
London, Inggris.
Nino membersihkan diri nya, mengguyur badan nya dengan air yang di atur sedikit hangat,
ia baru saja sampai di apartemen, rasa nya melelahkan melakukan operasi mendadak karena pasien darurat harus di tangani,
Nino senang anak kecil, namun entah mengapa hati nya tergerak menjadi dokter kandungan, bukan malah menjadi dokter anak, ia ingin jadi saksi kehidupan detik detik pertama manusia, itu berkah dari Allah untuk manusia.
menggosok rambut nya yang basah dengan handuk kecil ia merasakan lapar setelah merasa segar,
Nino terdiam, seperti suara HP nya berdering tapi entah dimana ia menaruh nya,
ia menuju tas yang tersampir di sofa,
mengecek siapa yang menelpon nya di jam 9malam ini,
"hufttt"
Nino mendesah, lagi lagi teman nya yang ngaco itu menelpon ia pasti sedang mabuk..
"hmmmmmm" jawab Nino
"friends ayo lah kamu alot banget kaya daging komodo, disini ga ada bunda kamu dia ga akan tau"
( cerita nya pake bahasa Inggris ya ngobrol nya ππ biar praktis langsung b. Indonesia aja )
" gw cape mau tidur furguso"
"ah ga asik, temenin aja lah"
"males gw, tar lo diculik ondel ondel gw sendirian di sana"
"ha.ha.haaa. lo mau juga di culik ondel ondel? ondel ondel di sini cantik cantik dok"
"tidak terimakasih, lo ajak aja tuh si Christi dia suka ondel ondel"
"haha.. haa. haa, baiklah" percuma saja memang menelpon dokter yang satu itu, Nino hanya beberapa kali mau di ajak ke club, itu pun hanya memesan minuman bersoda rendah"
Nino melemparkan HP nya ke kasur, dua teman nya itu memang sengklek' pergaulan di sini memang sudah lumrah begitu, ke club, main cewek, dan berakhir di kamar, ujung ujung nya terburu buru untuk praktek di RS.
Nino mencari sendal rumahan nya, ia berniat akan keluar untuk mencari makan di tempat terdekat saja agar tidak memakan banyak waktu, ia berniat akan tidur cepat.
memasukan kedua tangan nya ke saku celana jeans pendek yang ia kenakan,
Nino memilih restoran cepat saji, kebetulan tak jauh dari apartemen nya
"aaahhhh tolonnnggg"
Nino baru saja berbelok ke arah restoran namun sesuatu terjadi, seorang wanita terlihat mengalami perampokan, ia dan si perampok sedang tarik ulur tas, Nino berjalan cepat meneriaki nya
"hey... "
si perampok menyadari kehadiran Nino, dengan terpaksa ia melepaskan tali tas yang ia tarik, sehingga membuat si wanita jatuh terduduk.
bruggghhh
"aww... shhhhh"
Nino mendekat, membantu nya untuk bangun
"kamu ga apa apa? "
"engga"
wanita itu menerima uluran tangan Nino, ia bangun, membersihkan pakaian nya.
"makasih ya, untung ada kamu"
"ya kebetulan, kamu mau kemana? ini sudah malam"
"aku mau makan"
"di sini? " Nino menunjuk restoran yang tidak jauh dari mereka
"iya, sambil nunggu jemputan, aku mampir mau makan" ujar wanita itu
"baiklah, kebetulan aku juga mau makan, sambil nunggu jemputan, ayo aku temani, bagaimana pun ini sudah malam"
__ADS_1
si wanita tersenyum, ia mengangguk.
"terimakasih"
memesan dua porsi ayam berbalut tepung yang crispy itu, Nino mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka,
si wanita langsung membayar pesanan,
"hey nona biar aku saja" ucap Nino
"anggap ini ucapan terimakasih, jangan menolak oke"
Nino tertawa kecil,
"baik lah jika di paksa"
wanita itu pun tertawa.. perasaan ga maksa deh bangπ.
Wanita itu melihat Nino menunduk bergumam dan mengusap wajah dengan kedua tangan nya, ia sedang berdo'a.
Nino melirik nya,
"jangan lupa berdo'a" ucap Nino.
