
tok tok tok,
frans membuka pintu kamar perawatan rey,
"bisa kita bicara sebentar rey??
" ya, ( mencium kening rena, rey menemui frans di luar)
"ada apa?
" Ferdi meninggal, lima menit yang lalu,
rey tertegun, entah apa yang harus ia ucapkan, Ferdi sudah melakukan banyak tindak kriminal, polisi menembak nya karna ia menembak rey,
"beritau keluarga nya bagaimana pun dia berhak di ke bumi kan dengan layak"
rena mulai sadar, ia tau dimana ini, warna dinding dan suasana yang khas, sebelum pingsan rena melihat suami nya datang ke tempat di mana ia di culik, namun dia hanya sendiri di ruangan ini., mencoba meraih remote, ia ingin sedikit duduk, rena mengubah posisi nya, perutnya masih kurang nyaman, mengusap perut rata nya, rena belum tau apa yang terjadi pada nya
ceklekk, rey membuka pintu kamar, melihat rena yang sudah tersadar, ia cepat menghampiri nya, duduk di ranjang sebelah rena,
rey tersenyum, namun bukan senyum ceria yang biasa nya rena lihat,
mengusap pipi sang istri lembut, mata nya berkaca kaca,
rena menyentuh tangan rey yang ada di pipi nya,
tangan kanan rey di sangga perban, rena jelas melihat nya
"aku takut kamu ga dateng, (menatap mata suami nya sendu, mengalirkan kerinduan)
membawa sang istri dalam pelukan nya,
" maaf (kata rey) rena menggeleng
"aku yang minta maaf sayang (rey mengelus rambut rena dengan sayang)
semua terjadi karna aku, Nino di culik dan kamu terluka"
melepaskan pelukan nya
"jangan menyalahkan diri sendiri sayang, ini sudah takdir Allah,
rey mengusap perut rena, (bagaimana harus aku bilang kalo anak kita sudah tiada ??)
" sayang dengar,
maaf karna aku ga nemenin kamu di saat kemarin,
maaf ga nemenin kamu tes kehamilan, padahal itu moment yang menyenangkan,, maaf juga, aku terlambat datang nolong kamu, kalo aku tepat waktu mungkin... (rey menggantungkan kalimat nya, rena menunggu)
"anak kita ga bertahan sayang, ia gugur
__ADS_1
rena menegang mendengar itu
" apa??? (mulai terisak rey mendekap nya)
"anak kita ga bisa bertahan, dia sudah kembali pada sang Pencipta nya
rena keramas baju belakang rey, dia menangis se jadi jadi nya
" ga mungkin, ini ga mungkin, aku bahkan belum ngasih tau kamu, aku mau kasih kejutan saat kamu pulang ke bandung
"kamu syok sayang, ikhlasin.. banyak pelajaran berharga atas kejadian ini"
rena masih menangis, baju rey basah karna air mata nya.
saling menguatkan, rey tak melepaskan pelukan nya lama, sampai rena benar benar tenang
"Nino gimana yah? (rena ingat putra nya itu)
" mereka hanya mengecoh, ga jauh dari pemakaman Nino di turunkan di tempat sepi"
rena tersenyum juga
"ya Allah, terimakasih telah melindungi anak kami aku ga tau bakal gimana kalo Nino juga terluka"
rey mencium lagi kening sang istri,
"terimakasih sayang, sudah menyayangi Nino"
"Nino juga anak aku..
"maksud ny?
" Nino duduk di depan sama tina, aku di belakang sama bibi, dan Nino turun duluan sama tina, aku belom turun waktu kejadian, nyiapin bunga untuk ziarah.
terus, pak joko sama mamang gmn yah? "
"alhamdulillah mereka baik baik aja, momi juga di bandung, dia juga syok, sekarang semua kumpul di rumah mamah"
rena menangis lagi, ia meraba perban yang ada di lengan kanan sang suami
"ini sakit kan? aku pernah merasakan nya"
rey tersenyum, mencium jari tangan sang istri yang ada di lengan nya
"ini ga sakit (jawab rey)
" bohong..
"kenapa harus bohong??
rena memukul lengan rey yang terluka
__ADS_1
" aw....
"katanya ga sakit, (di pukul nya lagi yang kedua. kali ini rey tidak menggaduh)
apa bener ga sakit??? "
"luka ini ga seberapa rena,
kamu tau apa yang bisa buat aku sakit?? "
rena menggelengkan kepala nya
"Yang mampu membuat aku sakit yaitu,
melihat kamu terluka"
rena menunduk
"berjanjilah untuk tidak terluka lagi,
berjanjilah untuk tidak berkata kalau kamu baik baik saja"
rena mengusap pipi rey, ia sangat rindu pada suami nya,,
"aku janji....
emmm terus dia gimana?
" siapa? tanya rey??
"dia yang nyulik aku"
" Ferdi?? (rey menggoda)
"aku ga mau sebut nama dia“
rey tertunduk,
" apa yang terjadi???
"dia di tembak polisi, polisi melakukan itu karna dia sudah mencelakai orang lain, dia cukup berbahaya dengan senjata nya,
dan sekarang dia... (rey menggantungkan kalimat nya)
dia sudah meninggal sayang, polisi sedang mengurus jenazah nya"
rena nampak tak merespon,
"kamu baik baik aja??
" ya, dia pantas mendapatkan itu, asal itu bukan kamu yang melakukan nya"
__ADS_1
rey tersenyum, dia tau istri nya marah pada mantan nya itu😁
mereka berpelukan,, rena menangis lagi