
Memarkirkan mobil nya di belakang, Nino pulang,
Rena telah menunggu nya di ruang tamu, ia sudah siap dengan pakaian nya, ada pertemuan di rumah pelatihan.
"assalamu'alaikum" ucap Nino
_waalaikumsalam_ Rena menjawab nya dalam hati ia sedang marah,
Nino menggigit bibir bawah nya, bunda nya tidak menjawab salam nya..
"assalamu'alaikum bunda... " ucap Nino lagi mendekat,
"enak??? " tanya Rena, ia masih belum menjawab salam Nino
"apa nya?? “ Nino bertanya
" nginep, berduaan di apartemen" Rena masih fokus dengan HP nya.. tapi dari nada bicara nya ia jelas marah Nino tau itu.
Nino mendekat, ia bersujud di depan bunda nya,
"bunda, ayah udah cerita soal Ana?? " tanya Nino, ia takut jika ia cerita, dan ayah nya belum, rena akan khawatir
"kalian sama saja, kamu juga Nino kenapa ga minta Edo atau siapa ke temenin kamu di sana"
Nino menahan nafas, wanita cantik di hadapan nya benar benar marah,
"Nino udah minta ke ayah buat kirim seseorang buat temenin Nino, tapi kata ayah ga usah, ini WA nya juga masih ada"
Rena melayangkan tatapan tidak suka,
"maaf bunda, Nino salah, tapi sumpah ga terjadi apa apa, ana tidur di kamar dan Nino di ruang TV.
jangan marah ya? Nino ga bisa kalo bunda marah" ucap Nino sedih..
pak joko datang, ia tidak berbicara apa pun karna melihat majikan nya sedang serius.
Rena bangun dari duduk nya, ia pergi.
"kalian laki laki sama saja, senang mendapat kesempatan seperti itu"
Rena menggerutu, mata nya tertuju pada joko, joko merasa tak enak karena ia juga laki laki, ia semakin menunduk,
Rena telah keluar dari rumah, joko mengikuti nya, membukakan pintu mobil untuk nyonya nya.
"huhhhh" Nino membuang nafas nya kasar, ia juga bangun dari sujud nya,
"bunda benar benar marah " gumam nya, ayah nya pasti sudah menjelaskan, mereka harus siap siap saja di diamkan oleh Rena minimal 3hari kedepan😂,
July telah menerima mobil nya, berkat seseorang dari team nya ayah Rey,
ia pergi, mencari makan siang, terlintas di pikiran nya ingin membawakan Nino makan, tapi ia sedang di jam praktek, Ana mengurungkan niat nya, ia akan makan sendiri saja...
berbelok untuk masuk ke sebuah parkiran resto, July turun dari mobil nya, tanpa ia tau,
Rey meminta Rio team nya mengawasi July, bagaimana pun mereka harus siaga,
"nona masuk ke resto Frans" Rio melapor
"temani dia, tapi jangan sampai nona tau" ucap Frans
"baik"..
July telah memesan makan siang nya, ia pergi ke toilet, Rio tidak mungkin mengikuti nya,
brakkkk,
tas seorang gadis muda jatuh, dan isi nya berantakan,
July sigap membantu nya,
" makasih banyak kak" ucap gadis muda itu
"sama sama.. tali tas mu putus.. " July melihat nya
"iya.. aku punya peniti, sementara akan aku pasang biar bisa di jinjing" ucap nya tersenyum.
"syukurlah" ucap July,
mereka berdua bangun, gadis muda itu memiliki coklat dari tas nya tadi..
"kak, karena kakak sudah membantu, aku mohon Terima ini ya.. " ucap nya memelas..
"ga usah dek, kakak ikhlas ko bantu kamu" ucap July,
__ADS_1
"emh, begini saja, kita bagi dua, kakak ga boleh nolak, ini ucapan terimakasih"
gadis muda itu mematahkan satu blok coklat untuk nya,
"ga boleh nolak rezeki lho kak" ucap nya menyodorkan coklat itu
"ayo kita makan, ia menyuapkan coklat ke mulut nya, July sulit menolak nya, ia menggigit sedikit coklat nya, hanya menghargai gadis itu
" ini sangat enak "ucap July,
" tentu, ini coklat kesukaan ku kak...
kalau begitu, aku pamit ya kak, terimakasih kakak sudah bantu"
"jangan sungkan, sama sama" July tersenyum.
"jangan lupa coklat nya di makan ya kak"
July mengangguk dan tersenyum,
setelah m nyelesaikan urusan nya di toilet, July kembali ke meja..
pesanan nya pun datang, ia segera memakan nya,
Rio terus mengawasi dari jauh, ia juga memesan minuman agar tidak terlalu mencolok memperhatikan July
"terus awasi Nona, jangan lengah" ucap Frans melalui earphone "
July selesai, menenteng sebuah minuman ia meninggalkan resto,
menyalakan lagu agar tidak terlalu sepi, July akan langsung pulang ke apartemen nya, ia masih banyak pekerjaan,
July memelankan laju mobil nya,
ia merasa tenggorokan nya kering, ia meraih air mineral dan meminum nya,
namun setelah itu, tenggorokan nya malah sakit,
July panik, ia kesulitan bernafas..
meraih HP nya di dompet, July menghubungi Nino... setelah 3x panggilan, Nino tidak mengangkat nya, ia sedang banyak pasien..
