
Yuda menggenggam erat tangan putri d belakang punggung nya, melindungi wanita nya dari tatapan lelaki yang mungkin sedang emosi,
Edo berdiri di balik gerbang rumah momi, menunggu momi keluar dari rumah,
Yuda sungguh sangat terlambat mengantarkan putri pulang,
setelah drama hampir terjadi sesuatu di kamar kafe milik Yuda, mereka menetralkan suasana, Yuda membawa makan siang untuk putri, dan mereka makan bersama..
momi datang,
Yuda menundukan pandangan nya, genggaman tangan putri menguat, keadaan jadi lebih canggung.
Edo bergeser beberapa langkah, mempersilahkan momi untuk maju,
"sudah puas???
apa kalian menikmati waktu bersama dengan romantis??" (tanya momi)
"mih... " (putri hendak bicara, namun Yuda melarang nya dengan kode tangan nya)
"bahkan kalian berani bergandengan tangan di depan momi?? “ (momi tersenyum sinis, jujur.. ini bukan pribadi nya, momi sangatlah lembut)
" maaf nyonya, ini salah saya...
saya menahan putri di cafe, untuk makan sebelum pulang" (jujur yuda gemetar mengatakan nya)
"kamu pikir kami tidak memberi nya makan? " (tanya momi)
"lalu untuk apa kalian pulang?? bukan kah lebih baik kalian melarikan diri saja, menikah diam diam dan mungkin ga akan kembali" (tambah momi)
Yuda menggeleng cepat,
"saya janji, nyonya.
__ADS_1
hal itu ga akan pernah terjadi, saya akan berusaha se baik mungkin, agar layak untuk putri"
Yuda melirik pada putri, dia tersenyum,
"masuk lah... sampai jumpa lagi"
putri sungguh enggan, bergantian menatap Yuda dan momi, Yuda melepaskan genggaman tangan nya, sungguh ia tidak rela
"hati hati di jalan ka, kabarin aku kalo udah nyampe " (putri memerankan suara nya, namun Yuda dapat mendengar nya)
"pasti, nanti aku kabarin" (Yuda tersenyum, putri pun masuk, melewati gerbang, mencium tangan sangat momi, ia menunggu yuda untuk pulang)
"saya permisi nyonya, maaf untuk semua nya"
mundur, Yuda menyalakan motor nya, dan berlalu, ia tidak melihat momi menjawab nya, walau hanya sekedar mengangguk,
momi berlalu, meninggalkan putri yang masih di tempat nya,
momi akan menyiapkan sambutan untuk rey, sebentar lagi semua team akan berkumpul di sini,
"bi, mau ada acara apa?? ko sibuk?? “
" eh si non mah, emang ga tau den reynan mau pulang?? sudah di perjalanan.. mungkin 1jam lagi sampai"
"yang bener bi?? " putri sangat senang mendengar nya... akhir nya rumah ini akan ramai lagi, ia sangat rindu pada kakak kakak nya..
"makanya, jangan pacaran aja yang di urusin, sampai kakak sendiri ga tau mau pulang" (ucap momi sinis sambil menaiki tangga menuju kamar rey)
ya benar.. putri adik yang kurang baik, kakak nya saja mau pulang masa dia ga tau sama sekali, membuang nafas nya kasar, ia akan meminta maaf nanti pada kakak kakak nya, putri pergi ke kamar nya menyimpan tas, lalu ia pergi ke kamar Nino, bergabung bersama pengasuh mengajak Nino bermain
**
mendarat dengan mulus di bandara soekarno-hatta, rey menyampaikan terimakasih atas penerbangan nya kali ini pada sangat pilot dan pramugara handalan nya,
__ADS_1
mereka sangat sangat bisa di andalkan,
mendapat kejutan yang tak terduga, Nino menjemput ayah dan bunda nya di bandara bersama momi,
Nino dengan rengekan nya ingin segera bertemu orang tua nya,
rena memeluk momi, saat nino memeluk sang ayah dengan erat,
"gimana perjalanan nya sayang, apa kamu jetlag? “
" alhamdulillah engga mih, dia ga rewel (mengusap perut nya yang sudah mulai terlihat)
"syukur lah... " (momi mengusap kepala sang menantu)
"ayah Nino sepi di rumah... (terisak, Nino menangis) kaki ayah masih sakit ya? ko ayah pake kursi roda???"
"iya sayang, ayah kangen sama Nino, jadi pengen buru buru pulang" ( mencubit pipi sang jagoan gemas, rey pun mengusap air mata yang ada di pipi jagoan nya)
beralih pada sang bunda, rena merentangkan tangan menyambut pelukan yang ia rindukan...
"sayang nya bunda.. maaf lama ya bunda pergi nya"
Nino menggeleng, mengusap air mata dengan punggung tangan nya,
"mana dede bayi nya bunda?? "
rena langsung tertawa, rey dan momi pun demikian.. Nino tidak sabar untuk ade bayi nya,
"dede bayi nya masih di perut bunda sayang, nanti kalau sudah waktu nya, akan lahir, Nino sabar ya.. " (mencium pipi jagoan nya gemas. )
"iya bunda... "
mobil sudah siap, waktu nya mereka pulang,
__ADS_1
kembali ke rumah yang penuh kehangatan.. berharap segala nya cepat berlalu, dan sang suami secepat nya Allah beri kesembuhan🥰🥰