
assalamualaikum,
hay para pembaca, terimakasih sudah mengikuti alur cerita rey & rena ini, mohon maaf kalo masih banyak kesalahan dalam pengetikan huruf dan tanda baca yang mungkin membuat pembaca bingung,
mohon maaf juga kalo cerita nya sedikit membosankan, akan ada ******* di dalam cerita ini, apa kah itu???
"ferdi ga akan tinggal diam melihat pujaan hati nya bahagia dengan pria lain"
sejauh ini apakah kalian suka dengan cerita ini??
like, komen and favorite ya
ungkapkan pendapat kalian di komentar, insyallah akan di balas satu satu,
happy reading gaisss πππ
Lanjut kuy,
Lima menit sebelum azan zuhur berkumandang, rey & rena tiba di jakarta, rena merasa grogi, masih di dalam mobil menatap rumah kokoh nan luas bernuansa putih itu rey menggenggam jari nya
"hey kenapa?
"deg degan a, (rey tertawa, sungguh seperti akan bertemu presiden aja dia deg degan)
" di dalam itu cuma mami dan nino, putri biasa nya masih kuliah (membelai pipi sang istri, di belakang mereka datang sebuah mobil hitam, rena tidak tau bahwa mereka di kawal dari bandung atas perintah rey)
rey turun dari mobil, seseorang membukakan pintu mobil untuk rena
"selamat datang nona (rena mengangguk turun dengan hati hati rey menghampiri nya membantu)
" selamat datang kembali tuan
"terimakasih, istirahat lah kami masuk dulu"
"baik terimakasih (rena celingukan seperti orang bodoh" kenapa mereka baku sekali bahasanya" gumam nya. rey menggenggam jari sang istri di ajak nya menuju rumah di depan pintu sudah siap beberapa orang pekerja yang di pimpin bi asih,
"masyaallah cantik nya nona muda kami, sangat serasi dengan den Reynan" gumam bi asih
"assalamualaikum (rena menyapa rey tersenyum melihat keramahan sang istri)
" waalaikumsalam, selamat datang nona rena, apa perjalanan melelahkan? " sapa bi asih tak kalah ramah
" lumayan bu, (tersenyum)
"panggil saya bi asih nona, saya kepala pelayan di rumah ini, ini beberapa teman kerja saya (menunjuk beberapa orang di belakang nya, mereka menunduk memberikan hormat" selamat datang nona muda" secara bersamaan)
rena merasa ini berlebihan, di tatao nya sang suami
__ADS_1
"kalo kamu perlu sesuatu nanti di rumah, minta tolong lah sama merka (membelai pipi sang istri, bi asih malah yang merona malu melihat adegan itu)
" baik lah
"bundaaaaaa ayahhhhh (suara jagoan terdengan dari dalam nino berlari, memeluk sang bunda)
" sayang, (rena mencium pipi sang putra)
" ayah lama bawa bunda nya" (protes sang putra, rey ikut berjongkok mensejajarkan nino dan rena,
" jalan nya macet sayang
" nino ampe tidur nunggu (cemberut lucu)
"maaf ya, sekarang bunda sudah di sini, sini bunda gendong nino, (rena menggendong sang putra momi melihat itu, memberikan senyum terbaik nya, menghampiri rena memeluk nya)
" nino berat sayang, (memeluk sang menantu) selamat datang sayang, cium pipi kanan kiri"
"terima kasih mi, momi sehat?
