
"tidak ada yang mencurigakan " (kata dr dona)
tensi darah normal, detak jantung normal, rey juga tidak demam, dr dona bingung.
"pak rey, apa yang bapak rasa sekarang? "
"saya sedikit pusing, lemas, dan mual dok"
dr dona curiga, namun ia tidak mengungkapkan nya.
"pak rey hari ini istirahat yg cukup ya, biar badan nya lebih fresh nanti nya"
rey mengangguk,
ia berfikir keras, ada pertemuan penting hari ini, dan kenapa mendadak badan nya tidak sehat begini sih, rey akan mempersiapkan kematangan acara nya
"ibu, boleh saya bicara sebentar?? (kata dr dona pada rena, rena heran kenapa tidak dokter katakan saja langsung, apa ini soal penyakit rey?? apa kah bahaya??)
" baik dok, kita di belakang saja,
sayang tunggu ya, (rena tersenyum manis pada suami nya,
rey ingin protes namun dia lemas, ia malas bicara, mood nya sangat jelek) "
rena dan dr dona duduk di kursi menghadap kolam renang di teras belakang,
"dok, apa ada penyakit yg serius? (rena tak tahan, ia harus segera tau) "
"ibu jangan khawatir, pak rey sehat, namun saya sedikit curiga" ( dr ldona membuat rena tertegun) ".
" curiga kenapa dok?"
"mohon maaf jika pertanyaan saya buat ibu kurang nyaman ya? "
rena mengangguk,
"kapan terakhir kali ibu halangan?
karna saya curiga yang pak rey rasakan itu, seperti orang ngidam"
rena tak percaya pernyataan dr dona,
ia mengingat ngingat tanggal berapa biasa nya ia haid, dan betul ini sudah se minggu rena telat ia tidak memperhatikan nya
"saya memang sudah telat sekitar se minggu dok"
(namun setelah mengatakan itu mata rena berbinar, benarkah ia hamil lagi??? dan rey yang merasakan ngidam nya???)
dr dona tersenyum ikut bahagia, bagaimana pun ia sudah mengabdi setidak nya 5tahun pada keluarga baskara ini,
" saya harus beli tes kehamilan berarti ya dok?? (rena begitu bahagia ia antusias) "
"boleh bu, mau tes sendiri boleh, mau ke RS ke bagian kandungan boleh"
"saya akan tes sendiri dok, emh boleh kah ini di rahasiakan dulu, bagaimana pun ini belum pasti kan?? "
"semua aman di tangan saya bu( dr dona membanggakan diri nya, rena sangat senang ia memeluk dr dona, dr dona lah yang terkejut, sang nyonya memeluk nya)
" dokter maaf, saya sangat senang"
"tidak apa apa bu"
dr dona undur diri, hanya memberikan resep vitamin yang harus rey minum,
"sayang, (rena mendekati suami nya yang masih berbaring, memeluk nya erat, ia bahagia, bagaimana mungkin jika benar rena hamil, rey yang merasakan ngidam.. sungguh kasihan suami nya itu, rey harus kerja dengan perasaan mual nya itu)
" apa yang d katakan dr dona? (rey berbicara, menciumi puncak rambut sang istri, ia memainkan rambut nya) "
"kamu terlalu sibuk sayang, kamu harus istirahat dulu, badan mu lelah, dan kata dr dona, jangan dulu itu... " (rena bingung mengutarakan nya) "
__ADS_1
"itu apa? “
bagaimana aku menyampaikan nya fikir rena, dr dona td sempat bilang, jika benar ia hamil, trimester pertama harus berhati hati jika berhubungan suami istri, bagaimana pun janin masih rentan, apa lagi rena punya riwayat keguguran,
" emh itu, jangan sering dulu berhubungan (rena memelankan suara nya, lalu ia menutupi wajah nya dengan telapak tangan, ia malu, ini di ruang keluarga, takut ada yang dengar "
rey tertawa, melihat tingkah istri nya, tapi ia tak setuju kalo soal itu,
"loh ko jadi begitu, apa hubungan nya?? "
"kamu kan harus banyak istirahat, sedangkan kegiatan itu menguras tenaga bukan? (rena melipat bibir nya, ia malu betul, dan ingin tertawa melihat wajah rey yang tidak Terima dengan pernyataan nya tadi) “
" aku cukup kuat sayang, mau aku buktikan?? " ( rey menantang)
"sayang, kamu harus istirahat"
"kenapa badan ku begini sih?? rasa mual ini ada terus"
rena kasihan pada suami nya itu, harus nya ia yg merasakan, rey pasti kewalahan.
"sabar ya sayang, sini mana yang tidak nyaman? mau aku pijit lagi??
