Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
curhat antara pria


__ADS_3

Rey terheran heran melihat kedatangan putra nya, Nino paling sulit di ajak ke kantor padahal Rey sering minta dia untuk belajar tentang semua nya. kini putra nya datang dengan cuma cuma.. yang membuat menarik, ia bak ABG se usia nya memakai pakaian santai.


"ayah kenapa sih liatin Nino aja"


Rey tersenyum, beralih dari pekerjaan pada putra nya, "so.. ada apa kamu terlihat fresh, dan bersemangat" ucap Rey sambil duduk di sofa yang Nino duduki.


"emang keliatan ya? “ tanya Nino polos


" ahahaaa, nak ayah juga pernah muda... apa kamu sedang jatuh cinta?? “


Nino menatap ayah nya


"aku harap iya yah, aku ga mau terpuruk terla


lu lama"


Rey mengangguk


"itu harus sayang, bukan berarti kita tidak sayang pada dia yang pernah kita cinta... tapi hidup harus terus berjalan, apa lagi posisi kamu itu baru dekat saja, ga seperti ayah dulu dengan bunda mu.. "


Nino mengangguk,


sudah lah.. akan ia tutupi perasaan duka nya,


"obat sakit hati karna perempuan itu ya perempuan lagi" ucap Rey tersenyum...


Nino menggaruk belakang kepala nya, padahal itu tidak gatal...


"siapa perempuan yang beruntung itu?? “


" ayah janji ga bilang sama bunda... " kata Nino bagai anak kecil


"kamu bisa mempercayakan rahasia itu pada ayah mu" Nino tersenyum lagi.


"tapi, apa menurut ayah ini benar?


Nino jujur sama dia kalo Nino baru saja berduka, dan Nino bilang bantu aku sembuh dari luka itu... "


Rey mencerna kata kata putra nya itu..


"aga sulit ya??, terus apa yang dia jawab? " tanya Rey


"dia ga jawab Iyah se cara langsung, tapi dia juga seperti memberi lampu hijau pada Nino"


"siapa dia? “ Rey to the point


" jullyana"


Rey merasa lega, setidak nya ia tidak perlu bekerja keras mendekat kan mereka.


"boleh ayah kasih saran? “


" apa?? “ Nino merubah mode nya lebih serius

__ADS_1


"kamu sedang down, tapi dia mau mencoba menerima mu,


kamu bagus sudah jujur tentang dirimu,


pertahankan...


jaman seperti ini jarang sekali wanita mau mengerti dan menerima keadaan kita yang sedang di bawah, kalau wanita itu mau menerima bu dengan apa ada nya, ayah minta pertahan kan... "


Nino tersenyum, ia mengangguk mantap,


"kami belum punya komitmen yah"


"santai saja, kalian masih muda, nikmati hidup, tapi ingat dalam batas wajar,


kalian juga perlu saling mengenal dulu"


"jadi ayah setuju"


Rey mengangguk, "jika bunda mu tau ia pasti juga senang"


"jangan dulu kasih tau bunda"


"baiklah, sesuai permintaan"


Rey tidak menyangka, putra nya sudah besar, ia mulai menyukai wanita dan sudah dewasa..


waktu sungguh cepat berlalu


"Marsya, apa kamu melihat dari surga, putramu sangat tampan, aku rasa ketampananku tidak se banding dengan nya saat aku se usia nya.. dia sudah jadi dokter, aku bangga pada nya, aku bersyukur juga Allah menghadirkan Rena dalam hidup ku, ia mampu menjaga anak kita, ia tidak pernah membedakan Nino dan shanum, kau juga pasti bangga bukan pada Nino?? “


Nino benar benar menunggu July selesai, ini jam makan siang, Nino mengajak ayah nya untuk makan siang bersama...


entah mengapa ini menjadi canggung untuk July, apa mungkin karena status antara dia dan Nino berbeda..?


Rey bertingkah seperti biasa nya seolah tidak tau ada hubungan antara kedua nya.. pesanan mereka sudah datang, mereka mulai makan...


"Ana, betul papah mu sudah terbang ke Singapura lagi?? " tanya Rey


"iya yah, tadi papah ambil penerbangan pagi"


"rakha kapan datang? kamu sendirian di apartemen?? “


" July belum tau yah kapan rakha datang,


tenang saja July terbiasa sendirian" July tersenyum dan itu terlihat sangat manis..


"kamu sudah dewasa, mengapa belum menikah? “


uhukkkk uhukkkk...


July tersedak, Nino refleks mengambilkan nya minum..


" sayang pelan pelan makan nya" ucap Nino

__ADS_1


July melayangkan tatapan tak suka pada Nino. ia malu pada ayah Rey sungguh, Nino sangat jelas mengatakan nya ayah nya pasti mendengar itu.


"sudah enakan?? " Rey bertanya


"udah yah" July merasa dada nya sangat sesak.. ia terbelenggu dengan dua pria tampan di hadapan nya,


"ayo lanjutkan makan nya" Rey tersenyum. dalam hati nya merasa bersalah, karna pertanyaan nya July jadi tersedak.


Nino mengerjapkan mata nya pada sang ayah. memberi kode untuk menyudahi obrolan itu, Rey melipat bibir nya, menahan tawa.


pekerjaan July sudah selesai.. ia tinggal menyusun laporan nya utuk di kirim pada sang papah, ia tampak diam sejak kejadian tersedak tadi, mereka sudah berada dalam mobil,


"Ana.. "


"ya... "


"ada apa? "


"aku syok... "


Nino tertawa,


"ga lucu dokter..... "


"maaf sayang" Nino masih tersenyum ia membuang pandangan nya ke luar, menyembunyikan senyum nya


"aku ga suka kayak gini, jangan panggil aku sayang, aku perlu beradaptasi, kamu tau aku jadi canggung sama ayah kamu.. "


" dia belum tau sayang"


July menatap Nino tidak suka,


"jangan buat aku gini Nino, kamu ga tau aku tuh cewek aku lebih sensi, setidak nya jangan sekarang, ini terlalu drastis"


kini Nino yang diam, tadi nya ia berpikir wanita akan suka di perlakukan begitu, ia mencoba untuk romantis.


"aku biasa hidup sendiri mungkin, jadi perlakuan kamu sama aku gini aku malah ga biasa.. " July memerankan suara nya.


"maaf ya.. aku berlebihan" Nino merasa bersalah, July memang wanita yang apa adanya. dia mengungkapkan dengan jujur rasa tidak suka nya


"mungkin untuk saat ini begitu, atau aku yang belum biasa"


"baiklah, aku ga akan terlalu seperti ini,


tapi untuk telpon atau pesan boleh kan?? aku akan sedikit sibuk mulai besok di RS"


July mengangguk,


"maafin aku Nino... " ucap July tak enak...


"hey aku yang harus nya minta maaf"


_ curhat nya sama ayah sendiri ya Nino mantep😄, tapi se pengalaman aku, emang curhat sama orang tua tuh beda aja nyaman nya..

__ADS_1


kita malah dapet wejangan, tentu nya orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak anak nya🥰🥰


__ADS_2