Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
cemburu


__ADS_3

acara fetting baju selesai, entah akan rey bawa kemana lagi rena, rena memang beberapa bulan lalu berada di jakarta untuk urusan kerja, namun bisa ia hitung jari, kunjungan nya ke mall bersama teman staff hotel


masuk ke toko perhiasan,


seorang berseragam hitam sudah berada di sana, membungkukan badan mempersilahkan tuan dan nona nya masuk


sang pemilik toko menyambut mereka dengan hangat, namun mereka tak berlama lama, rey hanya datang untuk mengambil pesanan yang ia pesan beberapa hari lalu


mencari tempat yang nyaman untuk sekedar meminum kopi rena sudah duduk menunggu pesanan nya


"sayang ada tempat lain yang ingin kamu kunjungi?


rena berfikir sejenak, sungguh ia tak memerlukan apa pun


" engga a, rena ga butuh apa pun, nanti kalo perlu aku pasti bilang, (rey mengusap pipi sang istri lembut)


"ga boleh ada yang di tutup tutupi, bilang aja oke" (rena mengangguk faham) dari arah kiri seorang wanita datang menghampiri rey


"rey..? dengan antusias memanggil dan menghampiri, pria tegap berseragam hitam itu langsung menghampiri, mencegah sang wanita mendekat pada majikan nya


rey mengangkat tangan, tanda tidak ada sesuatu yang perlu di khawatir kan,pria bernama dani itu mundur teratur, rena melihat semua itu ( rey hanya mengangkat tangan saja, mereka sudah tau harus bagaimana bertindak)


"rey, sudah cukup lama ya (menghampiri, langsung cepika cepiki tanpa canggung, rey menoleh pada rena yg kini membuang pandangan nya ke lain arah"


"hy, iya mona sudah lama, (basa basi)


" kamu ga nge hubungin aku setelah kencan ke dua kita, aku pun ga tau no HP mu, ga ada yg bisa aku tanya"


"ah iya aku sibuk"


"aku tau rey, kamu pasti sibuk, bahkan aku ke rumah mu pun kamu ga ada"


entah, apa yang kini rena rasa mendengar semua kata kata dari mulut ber gincu merah itu pada sang suami, ia tidak nyaman, apakah ini cemburu???


"iya aku sibuk, kenalkan ini istri ku ( menggenggam jari rena, wanita itu sangat senang bertemu dengan rey, sampai ia tak memperhatikan seseorang yang sedang duduk manis di sana)


" a.. apa? istri?


ada yang patah, namun bukan ranting kering


"iya, sayang kenalkan, ini teman ku mona" mona melotot tak percaya rey menyebut nya teman, padahal mereka pernah berkencan (dalam pandangan mona, namun dalam pandangan rey, hanya. makan malam biasa yang momi rancang)


rena mengulurkan tangan, tanpa bangkit dari duduk nya, rey. mengerti sang istri seperti nya cemburu, di lihat dari senyum yang rena berikan pada mona, hanya alakadar nya rey menggulum senyum menahan tawa,


"mona (ragu.mengulurkan tangan)


"rena..


sungguh kamu begitu imut sayang kalo. lagi begitu gumam rey dalam hati

__ADS_1


" jadi kalian sudah menikah? kalau begitu selamat ya, sungguh aku ga tau.. "


"ya, kami akan mengumumkan pernikahan kami secepatnya, ucap rey


" baiklah, aku permisi, selamat sekali lagi untuk kalian..


