Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
menegangkan


__ADS_3

Subuh datang,


kokok ayam bersautan terdengar dari pemukiman warga membangunkan semua para siswa yang terlelap,


shanum mengucek mata nya,


Rifa sudah tak ada di sebelah nya, ia langsung ke luar tenda, setelah melipat selimut tipis nya,


"shan... di sini... " Rifa sedikit berteriak, di leher nya sudah ada handuk kecil.


shanum datang,


" Fa, aku mau pipiss" shanum melipat kaki nya


"ni makanya gw survey lokasi dulu hehe, enak banget tempat nya, ada pancuran dari mata aer shan"


mereka langsung menuju mata air.. semua nya di arahkan untuk shalat subuh berjamaah...


anak laki laki menggelar karpet plastik yang di bekal dari sekolah..


anak anak bergantian melakukan shalat


Olahraga di lakukan,


di pimpin guru olah raga masing masing, laki laki dan perempuan terpisah....


Langit sudah sempurna berwarna putih, semburat mentari mulai muncul,


anak anak bersiap untuk berkeliling lokasi sekitar di pandu beberapa guru,


udara begitu dingin shanum dan yang lain nya memakai baju olahraga mulai berjalan ber iringan bagai kereta,


mata mereka di suguhi pemandangan yang luar biasa, sungai yang di kelilingi batu batu besar, namun air nya begitu jernih,


"MasyaAllah, indah banget kan fa? "


"iya shan... "


Rifa dan shanum melewati jembatan kayu yang terlihat cukup kokoh,, dari atas jembatan mereka bisa melihat air yang beriak membentur bebatuan,


buggg,


nita menyenggol bahu shanum dengan sengaja,


" anak pesantren ngalangin aja, mana lelet jalan nya" nita menggerutu


"maksud lo apa nit? " Rifa maju menghalangi shanum "lo kenapa seneng banget ganggu kita?? “


" fa, " shanum menarik lengan Rifa agar perdebatan ini berakhir


"heh, nape lo yang sewot?" nita maju membuat mereka semakin dekat


"shanum ade gw, mau apa lo? “ jawab Rifa


" ahahaha ade?? (nita melirik jam yang Rifa pakai, itu jelas jam mahal), kalo lo sama dia (menunjuk shanum) ade kakak, jadi kalian punya om yang sama yang sering anter kalian sampai warung sebelom sekolah?


gw jadi curiga.. jangan jangan lo berdua simpenan om om itu, secara kalian ga pernah di anter ampe depan skola"

__ADS_1


plakkkk,


Rifa melotot, melihat seseorang di samping nya yang tiba tiba menampar nita


" aku udah sabar terus sama kamu ka nita, tapi kali ini kamu ke bangetan... "


shanum maju menampar nita, entah mengapa kata kata yang nita ucapkan begitu risih di telinga nya,


"kurang ajar kamu" nita hendak membalas tamparan pada shanum, namun kini Rifa yang sigap, mengeluarkan jurus yang mematikan, satu gerakan saja membuat nita jatuh tersungkur, tangan kiri nya mendorong antara dada dan leher nita dengan keras...


"aw..... " nita jatuh ia kesakitan


namun teman se geng nya tidak Terima, ia mendorong bahu shanum secara tiba tiba, shanum jelas tidak waspada...


"ahhh..... "


byurrrrrr


"shan.... " Rifa berteriak, shanum jatuh ke sungai, Rifa lari seketika menuruni tangga dari tanah,


anak anak yang melihat itu semua pun ikut berlari hendak membantu shanum,


namun terlambat, ketika Rifa sudah sampai bawah, shanum telah di angkat oleh seseorang


"ya Allah, alhamdulillah"


Rifa mendekat, shanum batuk batuk, tubuh nya bergetar, jelas air di bawah begitu dingin se pagi ini,


akmal sigap membuka kaus nya, kening shanum berdarah, akmal menempelkan kaus yang ia gulung ke kening shanum


shanum memanggil akmal karna akmal memegang lengan nya


"maaf,.. sebentar ya, kening kamu sobek, berdarah"


