
ferdi terbangun, merasakan kebas di tangan kanan nya, terasa berat.
ketika dia memperhatikan sekitar "dimana ini? bukan di kamar gw?" ferdi menoleh ke arah kanan melihat seorang wanita hanya mengenakan bra di samping nya, dia kaget bukan main, mengingat dia pun hanya tertutup selimut di bagian bawah nya ferdi bangun terduduk melihat sekitar, baju berserakan di mana mana..
fanny menggeliat, membuka matanya perlahan
"lo siapa? tanya ferdi sinis fanny terbangun menutupi bagian atas bawah nya yg terpampang nyata beberapa tanda kepemilikan di dada nya
ferdi mengernyit, mencoba mengenali siapa wanita itu, ferdi sedikit mengenal nya, dia pelayan di kafe tmpat ferdi dan teman teman nya nongkrong beberapa kali
"ini maksud nya apa, kenapa kita di sini?, kepala ny terasa berputar ferdi kesakitan
"abang lupa ya, mlm abang sma tmen temen minum di cafe, abang ngajak fanny ke kamar
" engga, ga mungkin, gila apa gW,
gW ga pernah suka cewe kaya lo yg suka ganti ganti pasangan..
"maksud kamu apa bang? (fanny menangis) asal kamu tau, aku ga sembarangan gonta ganti cowo"
"lo tau gw mabuk malem kenapa lo mau aja? (ferdi mulai mengingat sedikit demi sedikit kejadian semalam, bagai mana dia sangat merindukan rena)
ahhhh sial" (ferdi bangun pergi mencari toilet. membersihkan badan nya dan berniat untuk pergi segera)
"maaf, gw ga inget tentang malem, jngan hubungin gw lagi, gw mau nikah (memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada fanny,. fanny menangis)
"gw ga butuh uang lo, (sinis)
ferdi menyimpan uang itu d atas meja tV, lalu dia pergi meninggal kan fanny yg sedang menangis
Bandung,
" mas ferdi kemana sih, dari malem ga aktif no nya.. (rena menggerutu, ada beberapa hal yg harus ia bicarakan, rena membantu mamah di dapur menyiap kan meni untuk sarapan ketika hp nya berbunyi, telp dari ferdi)
__ADS_1
" assalamualaikum, mas kmana aja sih dari malem susah di hubungi??"
"waalaikumsalam, maaf hp mas lobet, mati, eh mas ketiduran. hehehe
" mas cape ya, kapan pulang, kita harus sering ketemu, aku butuh pendapat ini itu..
" mungkin 2harian lagi biar smua nya beres total d sini, sabar ya sayang..
"iya, ya udh kalo gitu, rena lanjutin di dapur, mas jngan lupa sarapan ya"
"ok sayang, (ferdi menutup telpon, menarik rambut nya frustrasi, gw udh hianatin rena, gmb kalo dia tau, atau cewe itu ngacau, ferdi memukul stir mobil merasa kesal pada diri nya sendiri yg begitu bodoh, malam tadi pertama kali nya ia minum alkohol dan efek ny membuat hidup nya kacau)
hari demi hari terus berganti, ferdi sudah menyelesaikan pekerjaan nya di depok, kembali ke bandung, berlibur sejenak mempersiapkan pernikahan, hingga suatu hari di kantor nya ia di datangi se orang gadis
"pak, ada seseorang yg ingin bertemu,) ucap mia sang sekretaris,
" siapa?
deg, ferdi tentu saja kaget, sudah 2minggu lebih mereka tak bertemu, setelah ferdi menyelesaikan pekerjaan nya,
" apa mau bertemu pak?
" suruh masuk mia,
"baik
tok tok ttok,
" masuk, (fanny membuka pintu ruangan ferdi, ia memaksakan senyum d bibir nya,)
"masuk fan, duduk lah (bagaimana pun fanny jauh jauh dari depok, semoga tiidak ada sesuatu yg akan menggemparkan dunia, terlebih ferdi mengingat bagai mana mereka malam itu,
fanny duduk di sofa, di susul ferdi,
__ADS_1
" ada apa? (melihat wajah fanny sedikit pucat, dan ga se bawel terakhir bertemu ferdi heran) apa kamu sakit, kamu keliatan pucet?
fanny mengangguk, ia juga terlihat lebih tirus,
menyodorkan sesuatu yg terbalut amplop coklat lada ferdi, ferdi heran apa ini?
"buka lah (pinta fanny, ferdi menerima nya, membuka isi nya, sebuah benda persegi panjang yg ferdi tau apa itu, tes kehamilan tangan nya bergetar menebak apa yg ada d sana, ga mungkin kalo hasil nya negatif fanny akan mencari nya ke bandung kan? dan benar tebakan nya, dua garis merah ter pampang nyata, ferdi melirik fanny yg tertunduk itu, menarik lagi selembar berupa hasil USG di sana. ferdi lemas, dia tau benda benda apa yg sedang di hadapan nya,.
"kamu hamil? dan aku ayah dari anak itu??( tnya ferdi sinis). kamu tau aku ga gampang percaya, bisa aja ini bukan anak ku kan?
plakkkk, satu tamparan mendarat di pipi ferdi,
" aku bilang aku bukan wanita murahan.. (ferdi merasakan panas di pipi kanan nya, fanny bangun dari duduk nya)
" punya masalah apa kamu sama bang bima? dia yg nyuruh aku layanin kamu waktu kamu mabuk fer.. (ferdi terkejut "bima?" gumam nya, fanny menceritakan keterkaitan nya dengan bima, ferdi merasa bodoh ia di permainkan oleh bima, sungguh sangat ingin menggusur nya saat ini, tapi tak semudah itu bima urusan belakangan, sekarang bagaimana dengan fanny dia sedang mengandung)
" duduk lah fan, kita harus bicara..
(fanny menatap ferdi sinis, sebenar nya ia merasa pusing, mual dan sebenar nya sangat lapar, kehamilan ini membuat dia sengsara, ngidam yg buruk, kali ini dia harus mencari toilet, sudah tak terbendung lagi rasa mual terasa
" aku pngen ke toilet (menutup mulut nya)
Ferdi tau, dia menunjukan toilet nya, terdengar suara fanny muntah muntah di sana. ferdi sangat frustrasi, apa yg harus dia lakukan sekarang, pernikahan nya tinggal 1 minggu lagi, tepat kemarin undangan sudah tersebar,
ferdi merasa ada yg tidak beres. fanny sudah beberapa menit belum juga muncul, ia mendekat ke pintu mencoba mendengar kan suara di dalam, suara gemercik air sangat pelan. fanny pun sudah tidak muntah muntah lagi,,
"tokk tokk tokk fan, apa belum selesai?
(tidak ada sahutan di dalam, ferdi mencoba mengetuk lagi beberapa kali, nihil ia penasaran, takut sesuatu terjadi di dalam, kebetulan pintu tidak terkunci, ferdi kaget melihat fanny tergeletak di lantai kamar mandi, ia panik menepuk nepuk pipi supaya fanny tersadar, ferdi menggendong tubuh mungil fanny,. membawa nya ke luar ruangan, mia yg melihat itu tentu kaget,
"ada apa pak?
"saya mau ke RS dulu, (keluar menuju mobil, di bantu pak security, ferdi membawa fanny ke RS tersekat
__ADS_1