
matanya sangat berat untuk di buka, July merasa sangat haus, ia kesulitan menggerakkan tangan kanan nya, karna ternyata Nino menggenggam nya.. July sadar ini bukan di kamar nya, bukan juga di hotel tempat ia ingat terakhir kali,
July merasakan sakit di punggung nya,
ia mulai ingat apa yang terjadi, menoleh pelan ke arah kanan, July merasa ada seseorang di samping nya, ia tersenyum,
_ Nino_
July bergumam dalam hati, ia ingin sekali menyentuh wajah suami nya, namun tubuh nya masih sulit bergerak,
July mencari jam, ia ingin tau jam berapa ini,
_ jam 3, apa ini malam? _
ia menoleh lagi pada suami nya, Nino terlihat sangat nyenyak, tidur menggenggam tangan dan memeluk perut istri nya.
July tidak mau mengganggu nya, ia mencoba memejamkan mata nya lagi,
tapi Nino terusik, tangan nya hendak melepas tangan July, ia hendak bangun untuk minum, namun dengan tenaga yang masih lemah July menggenggam tangan nya,
Nino sempat terdiam, melihat tangan July yang bergerak, Nino lalu melirik istri nya, July coba tersenyum, Nino terkejut, namun ada senyum bahagia di sana,
"Ana..??? kamu sadar?? “
Nino menangkup pipi July, July hanya mengedipkan mata sedikit lama..
" ya Allah alhamdulillah "... Nino seperti menangis.. ia menciumi tangan July yang ia genggam
" dari kapan kamu bangun sayang? kenapa ga bangunin aku?? “
July tersenyum. ia mencoba menggerakkan bibir nya, Nino membantu nya membuka oksigen dengan pelan..
Nino menciumi wajah istri nya July menangis,
"semua baik baik aja.. semua sudah selesai sayang. kita bebas... " ucap Nino pada July.. walaupun July belum mengerti arti kata bebas yang Nino ucapkan,
"Nino... " suara nya masih lemah, Nino mendekatkan telinga nya pada July
"mau minum" ucap July
"iya sayang sebentar" Nino bahkan melupakan rasa haus nya, ia membawa minum, memberikan sedotan agar July mudah meminum air nya..
Nino terus tersenyum menatap istri nya yang sedang minum,
"apa ada keluhan?? “ tanya Nino,
July menggeleng,
Nino memberikan pemeriksaan dasar pada istri nya, sebelum dokter yang menangani July datang pagi nanti,
" istirahat lah lagi, ini masih jam 3 malam, aku akan kabari keluarga nanti pagi"
July tersenyum, Nino memberikan lagi kecupan di bibir nya, ia sangat bahagia,
"aku khawatir Ana"
Nino mengusap pipi istri nya dengan ibu jari,
"aku bertemu mamah, tapi seperti nya hanya mimpi" Nino menunggu istri nya bercerita "dia hanya bayangan, aku bahkan ga bisa sentuh mamah, mamah bilang aku harus pulang"
Nino tersenyum,
"dan sekarang kamu pulang, bersama ku lagi, kemarin kamu sempet drop.. bunda terus nangis, papah Al ga mau pulang untuk sekedar mandi.
tapi syukurlah kondisi mu kembali stabil, bunda mau pulang, papah Al juga... "
__ADS_1
July mengangguk,
"berapa lama aku tidur? “
" ini malam ke dua" jawab Nino
"bagaimana Hans? “
Nino diam, apa ini sudah saat nya memberitahu July semua nya?
" Hans sedang di urus.. aku juga belum dapat kabar lagi"
"apa dia tertangkap? "
"iya sayang"
"syukurlah, aku sempat berpikir untuk pergi menemui nya sebelum pernikahan kita, aku ingin membuat nya hilang"
Nino tau arti nya itu,
"iya sayang, sekarang tidur lagi yuu, aku tenang kamu udah siuman, aku mau peluk kamu lagi"
"ayo.. " July dan Nino kembali ke posisi semula, July sedikit kurang nyaman karna luka di punggung nya, namun pelukan Nino sangat lah hangat, mengalahkan rasa sakit yang July rasa
"maaf, malam pengantin kita di RS" ucap July
"it's okay sayang.. " Nino mencium pipi istri nya..
