Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
sidang di meja makan


__ADS_3

"makasih banyak buat hari ini" July tersenyum mengatakan nya, mereka berada di depan pintu apartemen July,


"jaga kesehatan oke, besok aku seperti nya sedikit sibuk" ucap Nino,


"kamu juga jaga kesehatan, hubungi aku jika sempat"


Nino tersenyum,


"sini" ia menarik tangan July, membawa nya ke dalam pelukan,


"aku nyaman ana' aku harap kamu pun nyaman bersama ku"


July tersenyum,


"aku nyaman dokter, sampai tertidur lama di sini tadi... " menunjuk dada nino


mereka tertawa, Nino melepaskan pelukan nya,


"baiklah aku akan pulang, jangan terlalu lelah, istirahat yang cukup.. "


"baik dokter" July tersenyum, ia menunggu Nino berbelok untuk keluar arah apartemen nya, kemudian ia baru masuk.


Nino mengetuk ngetukan jari tangan nya di stir mobil, kedekatan nya dengan Amira dulu tak begini, mereka hanya intens berkomunikasi melalui e-mail,


"Amira, apa kamu bahagia di sana??? β€œ Nino bergumam.


begini ternyata rindu pada seseorang yang telah tiada...


Nino menerima beberapa panggilan dan pesan, salah satu nya dari bunda nya..


" kak, apa pergi bersama ana? ayah sudah pulang dia bilang kalian pergi bersama"


Nino tersenyum kecut, janji ayah nya tidak bisa di pegang seperti nya...


"iya bunda. ini Nino arah pulang ke rumah, baru anter ana pulang"


"hati hati ya.. "


**


pulang ke rumah, bunda nya sudah menunggu, Nino berhadapan dengan sang bunda, seperti nya Rena sedikit serius, karna tidak melontar kan candaan seperti biasa nya.

__ADS_1


"dari mana? " tanya Rena datar


"Nino anter Ana kerja, terus nungguin dia selesai di kantor ayah, udah gitu kita jalan, ngopi, karna ujan jadi kita di kafe itu aga lama.. "


Rena menatap lekat putra nya


"kalian pacaran? β€œ Rena menyimpan gelas teh nya, ia baru saja menyesap nya.


" baru dekat bunda"


"apa Ana ga punya pacar sebelum nya? dia sangat cantik karir nya bagus, bunda rasa banyak lelaki yang mengincar nya"


"Ana bilang ga punya bun"


rena beberapa saat terdiam, Nino tidak berani memberikan candaan karna melihat bunda nya dengan mode serius.


"Nino...


apa kamu gampang melupakan seseorang? " tanya Rena


"Nino tau maksud bunda,


kalo bisa bilang, hati Nino masih sakit bun kehilangan Amira,


Nino ga bisa lupain dia secepat apa yang terlihat"


"tapi dekat dengan Ana dalam posisi kamu seperti itu kamu akan menyakiti nya sayang,


bunda di sini berbicara sebagai perempuan.. bunda ga Terima kalo Ana kamu jadikan pelampiasan perasaan kamu,


dia anak orang, dia punya kehidupan, dia punya pilihan nya sendiri, jangan batasi itu.


bunda yakin kamu belum memiliki perasaan apa pun pada Ana, kasihan dia... "


Nino terdiam, perkataan orang tua selalu benar, kalau tadi di kantor, ayah nya bilang untuk pertahankan Ana karna dia mau menerima kondisi mu yang sedang begini.


lain hal nya lagi dengan versi bunda nya.. ya karna mereka dalam posisi berbeda.. ayah laki-laki dan bunda perempuan..


"Nino minta maaf Bun,


sebelum nya Ana juga tau posisi Nino sekarang, Nino jujur sama dia, kalau Nino pengen segera pulih dari luka ini, dan Ana menyetujuinya"

__ADS_1


"jadi sekarang Ana jadi dokter di sini???, sekarang bunda tanya kamu punya perasaan ga sama Ana?"


Nino diam lagi,


"jangan permainkan cinta sayang, kamu tau sesakit apa kehilangan, bagaimana bunda harus gambarin perasaan perempuan sama kamu,


walaupun Ana tau kondisi kamu, hati nya pasti mengharapkan masa depan,


apa kamu bisa ngasih itu sama dia?


orang tua Ana dekat dengan keluarga kita, bunda harus apa kalo terjadi sesuatu nanti dengan kalian,


jangan terjebak sama keputusan kamu sendiri Nino, saat Ana benar mencintai kamu, kamu yakin akan mencintai dia.. ??


hubungan tanpa rasa itu sulit sayang.


jangan main main sama perasaan, nanti kamu sendiri yang akan tenggelam di dalam nya... "


**


kedua tangan nya bertumpu di lutut, Nino duduk di pinggir ranjang tempat tidur nya,


ayah nya benar, bunda nya benar, di sini dia yang salah...


Amira menikah dengan orang lain karna ia tidak mengikat nya,


Ana terikat pada nya, tapi Nino belum bisa mencintai nya.


benar dia yang salah...


Nino menarik kotak dari kaleng yang ia simpan di lemari baju paling bawah,


membawa nya ke balkon kamar, membuka nya lagi, kenangan nya tentang Amira ada di sana...


tanpa berpikir apa pun, Nino membakar nya satu persatu kenangan itu,


bagai mana pun, hidup harus berjalan,.


itu kesalahan terbesar nya, ia janji tidak akan mengulangi nya lagi.


dia akan mencoba menyayangi July,

__ADS_1


benar kata ayah, perempuan seperti nya yang mau menerima keadaan kita seperti ini sangat lah jarang.


Nino juga menyukai July, ia gadis yang jujur. apa ada nya. sederhana, padahal ia sudah mapan..


__ADS_2