
Mamah menyisir rambut rena, di ikat nya setengah, mamah suka rena di ikat rambut nya begitu, rambut bawah nya tetap terurai, namun tapih di atas, ia mengusap puncak kepala sang putri semata wayang nya,
"sayang, ga boleh cuek cuek ama rey, kan udah jadi suami istri, kamu harus jadi istri yang terbaik, surga ada di suami mu kini"
rena terbangun, menatap sebelah kanan tempat tidur "mamah" ternyata ia bermimpi, rena memejambakan mata nya, pagi datang juga, setelah drama ga bisa tidur, rena terlelap juga setelah menelpon rey, perasaan macam apa ini, apakah semudah itu perasaan nya berbalik, apa. mungkin ikatan pernikahan? mimpi nya tadi, apa kah itu perintah yang harus rena lakukan, sebelum menunaikan shalat subuh rena menelpon suami nya,
"assalamualaikum istri ku..
"waalaikumsalam, sudah bangun?
" udah mandi, dan mau shalat, neng udah shalat belum? (rena tersenyum rey memang paling bisa membuat nya bahagia)
"baru mau, rena shalat dulu ya.
" aku juga, nanti di telpon lagi ya, assalamualaikum
"waalaikumsalam
Depok,
ferdi memijat kepala nya yang terasa pusing, sejak membatalkan pernikahan nya hidup nya berantakan, ia bagai tak punya tujuan hidup, fanny di larikan ke RS lagi, kehamilan membuat ia sangat lemah,
" mas...
ferdi berbalik, manatap fanny yang terbaring lemah,
" maaf,
Ferdi tau arah pembicaraan yang fanny mulai, ia pasti melihat kekacauan pada diri ferdi,
"aku sudah putuskan, kamu ga usah ngerasa bersalah" (ferdi masih tampak sinis, ia sungguh tidak menyukai fanny, fanny cantik, namun ferdi tak terketuk untuk mencintai nya, hanya janin yang ada dalam perut nya lah membuat ia terikat
ferdi sangat menyesal, kenapa ia sebodoh ini, kini baru terfikirkan, harus nya ia tak membatalkan pernikahan, ia hanya perlu menyembunyikan fanny dari rena, namun fikiran dan hati sangat lah tak sama, hati mengatakan bahwa akan lebih kecewa nanti jika pernikahan tetap terjadi, dan rena tau ada fanny yang bahkan telah mengandung anak dari sang suami.
"aku keluar dulu, mau nyari kopi
__ADS_1
"mas harus sarapan dulu, ga baik minum kopi sepagi ini..
(ferdi tak menoleh sedikit pun pada fanny, walaupun benar apa yang fanny katakan, namun ferdi tetap tak bisa menerima nya)
duduk di sebuah kantin, setelah emnghabiskan sarapan nya ferdi memesan kopi, ia sangat ingin meng aktifkan hp lama nya, betapa ia merindukan renA, ia ingin tau bagaimana keadaan di sana setelah ia pergi, ke kecewaan dari semua orang itu sudah pasti, hp lama ia aktifkan, entah berapa ratus pesan, maupun panggilan yang masuk ke no nya, ia tak menghiraukan pesan dari orang lain, ia fokus mencari kontak keluarga dan rena,
"mas, maaf jika rena punya salah, sampai mas harus pergi nenggalin rena di hari pernikahan kita, namun bukan kah semua masalah ada penyelesaian nya???
tapi bagaimanapun, ini keputusan mu, alhamdulillah allah menunjukan di awal, walau sudah sejauh ini kita mengenal, ternyata hanya dapat berencana, allah yang menentukan"
pesan satu satu nya dari rena,
di lihat nya waktu pengiriman, 16.23 itu sore hari di mana pagi itu harus nya akad nikah nya dengan rena,
beberapa pesan juga dari keluarga, ibu, ayah, adik adik nya, ferdi terkejut ketika ada panggilan masuk ke no lama nya "evan" dia adik laki laki ferdi
"bang, lo dimana? kenapa baru aktif Hp nya?
"maaf van, abang lagi pengen sendiri..
" apa? ibu sama ayah sakit?
" lo gila bang, lo bikin kacau semua nya
Ferdi merenung, ia tambah menyesal
" gimana kabar rena?
" rena?.. lo akan tambah nyesel bang denger kabar rena...
" ada apa van?
" rena nikah sama bos nya yang dari jakarta
Ferdi melotot, menggelengkan kepala nya, "rey???
__ADS_1
" iya rey yang punya hotel tempat rena kerja di jakarta, parah lo bang, lo tau bang rena akan sangat benci sama lo
gara gara lo, mamah rika meninggal
"van lo jangan becanda.. (ferdi bangkit dari duduk nya)
" lo yang jangan becanda bang, ngilang gitu aja bikin rusuh, pulang lah lu bang, jelasin semua sama ibu ayah, sebelom lu tambah nyesel..
Ferdi mematikan telpon nya,
mengepalkan tangan marah pada diri nya sendiri, ia pergi, berniat pulang ke bandung sekarang juga
sungguh ia begitu bodoh,
ibu dana ayah nya sakit, rena menikah dengan orang lain, mamah rika meninggal, ia mencengkram rambut nya sesal, mengusap wajah nya kasar
"rey, lo dapet kesempatan baik di situasi ini, gw tau lo emang suka ama rena kan breng**k, menendang udara di hadapan nya ferdi frustrasi,
Jakarta,
rey sudah siap dengan setelan jas coklat tua nya, dengan gagah ia masuk ke ruang meeting, beberapa orang petinggi perusahaan sudah menunggu, bangkit dari duduk nya mereka menyalami dan memberi selamat untuk bos nya itu atas pernikahan nya,
"pak rey, saya mewakili rekan semua mengucapkan selamat atas pernikahan nya, semoga bapak dan istri selalu dalam lindungan allah, sakinah, mawaddah warahmah.. cepet dapet momongan pak (sambil malu malu pak Reno berkata)
" terima kasih, doa nya semoga allah kabulkan..
tak lama berselang, para tamu dari Malaysia telah tiba, mereka datang dari tadi malam, menginap di salah satu hotel milik rey seharus nya rey bertemu mereka di Malaysia langsung kemarin, namun rey tak dapat hadir untung lah mereka berbaik hati mau datang ke Indonesia
"selamat datang bu, maaf harus repot² datang ke jakarta,
" its ok, tuan bagaimana? sudah sah? (mengejek, perempuan di hadapan nya ber umur 35tahun namin sunggub penampilan nya menutupi usia nya itu)
"sah bu (rey tersenyum menampilkan bahwa diri nya sangat amat bahagia dengan pernikahan nya"
"syukur lah, jangan lupa undang kami saat resepsi nanti"
__ADS_1
"itu sudah pasti bu (jawab rey mantap,meeting di mulai pembicaraan tentang kerjasama pembangunan hotel terbaru di Malaysia, mereka juga berencana akan membuat sebuah panti dan sekolah bagi ajak anak yatim piatu.