"Ana" Nino memanggilnya
"hmmm? “
"kenapa kamu lakuin itu? , dia mengincar ku, aku sudah pasrah "
"Nino, yang dia mau itu aku,
kalau dia menargetkan kamu itu salah. kamu akan hilang dan dia akan membawa ku,
jadi saat aku lihat sinar itu di dada mu, aku langsung berpikir, yang dia mau aku, jadi jika aku ga ada.. dia ga akan mungkin nyakitin yang lain"
Nino mengangguk,
"terimakasih, sudah melindungi ku, dan syukurlah kita selamat"
"i love you husband"
"love u too my wife "
mereka kembali tidur, dalam tenang, tinggal Nino memberi kabar pada keluarga esok pagi..
***
"bunda... ayo ke RS kak July sudah siuman"
shanum berlari menuruni tangga, ia baru keluar dari kamar nya pagi ini..
"apa??? “ Rena terharu, shanum memeluknya
" kak Nino nelpon barusan bun, kata kk HP bunda ga aktif ? “
"ya Allah, bunda lupa, kayanya habis baterai "
"ayo kita sarapan bun, shanum mau ikut nengok kak July" shanum bersemangat sekali,, sejak kejadian ia tidak di perbolehkan datang ke RS oleh bunda nya,
shanum pun melihat dengan mata kepala nya sendiri kejadian itu,
__ADS_1
ia bahkan terus menangis saat petugas hotel membersihkan darah July yang menetes di lantai.
"ayo sayang,,
kamu sarapan duluan.. bunda panggil ayah dulu.. "
Rena naik menuju kamar, Rey baru saja rapih memakai baju nya,
"ayah.. apa Nino menelpon?? “
" ayah belum pegang HP, ada apa? “ Rey melihat istri nya tampak senang,
"Ana sudah siuman,
ayo kita ke RS, ayah sarapan lah dulu bunda mau siap siap.. "
"MasyaAllah alhamdulillah, baiklah, ayah turun ya..? “
Rena sampai tidak mau sarapan di rumah.. ia meminta bi sari membawakan bekal untuk nya.. Rena memakan sarapan nya di mobil,
HP Rey berdering, Al menelpon nya...
" selamat besan, putri mu sudah siuman... " ucap Rey sambil tersenyum
"ayo, hati hati, kami pun sudah di jalan menuju RS,
oke, sampai jumpa Al"
"Al sudah di jalan?? “ tanya Rena
"ya dia baru mau masuk mobil, kita bertemu lagi di sana"
pagi ini, sudah pukul 7,
dokter datang karena Nino baru memberitahu nya setengah jam lalu,
pemeriksaan menyeluruh telah di lakukan, kondisi July semakin membaik,
"jangan lupa obat nya nona, itu untuk mempercepat pengeringan luka di dalam" dokter tersenyum. ia sungguh merasa bangga bisa menangani istri dari pemilik RS ini,
"terimakasih dokter, aku akan meminum nya, agar aku bisa cepat pulang" ucap July
"harus benar benar pulih dulu Nona, baru bisa pulang" dokter tersenyum mengatakan itu,
Nino menyiapkan sarapan untuk mereka..
"aku bisa sendiri.. " ucap July
"no no.. kemarin kamu yang nyuapin aku,, sekarang aku yang suapin kamu"
July pasrah, ia menurut saja...
suapan demi suapan July Terima,
"ayo sehat, kita harus pergi berlibur" ucap Nino membersihkan bibir July
"kapan kita bisa pergi? “tanya July
"pasti nya setelah kamu sembuh total, aku akan membawa mu pergi kemana pun kamu mau"
bagai merayu anak kecil agar makan banyak, Nino terus membicarakan keinginan nya pada July,
Rena, Rey, dan Shanum datang,
"kakak.... " shanum berlari, ia hendak memeluk July untung saja Nino mengingatkan luka July di belakang punggung nya, jika tidak, entah Shanum akan sekencang apa memeluk kakak ipar nya itu....
__ADS_1