Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
patah hati


__ADS_3

rey menatap foto di hp nya, Susan mengirimi dia foto undangan dari rena, se minggu lagi rena akan menikah,


"entah, berani atau tidak aku datang ren, aku ga cukup tegar seperti nya.. kamu bahagialah bersama jodoh mu


ferdi membuka laci, cincin yg dulu pernah ia niat kan sebagai hadiah perpisahan ada pada nya, ia melemparkan nya ke tempat sampah, mengusap wajah nya kasar,


kalau sudah menyangkut hati memang lah rumit. tak sulit sebenar nya untuk rey memilih pasangan, banyak kerabat sang momi dengan senang hati menawarkan anak gadis nya, namun hati nya terpaut pada wanita ayu itu, rey mengingat kembali saat pertemuan pertama nya dengan rena, setelan jas yg rena pakai membuat dia terlihat elegan, rey sempat bertanya pada anto sang ***, karna rey baru melihat nya, Susan memilih orang² profesional untuk mendampingi nya mengatur acara, rey melihat nino yg ingin meraih sesuatu, bergerak menghampiri jagoan nya, rey tercengang mendengar suara tembakan, dan alangkah kaget nya rena yg ambruk dengan darah di tangan nya


" memang seperti nya akan sulit untuk kita bersama, banyak resiko yg harus kamu hadapi ren, setelah penembakan itu, kamu malah jd sasaran penculikan wanita gila, mungkin takdir sudah menunjukan kalo kita ga boleh bersama, (rey mengusap hp nya, terpampang di sana foto rena dengan ayu nya yg pernah dikirim oleh susan pada nya,) "semoga kamu bahagia rena, walaupun tak mudah menghapus namamu,


rey bangkit dari duduk nya, waktu menunjukan pukul 14.00 sebentar lagi dia memiliki meeting dngan klien semoga dapat berkonsentrasi


anto masuk ke ruangan, mempersilahkan rey untuk segera pergi ke ruang meeting nya.


Bandung,


Ferdi resah, menunggu fanny siuman dari pingsan, sudah satu jam lebih baru fanny tersadar, wajahnya begitu pucat, lemah, bibir nya kering,


terbesit tadi dalam hati nya untuk fanny menggugurkan kandungan nya, bagaimanapun ferdi tidak menginginkan hal ini, dia sangat mencintai rena, tapi melihat fanny dengan kondisi nya begini, entah apa yg harus dia lakukan,

__ADS_1


"aku mau pulang (suara nya begitu lemah, ferdi menghampiri fanny, yg masih terbaring)


" dokter bilang kamu harus di infus, badan kamu lemah, (fanny menggelengkan kepalanya, "aku ga betah, biaya juga pasti mahal


"jngan mikirin itu, yg penting kamu sehat, nanti kita cari jalan keluar dari masalah ini, (ucap ferdi)


" kamu ga akan minta aku buat gugurin anak ini kan? (ferdi menoleh, menatap mata fanny dalam, ia sungguh tak tega)


"seminggu lagi aku akan menikah fan, aku sangat mencintai rena calon istri ku, ini pernikahan kita yg sungguh kita tunggu²"


fanny tertunduk, ia bangkit, memposisukan tubuh nya untuk bangun, dia sangat lemah


"bukan kah kamu ga menginginkan aku, dan anak ini, lalu, untuk apa aku di sini? mengemis pada seseorang yg tidak menginginkan nya, (fanny mencabut infus yg ada pd tangan nya, darah bercucuran)


" apa yg kamu lakuin fan, (ferdi panik, fanny ambruk lagi, ia begitu lemah)


wajah ferdi terlihat sangat lelah, ia mematikan hp nya, merasa cukup takut jika tiba² rena menelepon, entah apa yg harus dia katakan, merasa harus menenangkan diri, ia duduk di taman rumah sakit, fanny sedang di tangani dokter


"gimana gw harus jelasin ke rena, jelasin ke keluarga, undangan sudah di sebar, rena begitu antusias mempersiapkan pernikahan kita (rey melamun, terbayang senyuman sang calon istri di pelupuk mata nya, memejamkan mata, ia cukup lelah, cobaan apa yg tuhan berikan pada nya, pernikahan yg ia idam idam kan, wanita yg sangat ia miliki, memeluk nya setiap pagi dan malam, menjadi tempat ia berpulang dengan kelelahan di luar sana, ferdi semakin frustrasi

__ADS_1


hari terus berlalu, rena merasa heran, mengapa ferdi sangat sulit di hubungi, beberapa keluarga sudah mulai berkumpul, meramaikan kediaman rena, persiapan pernikahan yg tinggal dua hari lagi, hari ini jadwal fitting baju pengantin, rena memilih warna peace untuk gaun malam saat acara di gedung nanti, sang mempelai pria menggunakan jas warna gold,.


rena mencoba menghubungi ferdi lagi, nihill bahkan adik nya pun tak tau sang kaka kemana, ferdi hanya pulang ganti baju, kadang makan juga dua hari kebelakang ini, rena tidak mau berfikir macam macam.. mungkin ada pekerjaan yg harus ia tangani, yg penting nanti hari H semua berjalan semesti nya.


pesawat yg rey tumpangi mendarat di tanah air tepat pukul 17.00 malam di jemput sang sopir, rey bergegas pulang ke kediaman nya.. ia sungguh merindukan sang jagoan.. hampir 40menit perjalanan ia sampai di rumah, mencari jagoan nya ke sana sini, tidak ada. sang momi yg tidak rey kabari merasa kaget, anak nya itu menang suka memberi kejutan,


"rey, kapan pulang nak?? (momi memeluk, mencium kening sang putra)


" barusan, bagaimana kabar momi?


"kamu liat sendiri momi baik baik saja (tersenyum)


" alhmdlh, nino mana mih?


" dia sudah tidur.. tante nya td mengajak nya berenang ke xxxx, mungkin dia lelah, istirahat lah rey, momi buat kan kopi ya?


" ah iya, aku sangat merindukan kopi buatan momi",


"sana ke kamar, nanti momi antar kopi nya,

__ADS_1


(mengecup kening sang momi, rey pergi ke. kamar nya, merebahkan jiwa dan raga nya yg lelah)


__ADS_2