Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 71


__ADS_3

Al pergi pagi pagi sekali, ia ada janji dengan frans, namun hati nya berkata dia ingin ke rumah lama mereka, hanya mampir sebentar bernostalgia.


melajukan mobil nya menuju arah rumah lama nya, Al ingat, setiap waktu yang ia habiskan di jalan ini, mereka suka becanda di mobil, bunga gadis periang, Al jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat bunga menyumbang sebuah lagu di acara pernikahan teman nya, suara nya bagus, namun ia pemalu...


sampai beberapa meter sebelum rumah nya, Al memelankan, laju mobil nya,


rumah itu tidak tampak ada perubahan, bahkan cat nya pun sama..


Al menurunkan kaca mobil nya agar ia tampak dengan jelas melihat rumah itu, namun siapa sangka, seorang pria masih mengenali nya, mengintip nya dari arah jendela


"pak al..? "


"ah pak ustadz" al membuka pintu mobil nya, ia keluar, menyalami pria itu


"pak al sedang apa? apa ada sesuatu sama ibu? "


"engga pak, kebetulan lewat, saya pengen liat aja, kangen" ucap al sungkan


"apa bu bunga sehat pak? "pak ustd bertanya


" saya sudah putus komunikasi dengan bunga pak"


"pak al sudah menikah lagi? "


"belum pak" al tersenyum


"bapak buru buru ga? bisa mampir ke rumah? ada yang mau saya bilang"


al memeriksa waktu nya, hanya 20 menit lagi waktu bertemu frans


"soal apa ya pak? " tanya al penasaran


"soal ibu bunga"


al penasaran, ia meng iyakan ajakan pak ustad, rumah nya tidak jauh dari rumah al yg dulu.


istri pak ustad menyuguhkan kopi dan cemilan untuk al, al sangat senang, ia cukup akrab dulu saat tinggal di sini.


"pak al, maaf sebelum nya, bukan saya akan ikut campur urusan keluarga anda, saya sebelum nya berdiskusi dengan istri soal ini, dan seperti nya harus d sampaikan segera"


"tentang apa pak? "


"setelah pak al berpisah sama ibu, ibu pindah rumah, nah kebetulan rumah nya itu hanya terhalang satu rumah dengan anak menantu saya, yang jadi masalah, beberapa kali anak kami bertemu dengan ibu, ibu seperti pura pura tidak kenal, padahal kita di sini dekat, ibu juga terlihat selalu terburu buru kalo keluar rumah"


"bagaimana suami nya pak? "


"biasa saja pak, tidak terlalu akur dengan tetangga, hanya terlihat pulang dan pergi,


anak saya suka melihat ibu memiliki luka, terakhir 3bulan lalu, ada luka goresan di pipinya"


tambah pak ustad


"maaf lho pak, saya bukan ikut campur, tapi waktu kita di sini kita sangat dekat, saya sudah anggap pak alif dan ibu seperti keluarga"


"saya sangat berterimakasih pak, jujur saya lagi cari bunga"


"kalo boleh tau ada apa pak? "


"sudah setahun ini kita putus komunikasi, juliana kan di bawa mamah nya, saya jadi tidak bisa melihat perkembangan nya"


"anak saya bilang, ibu sudah lama ga keluar, dan ga liat anak anak"


"iya pak, ceritanya rumit, entah kenapa bunga meninggalkan anak anak di jalan, untung nya teman saya menemukan nya, jadi mereka merawat nya"


"astagfirullah, tapi yang saya lihat suami bu bunga kurang baik pak maaf"


"apa bunga masih di sana, saya mau bertemu"


"seperti nya masih, cuma itu sudah beberapa lama tidak terlihat"


"saya minta alamat nya pak"


"boleh pak, sebentar... "


pak ustad masuk, membawa buku dan pulpen, ia menuliskan alamat dan denah lokasi nya agar al lebih mudah mencari tempat nya,


al menyeruput kopi nya,ia tidak ingin berlama lama, al pamit pada pak ustad dan istri nya.


menelpon frans segera, ia meminta frans menemani nya ke rumah itu,.


frans dan al masing masing menuju rumah yang d maksud, mereka bertemu, al masuk ke mobil frans memantau nya dari dalam,


hingga kurang lebih 40 menit, al melihat mobil mewah keluar dari rumah itu, mungkin itu bram..


