Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
salah arah


__ADS_3

Ferdi berlari, ia hampir saja bertemu dengan seorang polisi, mematikan hp nya, ia tampak. bingung, kemana ia harus lari,


sempat melihat berita, kini ia jadi buronan polisi atas kematian fanny, bahkan darah daging nya pun gugur.


Ferdi menangis, meratapi kehancuran diri nya, keluarga, teman, pekerjaan bahkan rena telah hilang, entah bagaimana keluarga nya begitu syok mendengar semua ini ia ingin pulang ke rumah orang tua nya, tempat dimana ia menerima kasih sayang, sekarang ia sendiri, bahkan untuk berjalan di tempat umum pun ia sudah tak berani,


bersembunyi di sebuah rumah yang tak berpenghuni dan mulai rusak, ferdi bersandar ia lelah, betapa ia ingin kembali ke masa lalu nya


ia terlelap dalam kegelapan


pukul 17.19 rey sampai di rumah, di sambut sang jagoan yang meemang sedang bermain bersama bunda dan pengasuh nya, ia mencium pipi sang istri, sungguh rey tak tahu malu, pengasuh yang masih gadis itu membuang wajah nya malu malu, belum lagi pak joko yang masih setia di tempat tadi,


rena merajuk lewat mata nya,


"ayo masuk sayang sudah sore, (menggendong nino, satu tangan nya menggenggam jari sang istri)


" ayah turunin nino


" kenapa?


" nino sudah besar malu (rey tertawa mendengar nya, mencium pipi jagoan nya itu)


ich ga mau cium, nino udah besar" (berlari meninggalkan sang ayah)


"kenapa dia?


"entah lah, aku rasa ga bilang apa apa sama nino, (membawa tas kerja rey)


" ayo ke atas aku penggen mandi, lengket rasa nya badan"


" mau pake aer anget?


" ga usah sayang, pake aer dingin aja seger


rena menyimpan tas kerja rey di ruang kerja, lalu kembali ke kamar, menyiapkan baju rumahan sang suami, selesai mandi, rey keluar dengan handuk yang hanya menutupi bagian bawah nya saja, beranjak pergi ke balkon kamar


"a, mau kemana?


"ngeringin rambut dulu di luar


"no.. no.. no


rey berhenti, menatap istri nya bingung


"pakai baju dulu, kalo di bawah ada perempuan kan bahaya"


terbesit dalam fikiran rey menggoda sang istri


"biarin cuek aja," melanjutkan langkah nya


"hey pak bos( teriak rena)


kamu ga malu kalo nanti di liat orang?


" apa kamu cemburu? (mengikis jarak antara mereka rey mendekat)


"aku? cemburu??


" ya,


"mana ada...


" bener nih


rey mengibaskan rambut yang masuh setengah basah, kemudian menyugar nya, sungguh nyata dada bidang nya begitu terekspos


rena menutup mata nya dengan telapak tangan, rey melah tertawa


"hey kenapa kamu yang malu? rena menggeleng rey mendekap nya menciumi nya, namun bukan *****, ini lebih ke jahil,


betul saja, seorang pelayan yang melintas di bawah sana melihat adegan mesra itu, di tambah rey hanya memakai handuk nya,


sang pelayan menutup wajah nya, jalan nya ia percepat


membantu rey mengeringkan rambut, sore ini mereka main salon salonan, sambil sedikit memijat kepla rey, rena tersenyum melihat suami nya sangat menikmati


"apa. ada kabar?

__ADS_1


"apa?


" emmmh, soal ferdi


"belom, no hp yang menghubungi kamu kmrn terlacak terakhir di bandung


" apa itu dia?


" kemungkinan besar, iya


" kita harus hati hati (menggenggam jari sang istri, rena menaruh handuk di meja hias) maaf bukan aku mau menutupi sesuatu, aku harap jangan dulu mencari kabar, sampai polisi menemukan nya, ini ga mudah kan sayang? aku tau pasti hati mu sakit, bagaimana pun ferdi pernah dekat sebelum ini dengan mu" (rena mengangguk ia paham bagaimana situasi nya)


"aku cuma ga percaya, ferdi melakukan semua nya, dia yang aku kenal sangat lah orang baik"


"keadaan bisa membuat orang berubah sayang"


"ini udah melibatkan nyawa orang a, secara ga langsung mamah meninggal, sekarang perempuan itu, bahkan janin nya juga"


"iya sayang (menangkup pipi sang istri) jangan khawatir, kita serahin semua sama polisi ok.


Waktu nya makan malam,


malam ini, rey mempunyai acara, secara resmi ingin memperkenalkan rena sebagai istri nya pada teman teman nongkrong nya,


membuka sebuah kotak, rena mendapatkan gaun malam muslimah yang elegant, rena sungguh senang, namun juga gugup entah seperti apa teman teman rey, melihat orang di skeliling nya yang cukup seram menurut rena,


putri sudah siap dengan perabotan makeup nya, rena sampai terheran putri memiliki semua perlengkapan seperti ini, seperti perias saat rena menikah


"dek, ini punya kamu semua?