" kepala saja, aku sedikit pusing, tadi pijatan mu buat aku nyaman"
"baik lah pak bos, akan saya lakukan"
rena menuruti ke inginan suami nya itu,
bagaimana ia harus membeli tes kehamilan jika rey ada di rumah?
apa minta tolong tina? tapi tina sedang menjaga Nino itu akan sedikit mencurigakan,
menikmati pijatan sang istri rey tertidur, rena menyelimuti suami nya, ini di sofa tapi seperti nya ia nyaman,
pergi ke dapur,
pak joko datang,
"non permisi"
"iya Pak ada apa?
" ada pak anto, sama tamu nya, katanya mau ketemu tuan"
rena mencuci tangan, seperti nya hal penting, karna sampai anto membawa tamu nya ke sini
"ayo pak kita temui.. (ajak rena) "
anto dan tamu nya menundukan kepala nya sedikit, memberikan salam pada nyonya nya,
rena heran, tamu bersama anto adalah se orang pria, namun pakaian nya sungguh unik, semua warna melekat pada baju nya, ia terlihat seperti bolu kukus pelangi🤣,
rena mempersilahkan tamu nya duduk
"pak, apa ada yang penting?? "
"betul nyonya, saya di minta tuan untuk datang jika tamu yang di tunggu sudah tiba, tadi nya kami akan bertemu di kantor"
"iya, rey sedang kurang sehat"
"iya nyonya, maksud kedatangan saya atas permintaan tuan, untuk membicarakan hal ini di rumah saja'
"baiklah kalo begitu, tapi rey masih tidur,
pak joko akan antar ke atas saja ya, tunggu sampai rey bangun"
sang tamu memperhatikan rena lekat lekat, sungguh wanita yang ayu, ia cantik, roni membayangkan ini akan cocok untuk nyonya nya, dia bekerja sama dengan orang yang tepat, akan ia kerjakan permintaan klient royal nya kini,
roni mengangguk
__ADS_1
"saya tidak keberatan menunggu nyonya, saya punya banyak waktu"
rena tersenyum, tamu nya sangat pengertian sekali,
"terimakasih, silahkan" (rena meminta pak joko mengantar tamu nya ke ruang kerja rey, ia kembali ke dapur, meminta bi sari menyiapkan cemilan untuk tamu nya"
anto dan roni melihat tuan nya sedang berbaring di sofa, ternyata rey seperti anak kecil saat di rumah,
beberapa menit kemudian,
rey terbangun, ia seperti mendengar suara dari arah ruang tamu, rena kebetulan lewat, ia dari teras belakang, melihat Nino dan tina yang sedang Mewarnai,
"sayang sudah bangun? (rena mendekat) “
" apa ada yang datang? “
"ada anto dan siapa tadi ya, roni atau siapa ya? " (rena lupa nama tamu nya)
"iya roni, aku ada janji dengan mereka"
"iya sayang, mereka di ruang kerja, "
rey tersenyum, mengusap pipi istrinya, rey bangkit
ia menuju dapur,
"aku buat kan bubur, tadi sarapan mu keluar semua kan, perut mu kosong"
"iya, tapi aku ga lapar sayang , aku pengen mangga ( rey membuka kulkas),
" mangga?
"iya, waktu malam aku juga makan mangga, aku taro di meja sisa nya, mana sekarang ya? "
rena tertawa kecil, suami nya sangat lucu,
"kalo malam, mungkin sudah bi asih bersihkan tadi pagi"
rey ke belakang mencari bi asih,
"bi.. mangga yang malem mana? "
bi asih datang, jadi ini tersangka nya, tuan kecil nya ini
"udah bibi kupas den, di bersihin, sayang masih ada setengah nya"
"iya malem rey yang makan , sekarang mana mangga nya? "
"tapi kan itu bekas den? terus masih muda..
bibi ambilkan yang matang saja ya?? "
"engga bi rey mau itu.. "
bi asih bengong, melirik nona nya yang sedang tertawa tanpa suara
ia segera mengambil mangga yang sudah di kupas, dan di potong itu dari dalam kulkas,
memberikan nya pada tuan nya
"nah ini dia, sayang minta gula ya, waktu malem juga enak pake gula" ( rey meminta rena mengambilkan nya, rena menurut)
"ayo kita bawa ke atas, aku mau ajak anto sama roni makan mangga ini" (rey bangga, mangga yang hanya beberapa potong, akan ia bagi bagi?)
rena menurut saja, mengikuti rey ke ruang kerja nya, membawakan mangga muda juga untuk nya, ini lucu,
tinggal lah bi asih dengan segudang pertanyaan di benak nya
apa mungkin efek samping dari sakit tuan nya itu jadi begitu??
__ADS_1