"apa sekarang saja kita masuk, tidak terlihat ada pergarakan di dalam"


"ayo frans"


"aku berharga di depan, kamu berkeliling al "


"oke"


mereka turun dari mobil, perlahan membuka gerbang rumah bram,

__ADS_1


al berkeliling, rumah ini sangat sepi, ia jadi ragu apa benar bunga di dalam??,


ia terlanjur penasaran, al melanjutkan pergerakan nya ia menemukan ruangan paling belakang dengan gorden sedikit terbuka,


al mengintip ke dalam, mata nya mengawasi, di dalam gelap tidak ada cahaya lampu,


tubuh nya menegang seketika, melihat perempuan tergeletak begitu saja di lantai, al menggebrak jendela,


"bunga... "


bunga tidak bergerak, al takut...


ia lari ke depan,


“ada apa? “ tanya frans


"bunga di dalam, seperti nya dia pingsan"


frans membantu al mendobrak pintu utama, dan berhasil setelah beberapa kali menabrak nya,


al mencari ruangan itu,


"di ujung sana frans.. " ucap al menunjuk arah, mereka menuju kamar paling ujung, syukur lah pintu nya tidak terkunci,


al memeriksa, keadaan perempuan itu, hati nya begitu nyeri seketika melihat keadaan mantan istri nya itu,


perlahan al menyentuh wajah bunga, menepuk nya beberapa kali di pipi


"dek.. ini mas.. "


bunga tak bergeming, al memeriksa detak jantung nya, "ya Allah, lemah sekali" ucap nya


al langsung menggendong nya,


"ayo ke rumah sakit frans"


"ayo"


frans membuka kan pintu mobil al,


Al menidurkan bunga di kursi penumpang, mata nya memanas seketika, tubuh nya sangat kurus, ia sangat ringan, Al memeluk tubuh ringkih bunga,


"maaf, maaf, maaf" hanya itu yang al ucapkan, penyesalan nya meninggalkan bunga dulu kini terasa oleh nya, harus nya ia menyelidiki dulu tentang istri nya, dia emosi 5tahun lalu sehingga tidak ingin mendengarkan apa pun penjelasan istri nya,


"ayo frans"


frans segera ke mobil nya, mereka sama sama menuju rumah sakit, Al tidak fokus, mata nya trus mengawasi bunga di belakang,


rey langsung menuju RS membawa serta sang istri,


sesampainya di RS, bunga mendapatkan penanganan, al memeluknya lagi, sebelum masuk ke IGD,


frans menepuk Pundak nya, memberikan kekuatan,


"aku ga akan lepasin laki laki itu, bagaimana bisa bunga seperti itu hidup dengan nya"


"kami akan bantu mencari nya"


al mengangguk, ia gelisah, kepala nya bertumpu pada kepalan tangan nya, bagaimana ia melihat wajah wanita yang masih ia sayang, beberapa memar di wajah nya, tubuh nya jauh lebih kurus saat terakhir mereka bertemu,


rey datang, al memeluk teman nya itu


"dia kacau rey, laki laki itu merusak nya" al terisak, rey menepuk punggung teman nya,.


"apa dokter sudah keluar? " tanya rey, al merenggangkan pelukan nya, ia menggeleng lemah,


rena melihat al begitu rapuh, sekelas lelaki saja bisa sedih begitu, bagaimana parah nya keadaan mamah nya ana??


sekitar 20menit berlalu, dokter akhir nya keluar ruangan,


"bagaimana dok? "


"pasien sangat lemah, lambung akut, hampir seluruh tubuh nya biru biru, ini kekerasan, pasien harus d rawat, untuk pemulihan"


"lakukan yang terbaik dok" ucap Al,


"baik tuan, pasien akan di pindahkan ruangan nya"


al mengangguk


"terimakasih dok"


"sama sama tuan, saya permisi"