Rifa menangis, baru kali ini ia panik, sudah di pastikan sanksi dari om frans akan ia Terima karna lengah menjaga shanum,


Rifa mencari kacamata shanum, namun nihil, seperti nya hanyut.


shanum menatap mata akmal


"kak, aku pusing" tubuh nya semakin bergetar,


akmal melirik mata shanum, tangan nya masih menempel di kening shanum,


lagi lagi, akmal melihat shanum tanpa kacamata nya,


"MasyaAllah shanum" akmal hanya bisa bergumam dalam hati nya,


namun shanum melemas, ia pingsan...


dua orang guru datang membantu,


"ayo mal bawa ke tenda"


ketika guru, akmal, juga beberapa murid ikut ke tenda Rifa sempat sempat nya melirik nita and the genk yang sedang terpaku melihat kejadian itu,


"gw pastiin lo pada mampus kali ini"

__ADS_1


Rifa jelas marah, ia akan mengadukan semua ini pada om frans, bahkan mungkin akan di sidang oleh tuan Rey, biarlah nita memang sudah kelewatan,


akmal tidak menghiraukan rasa lelah nya menggendong shanum,


shanum di baringkan di tenda


"Rifa, apa shanum bawa baju ganti? ini harus cepat di ganti shanum menggigil"


"bawa bu"


"ayo kita ganti pakaian nya"


ibu Tuti membantu Rifa mengganti baju, hati nya sudah tidak karuan.. hampir semua guru tau siapa shanum dan ini jelas rahasia,


ini akan jadi musibah bagi sekolah nya, dan di pastikan nita juga teman² nya terancam..


"Rifa, kabari orangtua shanum, ibu takut shanum kenapa napa"


"baik bu"


akmal datang, membawa plester dan perabotan lain nya, bu Tuti melihat ada lebam di lengan kiri shanum, bu Tuti mengompres nya,


seketika suasana menjadi tegang,


dua mobil pribadi datang, dan 3 orang ber jas hitam mendekat ke tenda shanum


pak arif selaku penanggung jawab maju


"selamat pagi pak frans, maaf atas kejadian ini"


"siapa saja yang terlibat? "


"kami sedang usut pak"


"jangan ada yang terlewat, saya akan membawa Rifa dan shanum pulang"


"baik Pak, saya mohon maaf yang sebesar besar nya"


para lelaki macho itu membantu membongkar tenda Rifa, sedangkan shanum sudah di bawa oleh frans di ikuti oleh Rifa ke mobil,


semua yang menyaksikan melongo, saling bisik siapa yang datang menjemput shanum terlihat begitu menyeramkan,


bu Tuti dengan emosi menghampiri nita


"saya sudah bilang beberapa kali, jangan ganggu shanum dan Rifa. apa kamu ga denger? " nada itu jelas bentakkan, nita tertunduk


"kalo ada apa apa dengan kamu, saya ga akan bantu, saya ga mau terlibat"


nita mengangkat wajah nya, kening nya berkerut, begitu banyak tanda tanya di wajah nya, namun bibir nya kelu, pikiran nya sudah menerawang tentang siapa shanum.


"saya ga akan jelasin ke kamu siapa shanum, semoga ini jadi pelajaran buat orang kaya kamu nita, biar nanti kamu sendiri yang tau semua nya"


akmal terdiam mendengar itu, ia melirik lagi ke arah para lelaki yang sudah menghilang dari pandangan mereka,


ia menggenggam baju yang lumayan banyak darah shanum di sana "semoga kamu ga kenapa napa shan"


acara langsung di hentikan, setelah semua nya menikmati sarapan, mereka akan di pulangkan, cukup sampai di sini saja acara berkemah nya.

__ADS_1


__ADS_2