Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
terjadi juga


__ADS_3

Aldi dan Amira pamit pada pemilik acara, mereka akan pulang lebih dulu,.


sopir membukakan pintu mobil untuk Amira, memastikan Amira sudah duduk, ia memutar, untuk mencapai kursi nya,


Amira tentu merasa aneh dengan tingkah suami nya yang menurut nya banyak berubah,


mobil telah melaju,


"kamu kenal dia? “ tanya Aldi


seperti nya percuma saja berbohong, Amira takut suami nya akan tambah murka jika tau dari orang lain..


" kita dulu satu sekolah waktu SMA mas" Amira pelan mengatakan nya


"tatap wajah ku saat kamu bicara" pinta Aldi


Amira mengangguk,


"kalian dulu punya hubungan special?"


Amira menatap suami nya, ia mengangguk,


Aldi menggenggam jari tangan nya, Amira ketakutan, ia takut aldi akan marah dan mematahkan jari tangan nya,


namun pikiran ia salah sepanjang jalan Aldi menggenggam tangan nya, walaupun tidak ada lagi pembicaraan antara mereka.


sesampai nya di rumah, Aldi menarik tangan Amira, ia menuntun nya naik ke atas, menuju kamar nya


"mas, mau kemana? “


" jangan banyak tanya" jawab aldi ketus


Amira pasrah, ia pasti akan mendapatkan imbas dari pertemuan nya dengan Nino tadi,


Aldi membawanya ke kamar, kamar di kunci,


"kamu masih cinta sama dokter itu hmm? “ Aldi melangkah maju, mengintimidasi Amira,


" engga mas, itu sudah lama dan kami sudah berpisah sebelum kita menikah"


bohong saja dulu, supaya suami nya tidak terlalu murka,


Aldi tambah mendekat, Amira tersudut kan ke dinding, tanpa Amira sangka Aldi mencium bibir nya lembut, sangat lembut, seperti ia tidak pernah menerima kekerasan dari lelaki ini,


Amira terdiam, tidak membalas ciuman suami nya, membuat Aldi melepaskan ciuman nya,


"kamu tidak suka itu?? “ tanya Aldi


" bukan begitu mas,, mas bilang aku bukan level kamu bukan?? “


Aldi terdiam mendengar kata itu, ia ingat ia pernah mengatakan itu pada Amira,

__ADS_1


"buka kan pakaian ku" ucap nya


Amira menatap mata suami nya,


pikiran nya entah melayang kemana


"ya Allah, apa yang akan terjadi? lindungi hamba ya Allah"


Aldi menggenggam kedua tangan Amira, membawa nya ke dasi,


"buka kan"


tangan Amira bergetar, ia menurut saja, bayangan saat suami nya habis habisan memukuli ya tergambar satu persatu, Amira berhasil membuka dasi yang tadi ia Pakaikan sendiri,


Aldi menatap istri nya, dari arah nya, ia dapat melihat begitu halusnya wajah Amira, bulu mata nya lentik, hidung nya pun pas, Amira berhasil membuka dua kancing kemeja yang Aldi pakai,


namun Aldi bertindak aneh lagi, ia menelusupkan tangan nya ke ke punggung sang istri meraih resleting belakang gaun yang amira pakai, ia menarik nya pelan,


Amira memejamkan mata jika ini harus terjadi, ia ikhlas, karna itu memang tugas nya seorang istri, tapi ia masih sangsi, atas prilaku suami nya ini, apa benar suami nya telah berubah?


selama dua tahun pernikahan nya, Aldi baru kali ini. menyentuh nya, dan berbuat sedikit manis,


Aldi berhasil menarik resleting amira, tangan nya kemudian Memerosotkan sedikit gaun di bahu nya, sehingga membuat tali pengangga itu terlihat, aldi memberikan beberapa ciuman di sana,


"mas... "


Amira menggeser sedikit tubuh nya menghindar, Aldi tidak suka itu, ia menarik rambut Amira agar istri nya itu mendekat,


"maaf mas, aku takut"


"apa yang kamu takut kan? aku sedang tidak memarahi mu??


Aldi memainkan rambut nya, wajah nya melembut tidak seperti biasa nya, namun Amira malah jadi lebih takut, ia lebih baik menerima bentakan dari suami nya itu..


" aku menginginkan nya" Aldi berbisik di telinga Amira membuat nya jadi meremang tak karuan, Amira tambah tegang, melihat suami nya membuka jas dan kemeja nya, menyisakan kaus dalam saja,


"ya Allah, benar kah ini akan terjadi?? Amira bergelut dengan batin nya sendiri, tanpa aba aba mencium lagi bibir istri nya


" balas ciuman Ku" pinta nya, Amira menangis, selain pasrah ia bisa apa lagi..???


Amira membetulkan baju di pundak nya yang hampir merosot, karna resleting di punggung nya yang panjang itu terbuka,


"untuk apa di betulkan, nanti juga akan di buka kan??" Aldi mencengkram lembut rahang Amira membuat mata mereka saling tatap,


"rubah wajah sedih mu, aku sedang tidak memarahi mu kenapa kamu takut begitu???


mulai saat ini, kamu tidur di sini, layani kebutuhan batin ku, kamu mengerti?? “


" iya mas"


Amira mengangguk, demi Tuhan ia berharap ia sedang haid saat ini, jadi bisa menolak keinginan suami nya ini.

__ADS_1


Aldi menuntun nya ke tempat tidur, Amira benar benar tidak mengenali pria yang di hadapan nya ini, dalam beberapa hari ia merubah sikap nya begitu drastis,


apa ia memiliki kepribadian ganda??


"apa kau pernah melakukan ini?? “ tanya Aldi pada Amira, Amira langsung memberikan tatapan tidak suka pada suami nya


" apa kita pernah melakukan ini mas?“


“kenapa balik bertanya? "


"aku menikah baru dengan mu mas"


"ya aku kira kamu pernah melakukan nya dengan dokter itu"


"aku bukan wanita seperti itu mas, dan aku mohon, jangan bawa bawa orang lain di antara kita".


Aldi malah tersenyum melihat kemarahan istri nya,


ia kembali menyentuh leher istri nya, menyelinapkan jari jari nya di rambut sang istri


" kamu cantik Amira, boleh aku memanggil mu sayang?? “


Amira tambah ketakutan,


apa di hotel tadi suami nya kesambet penghuni hotel sampai jadi begini,


Aldi masih tersenyum, jari tangan nya kini mengusap lengan Amira, ia melihat luka membiru di sana, ia memberikan kecupan di sana,


"apa sakit?? " ia malah bertanya tanpa merasa bersalah


Amira mengangguk,


"dimana lagi luka nya?? "


ia membawa istri nya untuk duduk, Amira sudah kehilangan baju nya, menyisakan baju dalam nya saja, ia merasa takut dan malu secara bersamaan,


Aldi menelusuri tubuh nya, mencium satu persatu luka yang ada di tubuh istri nya,


"mas.. "


"apa kamu sudah tidak sabar hmm? "


"pelan pelan, itu masih sakit"


Aldi kembali pada Amira, membetulkan posisi mereka untuk lebih baik,


"cium aku" pinta nya, Aldi sudah mengungkung Amira di bawah nya,


Amira mengangkat tangan nya, menyimpan nya di leher suami nya, Aldi terlihat memejamkan mata nya mendapat sentuhan itu,


untuk yang pertama kali nya, selama dua tahun, mereka bersatu layak nya pasangan suami istri dengan baik

__ADS_1


__ADS_2