Al salah tingkah, ia meraih jaket nya


"kamu mau kemana Al? " tanya rey


"aku belum siap melihat nya rey, aku akan mengurus administrasi,


beritahu aku nanti ruangan nya, aku perlu refres kepala ku"


rey mengerti, ini tidak mudah untuk teman nya ini,

__ADS_1


"pergi lah, ada kami di sini" ucap rey,


Al pergi, ke sebuah minimarket, membeli rokok dan kopi,


pintu ruang IGD terbuka, bunga terlihat belum sadar, suster membawanya menuju ruang inap, "aku akan ikut ya" ucap rena, rena begitu terenyuh melihat keadaan bunga,


"ayo aku juga" ucap rey, mereka mengikuti kemana suster membawa bunga,


rena menatap suami nya, matanya sudah berkaca,


"itu mamah nya ana? "


"iya sayang, keadaan nya jauh berbeda saat kita bertemu terakhir kali"


rena menyelipkan tangan nya di lengan rey, ia sungguh tak tega,


bunga sudah berada di ranjang nya, tinggal menunggu ia siuman, rena mendekat, duduk di pinggir ranjang nya, rey memperhatikan istri nya


rena ingin menyentuh tangan bunga, namun ada luka di sana rena takut itu akan membuat nya sakit,


beberapa menit berlalu, bunga mulai sadar, ia terlihat mengerutkan matanya,


"ayah, sudah sadar" ucap rena berbisik


rey mendekat, benar bunga sudah sadar,


"aku telpon Al dulu di luar ya"


rena mengangguk


bunga membuka mata nya, memperhatikan siapa wanita yang ada di hadapan nya itu, ia tidak mengenali nya, rena tersenyum


"syukur lah kamu sudah sadar.. "


bunga kesulitan bicara, mungkin ia masih sangat lemah


"apa mau minum? “ tanya rena, bunga mengangguk lemah


rena segera meraih botol minum, menuangkan isi nya ke dalam gelas,


" pelan pelan ya" kata rena


bunga seperti menahan sakit saat hendak bangun,


"tunggu aku ambil sedotan" rena meraih sedotan di atas meja, membuat bunga tidak usah bangun..


bunga mengangguk, ada seutas senyum di bibir nya, rena pun tersenyum.


bunga memperhatikan sekitar,


"kamu di rumah sakit, Al membawa mu kesini" bunga terlihat terdiam,


"Al.?? " tanya nya lemah


"ya Alif, mantan suami kamu, oiya aku rena, istri dari reynan, teman alif"


bunga tersenyum lagi, mungkin ia mengerti apa yang rena katakan,


rena membuka dompet nya, menunjukan foto pada bunga,


"apa ini putri mu juliana? “ bunga seketika menangis, melihat foto anak nya yang rena peluk ia sangat cantik dalam foto itu


" kamu tenang aja, ana bersama kami, juga rakha, aku. menemukan nya di jalan hampir 3bulan lalu"


"terimakasih" kata bunga


rena memberanikan diri menyentuh tangan bunga,


"aku menyukai putri mu, dia sangat cantik"


bunga mengangguk lagi,


pintu terbuka, al dan rey datang, rena bangun memberi tempat untuk al mendekat,


bunga menangis lagi, tangan nya terangkat, ia ingin meraih Al,


Al cepat mendekat, memeluk bunga, tangis mereka pecah,


"mas... maaf" suara itu sangat lemah, namun dapat Al dengar dengan jelas,


"sudah aku maafkan" bunga terdengar meringis, mungkin ada bagian tubuh nya yang sakit karna pelukan Al, Al menjauh, ia merogoh saku jaket nya,


"aku punya sesuatu" ucap nya, bunga menunggu


Al mengeluarkan sekotak coklat kesukaan bunga, bunga menangis lagi, sudah begitu lama ia melupakan itu, dan kini mantan suami nya yang ingat hal itu,


Al membuka bungkusan coklat di tangan nya, mematahkan satu bagian, ia menyuapi bunga dengan itu, bunga menggeleng,


ia malah mengangkat lagi kedua tangan nya, ingin memeluk Al, lelaki yang ia khianati, lelaki yang ia patahkan hati nya, lelaki yang menikahi nya dengan cinta 9 tahun silam.


Al memeluk nya lagi dengan hati hati,


rena tak tahan, ia mengajak suami nya untuk keluar kamar, memberikan waktu untuk kedua nya saling menyelami perasaan...

__ADS_1


__ADS_2