" sangat sehat sayang, ayo masuk kalian pasti lelah, bi siapin hidangan ya (tambah momi)
"siap nyonya...
mereka memasuki rumah, nino di ambil alih sang ayah, mengobrol, rey merebahkan tubuh nya di atas sofa, rena terpaku melihat design dalam rumah rey, megitu mewah dan megah entah harus di kali berapa jika di bandingkan dengan rumah nya, seketika ia merasa malu, suami nya menikahi dia perempuan biasa, rey tidak protes sedikit pun keadaan rumah rena, sungguh suami nya itu sangat misterius,
"permisi tuan, ada sesuatu yang harus saya sampaikan"
denga malas rey bangkit, mencium puncak kepala sang istri
"buat dirimu nyaman sayang, aku keruang kerja dulu"
"iya...
rey dan sang pengawal pergi ke lantai 2, ya ruang kerja nya bersebelahan dengan kamar rey di lantai 2,
" bunda liat, ini nino yang buat (nino memperlihatkan hasil karya menggambar nya di buku gambar, di sana ada aneka hewan yang bentuk nya lucu)
" wah, nino suka gambar ya? gambar nya bagus sayang"
"iya, nino suka gambar dinosaurus
" sayang, bunda masih cape biar istirahat dulu (tambah sang momi) jangan sungkan rena ayo makan cemilan nya, kamu pasti cape
" rena suka sama anak anak mi, rena ga cape ko
" nino gambar ini bunda, ini bunda, ayah, nino sama adek kecil, nino pengen ade perempuan (menunjukan lagi kambar selanjut nya, sungguh rena sangat terharu, namun momi sedikit canggung)
__ADS_1
"dasar anak anak, memang biaa langsung pesen di toko maenan adik bayi nya (tambah sang momi mereka tertawa)
" siapa yang ajarin nino gambar dan mewarnai? tanya rena antusias
"kak putri bunda,
" mulai sekarang, nino belajar nya sama bunda ya, kita buat banyak gambar yang nino suka "
" horee, asikk, ayo ke kamar nino bunda, di sana banyak buku sama pinsil warna"( nino bangkit antusias mengajak bunda nya menggambar
"wah betulkah? ayo sayang bunda pengen lihat
" nino bunda cape sayang, biar bunda abisin dulu minum nya (protes sang momi)
"nino juga pengen susu (nah biasa. nya kalo sudah minta susu dia mengantuk)
" boleh, biar bi asih buatin ya"
nino terus mendekap sang bunda ia tak mau bunda nya pergi lagi
"kata oma bunda nino sudah meninggal, meninggal itu apa bunda?
mendapatkan pertanyaan itu rena gugup, apa yang harus ia jawab,
" kata oma juga nino harus jadi anak baik,. biar bunda bisa pulang lagi temenin nino sekolah
"nino mau sekolah ya? tanya rena
" iya bunda, bunda temenin nino ya, kaya temen temen nino, di antar bunda nya
" baik sayang (mencium gemas pipi. sang putra)
" bunda ga akan meninggal lagi kan tinggalin nino?? (ya allah pertanyaan macem apa ini fikir rena)
" sayang, meninggal itu memang pergi, betul kata oma, nino hanya harus jadi anak yang baik, soleh,, nurut sama oma, ayah dan bunda, nanti kalo sudah waktu nya datang, bunda nino akan pulang"
"bunda juga pergi rawatin oma di bandung, jadi bunda tinggalin nino dulu ya??"
sungguh begitu lah anak anak, polos, nino belum pernah tau wajah cantik sang bunda yang mengandung nya ia mengenal hanya di foto saja, oma lah yang menjaga nya dari bayi
"nino pinter, bunda janji ga akan ninggalin nino, nanti kita belajar, sekolah bareng bareng ya?
" ke tempat permainan juga bunda sama ayah"
"iya sayang (memeluk sayang nino)
Rey melihat itu, beberapa kali rena dan nino bertemu, hari ini sampai selama nya, semoga rena bisa menerima nino sebagai anak kandung nya, rey mengusap ujung mata nya yang sedikit basah karna terharu, dari arah dapur pun momi mendengarkan semua nya, datang membawa susu hangat untuk nino momi menatap rey, tersenyum bahagia, ia tau rey pun menyaksikan adegan ibu dan anak baru itu
__ADS_1