"tentu"
mereka mulai makan dengan tenang,
si wanita penasaran laki laki tampan di hadapan nya ini wajah nya seperti orang asia,
"emh... apa kamu asli dari sini? "
Nino tersenyum
"aku dari Indonesia"
"oya?? apa dari jakarta??
ya aku pikir pikir wajah mu seperti orang asia"
"ya betul, aku dari jakarta,
"aku juga lahir di Indonesia, tapi besar di Singapur"
Nino tercengang,
"dunia begitu sempit bukan?? " kata Nino
si wanita setuju..
Nino menyelesaikan makanan nya,
mulai menyeruput minuman dingin yang restoran sediakan.
sebagai seorang dokter, jelas makanan seperti ini tidak di benarkan, entah mengapa ia sedang malas masak di apartemen.
"jangan sering sering makan beginian, sebenar nya tidak baik"
"ya memang betul, aku terdesak, menunggu jemputan, namun aku kelaparan, jadi mampir saja yang paling dekat"
Nino mengangguk,
ia melirik jam di pergelangan tangan kiri nya, sudah hampir jam 10.
"ah, jemputan ku sudah datang, apa kamu masih mau di sini? aku pulang duluan ya"
"engga, aku juga mau pulang, ayo sekalian"
mereka keluar resto beriringan,
sebuah mobil putih mentereng di depan terparkir sempurna, seorang lelaki bersandar di pintu mobil, memainkan HP nya,
"kha, apa mau makan dulu? " tanya wanita itu
"engga aku udah"
"oke"
__ADS_1
Nino memperhatikan mereka,
wanita itu berbalik
"sekali lagi aku ucapkan terimakasih"
"sama sama" Nino tersenyum,
"apa boleh tau siapa nama mu tuan? β
Nino tertawa di bilang tuan oleh wanita itu,
" aku Nino "
" baiklah, aku July, senang berkenalan dengan mu"
"sama sama, hati hati"
July mengangguk,
"sampai jumpa"
kini Nino yang mengangguk, lelaki di belakang July pun mengangguk pada Nino, dan mereka pergi begitu saja.
Nino menikmati perjalanan malam nya, perut nya sudah kenyang, di tambah dengan makanan gratis yang ia dapat hasil kebaikan nya, terasa sangat nikmat bukanπ,
di kota se modern ini jam 10 malam tentu belum benar benar malam,, tambah malam malah tambah ramai, namun tidak mengganggu niat nya untuk pulang, lagian Nino juga tidak membawa kendaraan, besok ia tugas pagi visit ke beberapa pasien nya yang masih dalam perawatan.
HP nya bergetar menandakan pesan masuk di HP nya, nomor baru, Nino mengernyitkan dahi nya..
"hy, ini no aku simpan ya, July"
Nino berbalik badan, mengecek keberadaan sekitar, tidak ada yang mencurigakan.
"July?? aku perasaan ga ngasih no HP ke dia, dari mana dia tau no HP ku? β gumam Nino
Nino penasaran.
" July yang tadi kecopetan? β
"ππ ya benar tuan" jawab nya cepat
"tapi aku ga ngasih no HP aku ke kamu, dari mana kamu tau? "
"itu hal mudah, aku juga tau kamu seorang dokter kandungan bertugas di RS xxx, apa betul??"
Nino semakin tercengang,
"apa kamu cenayang?? " tanya Nino
"ππ, ya anggap seperti itu,
baiklah simpan no ku ya, selamat malam Pak. dokter"
Nino tersenyum.
"baiklah, selamat malam cenayang"
"π₯΅π₯΅π₯΅π₯΅" jawab July
Nino tertawa menerima balasan pesan nya, namun setelah nya ia bergidik ngeri, July tau no HP dan pekerjaan nya, bagaimana bisa? apa dia seorang intel???
Nino menyimpan kontak July dengan kata "cenayang" ia sendiri tersenyum melihat itu.
***
di sudut kota lain nya,
July menatap langit malam di balkon kamar nya, ia baru saja menerima identitas dari seorang Nino Bagaskara, pria muda bergelar dokter yang berasal dari Indonesia,
ia diam diam menyimpan beberapa foto Nino yang ia Terima dari anak buah nya,
"pak dokter tampan juga... tapi kenapa kamu jadi dokter kandungan? alasan apa aku untuk ketemu sama kamu lagi? apa aku pura pura hamil??,
ah, itu ide gila bukan?
coba kalo kamu dokter gigi,, aku rela sakit gigi setiap hari pak dokter"
__ADS_1
ππππ,
like nya mana dong like nya gais biar tambah semangat ni nulis nyaπ₯°π₯°