Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 68


__ADS_3

Al tidak bisa diam saja, ia dalam perjalanan pulang ke apartemen nya, ia berhenti di depan toko cake kesukaan mantan istri nya, entah begitu saja terlintas, apakah bunga masih sering ke sana?


al mengetuk ngetukan tangan nya di stir mobil, memperhatikan toko yang masih buka walau ini sudah jam 9 malam..


Al penasaran, ia membuka pintu mobil nya,


ia harus menanyakan hal ini siapa tau akan jadi petunjuk,


"selamat malam tuan, ada yang bisa kami bantu" seorang wanita sudah ber umur itu menyapa Al,


Al tersenyum.


"aku mencari kue"


"apa kah ada yang ber ulangtahun? " tanya wanita itu


"ah tidak, itu untuk anak ku, dia suka kue"


"baik lah, di sebelah sini tuan"


wanita itu menunjukan display sebelah kanan, beberapa kue terlihat begitu lucu, memang di desain untuk anak anak, Al tersenyum lagi,


" yang warna pink saja bu"


"baik.. " wanita itu membuka kaca lemari dan membawa kue berukuran sedang itu,


"apa ucapan untuk putri mu tuan? "


"tulis saja nama nya _juliana wijaya_ " ucap Al mantap


wanita itu tersenyum,


ia menggoreskan coklat leleh di atas kue itu, dan menulis nama putri nya di sana, sungguh profesional.


"apa ada yang lain" kata wanita itu lagi,


"ah iya, maaf Bu, biasa nya mamah nya yang membelikan kue, tapi beberapa waktu ini saya kehilangan nya"


nada bicara Al melemah, wanita pemilik toko itu memperhatikan nya, alif mengeluarkan HP di saku jas nya,


"apa ibu pernah melihat wanita ini, dia mantan istri ku'


wanita itu meraih HP alif, " maaf Pak boleh lebih dekat" Al mengangguk, wanita itu mengerutkan kening nya, mengingat sesuatu,


"apa kah anda tuan alif? " ucap wanita itu


Al terperangah, dari mana pemilik toko itu tau?


"iya betul saya alif"


"tuan mungkin tidak mengingat saya, tapi nona bunga sering membeli kue untuk tuan, dia berkata untuk suami nya, saya ingat betul, membuatkan kue bertuliskan happy anniversary ke 3 pernikahan kalian yang nona pesan"


Alif terdiam,


ya, sebelum peperangan antara diri nya dan bunga, beberapa hari lalu mereka merayakan aniversary ke 3tahun pernikahan nya bunga memberi nya kue ke kantor,

__ADS_1


"betul bu, saya pun masih ingat, apa bunga pernah datang dalam waktu dekat ini"


"iya tuan, tapi saya ingat nona tidak bersama tuan, entah siapa lelaki itu, tapi seperti nya tampak kasar, saya melihat nya membentak nona, agar segera memilih kue nya"


alif menatap kue bertuliskan nama anak nya,


"apa yang sebenarnya terjadi bunga?? " ia bergumam dalam hati


"tuan maaf, mungkin itu sekitar 4-5 bulan lalu, nona seperti ketakutan, dan asal memilih kue, dia juga memiliki mata yang sembab seperti habis menangis lama"


"apa ibu ingat lelaki itu"


"ya dia tinggi hampir seperti tuan, putih, ada cambang seperti orang Turki begitu"


Al mengangguk, ia tidak bisa meraba siapa lelaki itu, "boleh saya meminta tolong bu? "


"selama saya bisa bantu tuan"


"ini kartu nama saya, saya minta tolong, hubungi saya cepat jika bunga berkunjung"


wanita itu mengangguk,.


"semoga nona suatu saat datang, akan saya kabari tuan segera "


Al tersenyum, membayar kue yang ia pesan, berterima kasih, lalu pergi pulang.


_ sedikit flashback _


Al menemukan tes kehamilan di tempat sampah kamar nya, ia sedang mencari kertas yang sempat ia buang tadi,


Al tersenyum.


ia melihat sang istri melamun di balkon kamar nya, ini sudah malam dia masih di luar,


Al memeluk bunga dari belakang, namun respon bunga begitu membuat Al heran, bunga sangat terkejut, mungkin karna efek ia melamun, bunga menjauh, wajah nya terlihat pucat.


