
Frans, momi dan rena baru saja terbang, ini pengalaman rena pertama kali naik pesawat, dia selalu menghindari burung besi ini walaupun dulu beberapa kali saat bekerja semua staff melakukan wisata ke beberapa tempat menggunakan pesawat, rena memilih diam di rumah dia takut.
kini takdir mengharuskan nya di sini, bahkan pesawat ini milik keluarga nya pribadi, rena menoleh momi sangat tenang, ya dia pasti sudah bisa seperti rey,
"nona anda tidak apa apa? (frans melihat rena memucat)
" aku pertama kali naik pesawat" (rena melirik jendela, dia sudah ada di atas, gedung gedung terlihat kecil dari sini"
"kenapa kamu ga bilang sayang, apa kamu mual?"
"engga mih, perut rena ga nyaman aja"
“tidurlah sayang, perjalanan kita kurang lebih dua jam"
bagaimana bisa tidur, rena tegang, di tambah pikiran nya masih cemas tentang rey, entah sampai kapan rena di sana meninggalkan Nino di rumah tanpa nya tanpa rey
menyandarkan kepala nya, rena mencoba untuk tidur, mengusap usap perut nya..
*rey, aku memberanikan diri menggunakan pesawat ini demi menemui mu, awas saja jika kamu tidak baik baik saja, kamu harus tanggung jawab pada hidup ku, juga pada nya( mengusap perut nya lembut) Nino menunggu hadiah dari mu rey.. aku akan mencubit perut mu lebih kencang dari biasa nya, aku masih marah tentang foto itu, sekarang berani berani nya kamu membuat aku dulu yang menemui mu? sungguh aku meninggalkan harga diri ku??
rena membuka matanya, ia merasakan sesuatu,
gerakan di dalam perut nya berdenyut dua kali
air mata nya berlinang
"ya Allah, apa dia mulai bergerak? aku merasakan nya, MasyaAllah" (rena menatap perut nya dia menangis)
"rena sayang kamu kenapa? (momi panik)
" mih dia bergerak, (mengusap perut nya)
"sayang... dia sudah aktif pasti nya sudah 4bulan, (momi terharu, ia juga merasakan nya dulu)
itu luar biasa bukan??
(rena tersenyum, ia mengangguk)
" dia senang naik pesawat nona ( frans menimpali)
momi tertawa,
"ya harus, mereka akan sering terbang nanti nya"
rena menunduk lagi berbicara pada perut nya, mengusap nya lebih lembut
"kamu senang akan bertemu ayah nak? harus nya hari ini ayah mu pulang, kita akan melaksanakan sukuran untuk mu, maaf untuk itu sayangsayang, seperti nya akan di undur"
momi sungguh bahagia melihat itu..
**
menggendong bayi yang sangat lucu, rey nengelus pipi anak nya itu, bibir kecil nya bergerak mencari jari rey, si bayi menyangka itu minuman nya..
"rena lihat dia sangat lucu" (rey tertawa, ia sungguh bahagia, rena tersenyum melihat itu)
"ayah Nino mau dede bayi"
__ADS_1
rey duduk di sebuah sofa, Nino mendekat menempel di pundak ayah nya,
"ayah dede bayi laki laki atau perempuan? " (tanya Nino) ,
rey terlihat berpikir, ia juga belum tau anak nya laki laki atau perempuan😌😌,
rey tersentak, ia sadar karena mimpinya itu, membuka mata nya perlahan..
"itu cuman mimpi" (katanya dalam hati)
melirik ke sana ke sini,
benar, ia ingat pagi tadi mereka mengalami kecelakaan, rey pasrah...
ia hanya memikirkan istri nya, rena akan semakin marah, ia tidak menepati janjinya pulang hari ini.
anto masuk ke ruangan rey,
"tuan sudah sadar?? "
rey tersenyum meledek, ia membuka oksigen nya,
"kau selamat?? “
" ya alhamdulillah, (anto mendekat jalan nya tetatih, rey melihat assisten nya itu mengalami luka besot yang cukup banyak)
anto duduk di depan rey
"apa sakit?? "
"tidak, ( ia tersenyum, luka nya lumayan parah, bos nya malah bertanya begitu, anto di minta frans untuk tidak memberitahu kedatangan rena, ini akan jadi kejutan)
anto bangun, ia menekan tombol di atas kepala rey..
"tidur seharian mu tidak akan terlaksana, kalo nasib mu apes, mungkin kamu sudah tidur selama nya" ( kata rey)
"saya lebih mengkhawatirkan anda tuan, keadaan mobil sungguh parah, banyak yang menyangka anda tidak akan selamat"
"Allah masih kasih kita kesempatan" (ucap rey)
perawat dan dokter masuk,
dokter tersenyum melihat rey sudah sadar mereka malakukan pengecekan,
"aku mau pulang ke Indonesia dok" (ucap rey)
dokter tersenyum,
"kena menginap di hotel ni tuan, takkan boring kan"
rey mendesah,
"saya ingin bertemu istri saya"
"tuan rey, sekurang-kurangnya lima hari" ( dokter perempuan itu tersenyum ramah) Tuan yang dikasihi, lukamu tidak terlalu teruk,
cuba pergerakan kaki kanan dan kiri anda"
__ADS_1
"yang kiri sakit"
"tulang di bawah lutut anda patah, sedikit teruk, ini akan mengambil masa yang lama untuk berjalan seperti biasa"
rey terdiam,
"tapi akan sembuh?? "
"Sudah tentu, insya-Allah anda perlu bersemangat,..
sakit kepala ke?? "
"sedikit pusing"
"ok, dan juga pasti sakit badan, anda perlu berehat tuan, Saya akan beri ubat,.
maafkan saya, saya pamit kejap"
rey mengangguk,
"kenapa rem mobil bisa blong? malam kita pulang masih bagus kan? (tanya rey pada frans)"
"saya meminta team untuk urus, polisi bilang anda tidak sedikit pun mencoba menginjak rem, saya sudah jelaskan rem itu blong"
"apa rena sudah tau??? "
"belum tuan, bagaimana kita mengabari ny? nona pasti syok"
"biarlah jangan dulu... "
rey beristirahat, dia sempat tidur lagi sebentar,
rena sudah sampai di Malaysia mereka dalam perjalanan ke RS,
rey sedang di suapin makan oleh anto ketika pintu di ketuk, rena tergesa membuka pintu, ia tidak sabaran..
rey tersenyum senang, ada momi juga di belakang rena, rey merentangkan tangan nya, meminta sang istri untuk mendekat,
rena mendekat, ia buru buru, namun setelah dekat dengan suami nya rena malah diam,
"hey apa kamu ga kangen?? "
rena menatap suami nya, ada beberapa luka di wajah nya, menggeleng, rena tidak mau memeluk nya,
"sayang.... (rey merajuk)
" aku masih marah sama kamu rey"
rey tersenyum,
"lupakan dulu itu, sini peluk aku,
rena kalah, ia pun rindu, rena memeluk suami nya, menangis di sana...
rey melirik momi dan frans, ia tersenyum.
" i'm ok momi"
__ADS_1
momi pun mengangguk, mereka mengalah, memilih duduk di sofa sedikit menjauh dari pasangan suami istri yang sedang ngambekan itu..