nya tersenyum.


July tentu sangat senang, membuka pintu jendela penghubung kamar ke balkon.. suara deburan ombak menyambut mereka,


July berjalan dengan jubah selimut nya menuju pagar pembatas,


"keliatan ombak nya mas" July tampak semangat, wajah pucat nya menghilang seketika, mata nya menatap lurus ke dapan


"besok akan lebih indah.. aku melihat nya di beberapa foto"


Nino membawa istri nya duduk ia bersandar membawa sang istri dalam pelukan, selimut tebal menutupi kedua nya


"aku bahagia sungguh, ga nyangka kalau Allah ngasih kita calon anak secepat ini"


"aku juga mas"


Nino menarik dagu istri nya perlahan, agar mereka saling tatap,


"bilang semua yang kamu rasa, walau aku ga bisa ngerasain, tapi semoga aku selalu ada disaat kamu butuhkan"


"makasih mas"


"no.. jangan bilang makasih, itu sudah kewajiban ku"


sebelah tangan Nino mengusap punggung istri nya, mengalirkan kehangatan yang memabukkan,


"nyaman sekali mas"


"apa masih mual? “


"sedikit, kadang rasa itu kuat banget ampe aku ga tahan"


Nino tersenyum.


"sabar ya? “


" iya mas... "


memberikan hadiah kecil untuk sang istri melalui kecupan di bibir nya, Nino sedikit terkejut saat July membetulkan posisi menjadi dominan,


mengalirkan rasa bahagia yang tak terkira, Nino sulit mengendalikan diri nya, bagaimana tidak posisi July sangat tepat berada di atas pangkuan nya,. ia malah meminta istri nya untuk pindah kembali ke kamar,


"mau ga? " tanya Nino?


"apa? " July tertawa, tau maksud dari suami nya..


"pelan pelan oke.. main aman" bisik Nino, yang di setujui July,


Nino tau, sangat rentan berhubungan saat trimester pertama, juga ia belum tau kondisi kehamilan July di dalam sana, tapi mau bagaimana lagi, situasi dan kondisi sangat memungkinkan sangat di sayang untuk di lewatkan


menciumi perut istri nya yang masih sangat rata, jika di hitung dari jadwal kebersamaan mereka di hotel pertama kali, bisa jadi kehamilan July sudah satu bulan, tapi entah kebersamaan mereka yang mana yang membuahkan hasil.


"anak Ayah" ucap Nino mengelus perut istri nya


July tersenyum.


_ mah, July hamil.. apa akan sakit? July kini merasakan apa yang pernah mamah bilang saat hamil Rakha, semoga July kuat, semoga July sabar atas kehamilan ini, tapi July sangat bahagia, Nino pun terlihat senang, semoga Allah permudahkan segala nya, amiiinnn_

__ADS_1


__ADS_2