"terimakasih, nanti akan ada undangan untuk mu (rey menambah kan ada gurat kecewa di wajah mona yang begitu telihat nyata)


" aku tunggu.. (berlalu pergi tanpa menatap rena, rey punya ide menggoda sang istri)


"lho udah abis aja kopi nya? (melihat isi gelas rena yang kosong)


" aku ga suka minum kopi dingin,


ada pepatah,


jangan salahkan kopi yang telanjur dingin, ia pernah hangat, namun kau biarkan"


telak, itu begitu menusuk di jantung rey, kata kata itu. meng ibarat kan posisi nya kini. namun itu sangat lah lucu untuk rey, ia tau rena cemburu


tak memperdulikan rey yang ada di depan nya, rena memainkan HP nya, sungguh bukan kebiasaan rena, ia jarang sekali pegang HP kalau berdua dengan rey


"berapa wanita yang kamu kencani pak bos? (ada nada sinis di dalam nya)


" emhhh entah lah aku tak menghitung nya, (dengan tenang menjawab sambil. meminum kopi yang sudah mulai mendingin)


rena sedikit syok, dia ingat tina pernah bilang ada beberapa wanita datang ke rumah untuk bertemu rey,


"lho, kita belum selesai, aku mau ke toko tas, sepatu, hijab, (menyebutkan beberapa keperluan wanita)


" aku ga mau ketemu temen kencan mu yang lain nya rey" (mengalihkan pandangan dari sang suami, rey menahan tawa, begitu menggemaskan rena bahkan menyebut namanya langsung, mendekatkan wajah nya, rey tiba tiba mengecup bibir sang istri membuat rena syok


dani mengalihkan pandangan nya melihat adegan itu


"rey.. (rena protes)


" apa kamu cemburu?


"engga, mana ada....


rey tertawa, sungguh ia ingin mencumbu sang istri yang sedikit manyun itu kini


bangkit dari duduk nya, rena meraih dompet dan HP nya beranjak pergi,


" sayang mau kemana?


rey pun bangkit sambil menahan senyum nya, wah " the power off jealous "


rena terus melangkah, entah dia akan kemana, rey meraih jari nya, menarik rena dalam pelukan

__ADS_1


"hey kamu mau kemana?


" entah lah, aku malas


"kayanya mau pulang, bukan lewat sini, tapi ke sana (menunjuk ke arah lain rey menenggelamkan wajah sang istri dalam dada nya, rena tak menolak, beberpa pasang mata melihat nya, ada yang terheran heran, ada yang terharu sungguh sangat romatis bukan??


rey meraih pipi sang istri, di tatap nya mata teduh itu, rey melihat linangan air mata di sana, sebegitu kah rena merasa cemburu sampai menangis


" sayang ko nangis??


rena menggeleng kan kepala nya


"engga ini. kelilipan.. (mengusap sudut matanya, rey tau istri. nya berbohong, ia tak sepandai itu menutupi kebohongan nya


" maaf, mengecup kening sang istri


"aku pngen pulang please,


" jawab dulu..


"apa?


" maaf untuk kejadian tadi, aku ga tau bakal ada dia di sana..


rena termenung, ya ga seharus nya ia se marah ini, ini hanya kebetulan, dan tidak di pungkiri, akan ada hal hal semacam ini, mengingat siapa suami nya


"ya, aku juga minta maaf, aku kurang nyaman di sini,


meraih lagi sang istri dalam pelukan nya,


" iya sayang, ayo kita pulang..


rey membawa rena pulang, tak ada percakapan saat di dalam mobil, sampai sampai rey harus memberikan serangan nya pada sang istri, dia kelewat gemas, rena tidak menolak,


"katanya udah di maafin, ko. masih diem..


hanya menggeleng kan kepala nya, rena masih marah,. kini rey tau, Kalau sang istri marah ia akan diam seribu bahasa


sesampai. nya di rumah, rena merebahkan tubuh nya di kasur


" sayang ganti baju dulu


"aku lelah, (memejamkan mata nya, rena tertidur, berjongkok untuk mensejajarkan posisi nya, rey mengusap hijab sang istri yang belum ia lepas,


" maaf sayang untuk hari ini.. tapi aku senang kamu cemburu, bukan kah itu satu bukti kalo kamu sayang sama aku'


rena membuka matanya lagi, rey tersenyum,


mengecup lama kening sang istri mengalirkan cinta,

__ADS_1


"istirahat lah, aku ke ruang kerja ya


rena mengangguk dan rey pergi


__ADS_2