"kamu terkejut..? maaf ya" Al tersenyum, memperhatikan wajah istri nya,


bunga hanya mengangguk, Al mendekati nya, namun bunga malah mundur


"jangan dekat mas please"


"apa kamu sakit dek? wajah kamu pucat"


bunga malah menangis, membuat Al kebingungan.


"dek ada apa? kamu punya masalah? sini cerita sama mas"


Al tau, Beberapa bulan ini ia sibuk pulang pergi ke Singapura, ia hanya sekena nya berkomunikasi dengan istri nya.


"aku hamil" ucap bunga, namun mata nya menerawang, air mata di pelupuk matanya sudah penuh, siap meluncur lagi


"itu bagus bukan, Juli akan memiliki adik, aku meng inginkan nya" bunga menggeleng,


"tapi ku tidak mas"

__ADS_1


Al mengerutkan alis nya,


"apa kamu belum siap? " Al berpikir demikian, mungkin kah bunga belum siap hamil, dan perlakuan nya ini efek dari kehamilan nya


"aku ga mau mas.. aku ga mau... " bunga menggeleng gelengkan kepala nya ia menangis lagi, Al sigap memeluk nya wlaupun bunga sempat melawan namun Al tidak membiarkan istri nya terlepas,


bunga menangis kencang, meremas kaus di dada suami nya, Al mendekap nya, mengelus rambut dan punggung istri nya memberikan ketenangan..


hingga beberapa menit berlalu, dan bunga tampak tenang, masih terdengar isakan kecil dari istri nya, Al mengeratkan pelukan nya, membuang nafas kasar,


"kita masuk, ini sudah malam, istirahat lah... " ucap Al pada bunga, mungkin jika membaik bunga akan bercerita seperti biasa nya,


bunga menghapus air mata di pipi nya, merenggangkan pelukan nya, ia begitu saja berjalan ke arah kamar, meninggalkan Al sendirian di balkon.


Al tersenyum, bunga pun berprilaku aneh saat mengandung Juli dulu, setidak nya Al tau sedikit tentang ibu hamil.


Al merapihkan meja kerja nya, ia juga akan pergi tidur, setelah melihat putri nya sudah terlelap di kamar nya, Al langsung masuk ke kamar, mematikan lampu utama, istri nya sudah tidur juga, Al mendekat, berbaring di sebelah nya, menatap wajah sang istri sampai terlelap juga


**


malam berlalu, Al terusik karna pergerakan istri nya, melihat bunga masih tidur, padahal jam sudah menujukan pukul 7 pagi


Al memeluk istri nya, dan bunga terbangun..


" ayo bersiap, aku akan libur kerja kita periksa kendungan" ajak Al, ia membelai rambut istri nya


wajah bunga menegang,.


"bagaimana kalau Al tau, usia kehamilan ku sudah dua bulan , sedangkan dia bulan lalu tidak di sini, dia hampir se bulan penuh di Singapura" bunga berpikir, ia nampak melamun hingga terkejut dengan ciuman Al di bibir nya


"mas... jangan dekat" bunga melepaskan ciuman itu


"ayo kita *main* sebelum berangkat" Al membelai lengan istri nya, namun tubuh bunga bergetar,


"mas aku merasa lemas dan mual"


Al tertawa kecil,


meraih sebelah pipi istri nya, la mengecup kening bunga "baiklah, ibu hamil, aku tidak akan memaksa, aku akan mandi dan bersiap oke"


bunga mengangguk, melihat suami nya masuk ke kamar mandi, ia menangis lagi


"mas bagaimana aku bilang semua nya sama kamu? "


HP nya berdering, telpon dari lelaki itu bunga cepat bangkit, ia pergi ke luar kamar nya


"lama sekali sih? " ucap bram


"kamu tau aku lagi di rumah, ada Al kami sedang di kamar"


" aku tidak perduli" jawab bram acuh


"apa mau kamu? " tanya bunga


"malam nanti datang ke apartemen ku oke, tidak ada alasan, ingat aku bisa saja membunuh anak dan suami mu" bram begitu saja menutup telpon nya, bunga menangis lagi, kepala nya bertumpu pada HP yang ia genggam, ia tertekan sungguh..

__ADS_1


__ADS_2