Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 66


__ADS_3

Hari begitu saja berlalu,


semua mempersiapkan jamuan untuk makan malam, rena membantu memotong buah,


Yuda dan mamah nya akan datang sebentar lagi,


Rena bersiap, ia juga mengatur anak anak mendandani nya


"bunda rena, apa sebaik nya ana sama rakha tunggu di kamar saja. kan mau ada tamu"


rena tersenyum.


"sayang, kalian sudah jadi bagian dari keluarga kami, kalian ikut makan, dan setelah itu baru boleh di kamar. karna bunda pun tidak akan ikut mengobrol, biarkan itu jadi urusan momi dan ayah rey"


rena memasangkan jepitan di atas kuncir rambut ana, membuat rambut nya lebih terlihat rapih,


"tina.. apa Nino sama rakha udh siap? "


"sudah bu, sudah sama bapak di luar" jawab tina


"baik lah, sebentar lagi kita keluar"


rey kedatangan tamu undangan nya, bagaimana pun Alif teman dekat nya, ia mengenal momi dan putri,


setelah melewati Gerbang utama rumah rey, Al mendapat pemeriksaan, ya itu wajar pikir Al. apa lagi rey sempat bercerita tentang penyerangan rumah nya belum lama ini,


Al memarkirkan mobil nya, lalu ia berjalan menuju pintu masuk,


rey yang mendapat laporan dari frans bahwa Alif telah datang, ia menunggu di ruang tamu,


"assalamu'alaikum" ucap Alif


"waalaikumsalam".. rey bangkit, " kau datang? " tanya rey


"tentu, aku harus jadi saksi malam ini, putri juga adik ku"


rey menepuk pundak teman nya,


"ayo masuk, momi di dalam sedang bersiap"


Alif melihat Nino dan teman nya, ia sempat mengerutkan dahi, melirik pada rey,


"apa itu anak ka nadia? β€œ


" ah bukan, cerita nya panjang, nanti aku ceritakan.. ia jadi teman Nino di rumah ini"


Alif terpaksa mengangguk, padahal ia belum mengerti,


sampai di ruang keluarga,


rey melihat istri nya turun dari kamar nya bersama ana, "tunggu, aku akan bantu istri ku turun" ucap rey pada Alif


Alif terkejut, melihat gadis kecil yang ada di sebelah rena, mereka nampak memakai warna baju senada...

__ADS_1


"Juli... " bisik Alif


rey menggapai tangan istri nya, rena tertawa


"aku bisa sendiri ayah"


"jangan menolak" ucap rey, membuat rena pasrah


tatapan mata Alif tak mengendur. anak itu berjalan beriringan smakin dekat dengan nya, membuat ia tambah yakin itu Juli, putri nya...


"hey.. " panggil rey pada Alif, sontak Alif melirik teman nya


"ah, selamat malam nyonya "


Alif menundukan kepala nya sesaat, memberi tanda hormat pada rena,


"malem pak Alif" balas rena... "sayang, salim sama pak Alif" rena meminta ana maju, ana maju dan menyalami tangan Alif


"ayo kita duduk, keluarga Yuda belum datang" ajak rey, mereka semua duduk di sofa


rey melihat teman nya tidak se centil biasa nya, Alif terdiam terus,


"ada apa? " tanya rey.


"rey apa bisa kita bicara ber dua sebentar "


"ayo, " rey bangkit, meminta ijin pada rena, ia membawa teman nya ke teras belakang


Alif terdiam


"rey.. " panggil nya


"hmmmm"


"siapa ank perempuan itu? "


rey tau siapa yang Alif maksud,


"dia ana... memang kenapa? " rey jadi kepo


"ana?? apa namanya juliana?? "


rey terlihat berpikir..


"ya setahu kami nama nya juliana, kami memanggil nya ana"


"dimana mamah nya? " Alif begitu serius


rey tambah heran


"hey ada apa? " tanya rey.


"ana.. juliana, atau aku memanggil nya Juli, dia anak ku rey"

__ADS_1


rey mengangkat alis nya, ia merasa tak percaya,


"jangan sembarangan Al" kata rey


Al terlihat merogoh kantung celana jeans nya, ia mengeluarkan HP, memilih foto untuk menunjukan nya pada rey


"lihat, apa dia sama dengan anak yanga bersama istri mu?? "


rey melihat foto itu, dan benar itu ana..


rey melirik Al, ia tak mengerti


"Juli anak ku dengan bunga, tapi saat dia umur tiga tahun kami bercerai, bunga tidak mengijinkan aku menemui anak ku, aku kehilangan jejak nya, namun ia sempat mengirimkan foto ini sebelum Al kehilangan jejak mantan istri nya"


" tapi itu ga mungkin Al, rena menemukan mereka di pinggir jalan, mereka sangat lusuh maaf"


Alif memelototkan mata nya, ia jelas tak percaya apa yang rey bilang


"maksudnya apa rey?? β€œ


" tunggu, aku akan menelpon frans sebentar "


Al mengangguk


"frans telpon saya kalau keluarga Yuda datang, saya dengan Al di belakang"


rey menutup telpon nya,


Al terlihat menunggu rey dengan tidak sabar


"jelaskan cepat rey"


"mungkin sudah 3/2 bulan aku lupa, saat di perjalanan, rena meminta frans untuk menepi, ia sebelum nya melihat anak anak di pinggir jalan, dn ternyata mereka masih di sana...


rey menceritakan semua tanpa ada yang ia potong, Alif telihat menyusut mata nya ia tak percaya, bunga mantan istri nya menelantarkan anak nya.


"aku ga habis pikir rey, kalo misalkan dia ga sanggup urus anak kenapa ga bawa ke aku, aku sangat menginginkan hal asuh anak ku'


" untuk itu aku ga tau Al,


lalu sekarang bagaimana? ana pasti sudah lupa dengan wajah papah nya, dia masih kecil saat kamu pergi, umur 3 tahun, dan dia sekarang ber umur 8 tahun"


Al mengangguk,


"lalu, rakha juga pasti anak mu kan? "


Al menggeleng,


"mungkin dia anak dari bajingan itu,


aku cerai dengan bunga karna tau bunga berselingkuh, dan dia mengakui bahwa kehamilan nya yg ke dua karna laki laki lain, dan anak itu mungkin rakha"


rey memijat kepala nya, ini rumit... bagaimana ia menjelaskan pada Rena semua ini.. istri nya itu sudah sayang pada ana dan rakha

__ADS_1


__ADS_2