Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
khawatir


__ADS_3

seperti yang ia katakan pada July, Nino memiliki jadwal padat se bulan ke depan..


ia memantapkan hati kembali ke meja operasi, setelah kejadian Amira yang membuat hati nya ciut..


sudah satu minggu sejak Nino dan July bertemu, mereka berkomunikasi hanya melalui HP,


"dokter, aku harus terbang sekarang, entah berapa hari di Singapura, jaga kesehatan mu... "


July mengirimkan pesan, setelah telpon ya tidak Nino angkat..


ia telah terbang, papah nya membutuhkan July di sana, Nino baru selesai setelah 40menit berlalu dari keberangkatan July,


ia menerima pesan itu, dan no HP July sudah tidak aktif..


"ga bisa kah kamu nunggu penerbangan selanjutnya nya jullyana , setidak nya aku antar kamu ke bandara, kita sudah jarang bertemu minggu ini" Nino menggerutu, ia jelas kesal...


yang bisa ia lakukan adalah menunggu July dulu mengabari nya.


butuh waktu ±2 jam penerbangan Indonesia_ Singapura, Nino melirik beberapa kali jam dinding, mengecek waktu, ia tidak tenang melakukan pekerjaan nya, kepala nya sedikit pusing, ia akan membawa pekerjaan nya ke rumah saja.. Nino ingin ber istirahat,


"lho.. kakak udah pulang..?? “ shanum dan Rifa melihat Nino melewati nya,


" iya, kaka ga enak badan, bunda mana? “ tanya Nino,


"bunda tadi jadwal acara ke panti ka"


"ya udh, kalo bunda nanya. kakak tidur di atas ya... "


"siap ka.. "


"shan.. kak Nino ganteng ya..?? “ bisik Rifa.. " apa lagi pake jas putih gitu".


"naksir kamu fa?? "


"ish engga, cuma kagum aja.. aku kan cewe normal" mereka tertawa..


"kak Nino kata bunda dekat sama kak Ana... itu anak om Alif yang di Singapura"


"wah.. kan cantik banget, kemaren yang makan malem di sini kan? “


" iya bener, kak Ana lagi di Singapura lagi sekarang kata bunda.. mungkin kak Nino kangen, ampe ga enak badan begitu, hihihiii" shanum menutup mulut nya mengatakan itu.. takut kakak nya tiba tiba datang menjewer nya seperti biasa.


Nino benar benar tidur, ia bahkan tidak mengganti pakaian nya,


ia terusik kar'na suara ketukan pintu, Nino merasa kepala nya jadi tambah pusing.


ia membuka pintu dengan tubuh gontai,


"kak Nino, kata bunda makan dulu, ini udah malam"


"hah? malam?? “


Nino melihat jam di tangan nya.. ini sudah jam 7,

__ADS_1


" ya Allah shan kakak ke bablasan.. nanti kakak ke bawah, kakak mau sholat dulu, kalian makan dluan aja ya... "


"iya kak" shanum menurut, wajah kakak nya terlihat kusut sekali.


Nino mengejar waktu shalat nya,


ia teringat akan Ana, harus nya Ana sampai di Singapura jam 2siang tadi, sampai saat ini ia belum memberi kabar.


Nino turun, menghampiri orang tua nya


"kak ayo makan"


"iya bun,


emh, ayah.. boleh Nino meminta no om Al, Ana pulang ke Singapura, harus nya jam 2siang sampai, tapi jam segini gini belum ngasih kabar. "


Rey meraih HP nya,


"ini kak, langsung aja telpon pake hp ayah"


"mksh yah.. Nino ke luar dulu ya" Rey mengangguk


"lihat putra kita kelimpungan July tidak memberi kabar... " kata Rey pada Rena,


"biar dia tau rasa nya khawatir" Rena tersenyum memperhatikan pintu samping yang putra nya lalui tadi


"hallo Rey, "


"ah aku kira ayah mu, ada apa nak"


"maaf om, July bilang tadi mau pulang ke Singapura, harus nya jam 2siang sampai.. tapi di sini sudah malam, July ga ngasih kabar ke Nino"


Al tersenyum penuh arti, Nino terdengar sangat khawatir,


"nih, pelaku nya ada di depan om" jawab Al


"hufttt, syukurlah kalo sudah di sana.. Nino khawatir"


"jadi kamu khawatir pak dokter?? “


HP Al telah berpindah ke tangan July, Nino merasa kesal pada wanita yang satu ini..


" kamu bisa bilang dengan nada begitu tenang, aku dari tadi khawatir " Nino marah,


"maaf ya, tadi aku ada musibah" kaya July


"musibah apa? “


" tas ku di copet waktu mau naik mobil di bandara, ke dua HP, dompet semua ada di tas itu"


"tapi kami ga apa apa kan?? “ Nino menaikan nada suara nya, July tersenyum mendengar itu.


" aku ga apa apa dokter, kalaupun apa apa, aku ga takut karna punya dokter pribadi"

__ADS_1


"jangan ngomong sembarangan"


"iya maaf ya...


apa kamu kangen? kita udh se minggu ga ketemu" July menggoda Nino


"apa arti nya aku nge hubungi kamu"


"emh.. apa ya... " July pura pura berpikir "ayo lah bilang aja langsung kalo kamu kangen dok"


Nino tertawa di sebrang sana, benar ia kangen wanita nya.


"aku khawatir, aku kangen, maaf se minggu ke belakang aku ga nemuin kamu"


"nah, gitu dong jujur" July menggoda nya lagi


"berapa hari di sana? ga akan lama kan?? “


" emh.. seperti nya 1bulan"


"hah apa? lama sekali?, " Nino protes


"cuma se bulan.. lama dari mana nya"


"se bulan itu lama Ana.. "


July tertawa,


"jadi mau nya berapa lama?? kamu juga kan sibuk, kita ga bisa ketemu, jadi buat apa aku di sana.. "


"jadi begitu?? baik lah kalau itu mau mu, aku ga akan kangen"


"ciyee ngambek... "


"ga lucu.. " dengan judes Nino menjawab


"ya udah, aku 2bulan saja di sini" goda July lagi..


"oke, jangan kembali lagi sekalian" jawab Nino. tidak mau kalah.


"ya udah, aku mau menikah dengan lelaki Singapura saja"


Nino terdiam, ia tau July becanda, namun ia takut kejadian dulu terulang lagi


"baiklah,


aku akan terbang besok pagi pagi, enak saja mau menikah dengan orang lain"


July sekertika merona pipi nya,


"bohong Nino.. aku paling 5hari di sini"


"aku akan tetap ke sana aku ga percaya, tunggu aku datang"

__ADS_1


__ADS_2