" iya kaka sayang, kenapa? ahahaaa jangan bilang ini aneh, aku cinta makeup ka


"pantas saja.. kamu pintar bermakeup


" tapi tenang kaka, aku akan membuatmu nampak mempesona๐Ÿ˜˜


rena pasrah, memberikan wajah nya kepada sang adik, entah apa yang ia oleskan, terasa sampai beberapa kali dan berbeda beda. rena beberapa kali protes membuat sang adik ipar gemas,


" jangan bercermin dulu ya ka"


"hihiii seperti perias pengantin ya


"lalu, kenapa kamu kuliah hukum?


" aku juga pengen jadi pengacara, ah entah lah


yang penting, sekarang jalani kan? biar takdir menghantarkan mu pada jalan nya


"bijak banget de, (rena sungguh bahagia, ia memiliki teman untuk berbagi, jujur rena lama menginginkan hal seperti ini, ia tak. memiliki kaka atau pun adik, setelah sahabat nya bunga menikah. rena seperti sungkan untuk bercerita


" kak nadia jarang berkunjung dek?


" dia sibuk ka, bulan kemaren baru launching resto nya di jakarta selatan,


"wah hebat ya


" ya sampai jarang ke sini, momi sangat rindu..


"berarti waktu ke bandung kemarin ka nadia menyempatkan waktu


" ya momi mengancam nya ahahaaa


"tapi aku seneng, kalian orang orang baik,


" ka, mau jadi apa lagi kalau bukan jadi orang baik iya kan??


"betul dek...


rey masuk melihat sang istri telah siap,


riasan yang natural, membuat rena tambah memukau,


" istri ku cantik sekali (mendekat dan mencium pipi sang istri, rena terharu)


"ehemmmmm masih ada aku di kamar ka (celetuk putri)


" owh kaka pikir ga ada orang

__ADS_1


" ya, di maklum lah pengantin baru dunia milik berdua (membereskan makeup yang berantakan)


" cepet keluar, mengganggu saja


"a... (rena menepuk lengan suami, rey senang sekali menggoda sang adik)


" baik tuan, saya tunggu transferan nya hihiiii "


" hmmm tenang saja (jawab rey)


" nyonya saya permisi, tolong beritahu suami anda, untuk tidak terlalu mesum" (putri bergegas pergi)


"apa kamu bilang? mesum?


" ahahaaa kabuuuurrrrr


"a, sudah... bukan nya berterima kasih, malah godain aja.


" abis dia ganggu (rey hendak mencium sang istri)


"eh stop


"kenapa??


" nanti lipstik nya luntur ( hihihiii) rena berlalu meninggalkan rey yang jengkel sendiri, menyiapkan tuxedo sang suami, rena membantu memkai nya


"akan banyak orang kah?


" tidak hanya beberapa saja, temen nongkrong"


" apa. semua nya seperti siapa itu, frans?


" emang kenapa frans?


" dia seram sekali, seperti nya ga pernah senyum


rey tertawa


" kalo sering senyum, ga akan ada yang takut sama dia sayang,


" selesai, ayo nino pasti kelamaan nunggu di bawah (rwna harus mengakhiri drama ini, bisa bisa ga akan jadi pergi karna ke lakuan rey)


" lets go.....


membuka pintu mobil untuk sang putra dan istri tercinta, khusus hari ini, pak joko mendapat kesempatan menjadi sopir special,


tanpa rena sadari, selalu ada satu mobil di belakang mereka memberi pengawalan di bawah perintah rey,


melaju dengan kecepatan sedang, pak joko sangat hati hati, ini pertama kali membawa sang nona pergi, nino begitu riang tak henti berceloteh, rena begitu memanjakan nya sampai rey terlihat cemburu,


"ayah, pulang makan malam nino pengen ke toko mainan


" mau beli mainan apa lagi sayang, bukan kah di rumah sudah banyak, bahlan ada beberapa yang belum kamu buka"


"nino pengen beli adik bayi perempuan"


seketika rey bungkam, menatap sang istri dengan senyum menggoda nya,


"nino mau punya adek bayi???


" iya yah, perempuan


"bukan beli di tempat mainan sayang


" terus dimana? oma bilang minta ke ayah adek bayi" (rey tertawa, ternyata ini hasutan sang momi)


"minta nya sama bunda sayang, (berbisik namun tetap bisa rena dengar. rena melirik dengan mata sinis nya)


nanti, di perut bunda ada dede bayi nya.


rena tersedak udara, tiba tiba tenggorokan nya gatal


" benar bunda?? tanya nino?


" emmmh, iya sayang, nino banyak berdoa ya, semoga nino cepat punya adek bayi


"yeaaayyy janji ya bunda"

__ADS_1


"insyallah sayang... (rena melirik sang suami, rey menutup mulut dengan tngan nya menahan senyum) jangan lupakan pak joko yang baper mendengar percakapan keluarga bos nya itu๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2