July kesakitan, dan nafas nya benar benar sulit,
_ya Tuhan, dada ku panas, ada apa ini?? _ July mencoba keluar ia batuk batuk, dan minta pertolongan pada orang orang di sana..
Rio yang melihat itu langsung datang
"nona ada apa?? "
July mencengkram lengan kemeja Rio.
ia tidak bisa bicara mata nya sudah berair, July pingsan.. beberapa orang datang menolong
"tolong bantu saya ke mobil, akan saya bawa ke RS " ucap Rio
mereka membantu, Rio membereskan mobil dan membawa dompet July, ia segera ke RS
"Frans nona pingsan. ia sempat tidak bisa bicara"
Frans menegang
"bawa ke RS, aku kabari tuan muda"
"aku di perjalanan ke RS" ucap Rio
"baik... "
Farhan mengetuk ruang praktek Nino, ia meminta ijin untuk bicara sebentar, Nino menghampiri nya
"dokter maaf mengganggu, nona July pingsan, dan sedang dalam perjalanan ke mari"
Nino terkejut,
"kenapa bisa pingsan?? "
"saya kurang tau dok "
Nino langsung pergi ke UGD,
tepat setelah sampai, Rio pun datang
"tuan... nona di dalam.. " ucap nya berputar.. membuka pintu belakang mobil nya,
__ADS_1
Nino masuk,
"ya Allah... " ia menggendong July, perawat sigap membawa blankar,
"cepat Sus" ucap Nino ia panik.. ada apa dengan July, wajah nya begitu pucat.
Nino ikut masuk ke ruang periksa.. ia ingin melihat langsung penanganan nya..
"jantung nya lemah dok" ucap seorang suster
dokter Fera yang bertugas memeriksa nya.
"ambil sampel darah, bawa ke lab" perintah nya,
Nino terus menatap July, ia membantu memasangkan oksigen di hidung nya,
"kamu kenapa sayang.?? " Nino mengusap kening nya, merapihkan anak rambut yang menempel karena keringat, Nino juga memasangkan infus,
jika ia biasa saja melihat pasien lain mendapat penanganan, tidak pada July, hati nya terasa sakit,
infus dan oksigen terpasang,
cek lab sedang di lakukan.. Nino menemani July, ia belum siuman,
Nino keluar sebentar, menghampiri Rio, ia harus tau apa yang terjadi.
"kamu anter mobil Ana ke apartemen nya? lalu apa yang terjadi?? “
Rio menceritakan semua nya,
Nino curiga.. apa July keracunan makanan di resto??
" apa minuman nya masih ada?? " tanya Nino,
"saya meninggalkan itu di mobil, hanya membawa dompet dan HP nona tuan"
"bawa minuman itu, dan yang lain nya yang ada di mobil, aku harus cek itu"
"baik tuan.. " Rio kembali ke mobil July,
Nino pun masuk lagi ke ruangan.
"dokter.. " dokter Fera memanggilnya,
"maaf bisa kita bicara sebentar"
Nino datang, ia duduk di depan meja periksa dokter Fera.
"cek lab sudah ada, nona keracunan makanan dokter" Nino masih menyimak, dokter Fera menyerahkan hasil lab nya,
"ini dokter... "
"dia baru selesai makan di restoran" ucap Nino
"saya akan memeriksa lebih lanjut, nona akan kami pindahkan ke ruang perawatan sampai ia membaik"
"lakukan lah" ucap Nino
Nino tentu paling depan membantu July berpindah ruangan, mengusap rambut nya pelan, Nino memandangi wajah calon istri nya,
"tadi pagi kamu baik baik saja Ana" ucap nya pelan, entah bagaimana tiba tiba Nino terpikirkan soal Hans,
Frans terburu buru, rey tertinggal berkas penting di rumah nya,
Rena sudah berada di rumah setengah jam lalu,
"nyonya maaf, saya mau ambil berkas yang tertinggal di ruang kerja tuan" ucap Frans
"silahkan Frans" Rena tersenyum.
ia juga akan ke kamar nya, berjalan mengikuti Frans karena ruang kerja Rey dan kamar nya berdekatan...
"jadi nona keracunan?
bagaimana bisa kamu saya tugaskan mengawasinya Rio" Frans terdengar marah, Rena tidak sengaja mendengar nya
"jadi bagaimana nona July sekarang? “ tanya nya pada Rio
Rena menegang, _apa?? July?? keracunan?? ada apa ini_ hati nya bertanya tanya
ia membuka pintu ruang kerja suami nya, Frans terkejut,
" ada apa dengan July Frans..?? "
__ADS_1