Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 60


__ADS_3

Rey bangun, mata nya berkedip kedip, masih terasa perih, namun jam sudah menunjukkan jam setengah 5 pagi, tangan nya bertengger indah di pinggang istri nya, rena membelakangi nya, Rey mengusap perut nya yang mulai membesar, ada pergerakan di sana, rey tersenyum, wajah nya ia tempelkan di bahu rena,


"tumben kamu belum bangun sayang" rey berbisik, rena tak terusik, rey mencoba memejamkan matanya lagi, mengingat kejadian semalam, di kamar nya, di rumah baru mereka..


rey meminta ijin pada semua kalau ia akan tidur lebih awal bersama rena,


momi meng iya kan sambil senyum senyum penuh arti,


rena masih merasa aneh dengan rumah nya, ia telihat canggung,


"sayang ko berdiri aja? " tanya rey tersenyum,


rena berjalan pelan, menyusuri lemari berukuran setengah badan ada foto nya dan rey di sana, memakai kebaya putih, rena tersenyum, itu foto saat mereka melakukan foto shoot di rumah.


rey menempelkan dagu nya di bahu sang istri, wajah nya ia miring kan, seperti Nino kalau sedang dalam gendongan,


tangan nya perlahan ia lingkarkan di leher rena, yang satu memeluk perut istri nya


"kapan kita akan pindah? " tanya rey.


rena tersenyum.


"nanti ya, setelah melahirkan.. kita juga belum syukuran rumah ini kan yah? "


"kenapa engga sekarangยฒ?? "


rena berbalik perlahan, matanya menyusuri wajah suami nya, rena mengusap pipi rey


"sayang aku ga punya orang tua, kamu tau, melahirkan itu ga mudah, aku punya beberapa teman dulu, psikis ibu melahirkan lebih rentan, mereka butuh hiburan, aku nyaman tinggal di rumah momi, aku suka keluarga.. "


"baiklah.. aku ikut saja.. "


tangan yang menyentuh pipi suami nya tadi turun perlahan, kedua jari tangan rena membuka satu persatu kancing kemeja lengan pendek suami nya, rey melirik nya, bagaimana ia bisa melihat dari sana bulu mata lentik istri nya, rena terlihat senyum senyum, mata jua fokus ke kancing kemeja suami nya, hingga semua telah terbuka memperlihatkan kaus dalam tipis berwarna putih di sana, rena melirik suami nya, rey mengangkat kedua alis nya,


rena tertawa memejam kan mata nya, ia malu, malam ini dia akan jadi istri yang nakal,


rena mendekat, mengecup leher suami nya, menyelusuri leher suami dengan pipi nya, melanjutkan kecupan kecupan kecil di belakang telinga rey, rey menggigit bibir bawah nya, menahan rasa yang mulai muncul karna godaan sang istri, rena menggigit telinga rey pelan, itu membuat ny spotan bergidik rena tertawa


reye menatap nya


"bunda nakal" ucap nya sambil tersenyum


"sedikit" jawab rena,


rey mengusap kepala sang istri yang masih terbalut kerudung,


" apa engga cape..?" tanya rey menggoda


rena menggeleng


"aku mau.. " tatapan mata nya mendamba, membuat rey jatuh cinta lagi dan lagi, namun rey menggoda istri nya,


"tapi aku lelah sayang"


wajah rena berubah, seperti sedang berpikir


"ayah diem aja, biar bunda yang kerja"

__ADS_1


rey sontak tersenyum lebar mendengar itu, ia baru pertama kali mendengar rena berkata begitu.


"yakin??


nanti kaya kemaren, kamu di atas, besok nya dokter dona datang"


rena tertawa lagi, iya dia ingat itu saat pulang dari Malaysia,


"pelan pelan hmmm? " kata rena


"janji kamu yang kerja, ayah cape banget.. "


rena mengangguk,


rey menelusupkan tangan nya ke ceruk leher rena, memberi usapan.. rey mencuim nya, ia memulai nya... tangan rena bergerak membuka kemeja rey,


tangan nya lalu menelusuri celana suami nya, rena mencoba membuka gesper yang rey pakai, dan berhasil...


"sayang aku bersih bersih dulu.. " kata rey, ia merasa kurang pd,


rena mengangguk


"tunggu sebentar ya" rey berbisik dan mencium telinga istri nya..


rey ke kamar mandi, rena membuka kerudung nya, menggerakkan rambut yang tampak semakin panjang, ia merebahkan diri di kasur, rena mengecek HP nya, memeriksa pesan..


Rey keluar dari kamar mandi, ia sudah tampak segar, menyemprot kan sedikit minyak wangi, rey menghirup dalam harum nya, ia sengaja tidak mengganti handuk nya yang masih melilit di pinggang, toh untuk apa nanti juga akan di buka pikir nya๐Ÿ˜„


rey kembali ke kamar, ia melihat rena berbaring, menghadap arah lawan.. rey mendekat, ia sontak menggulum bibir nya, melipat tangan di dada, memperhatikan istri nya,


rena tertidur dngan HP d tangan nya yang masih menyala, nafas nya sangat teratur, seolah tak punya beban dosa, rena mungkin sudah bermimpi..


lalu begitu saja rena tertidur,


apa mungkin rey terlalu lama di kamar mandi sampai rena tertidur..


rena memang beberapa kali meninggalkan nya dengan keadaan seperti ini,


rey berjongkok pelan, menahan sakit di kaki nya, ia tak tega membangunkan istri nya, menyimpan HP rena di atas nakas,


ia tersenyum dan geleng geleng kepala, rey semakin gemas dengan tingkah istri nya,


di kecup nya kening sang istri, lalu perut nya, rena begitu nyenyak,


rey bangun, menyelimuti tubuh rena dengan selimut, ia akan keluar saja dulu, untuk menyegarkan kepala nya yang sudah berasap..


#gagalmaning๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


**


rena menggeliat, merasakan tangan suami nya mengelus perut, mata nya langsung melotot rena menggigit bibir bawah nya, ia melupakan kegiatan semalam.. bahkan baju yang ia pakai masih baju yang sama, rena berbalik perlahan,


"duh.. benar kan, wajah nya sudah begitu, ga ada senyum senyum nya" rena bergumam dalam hati nya, ia tersenyum..


rey menaikan alis nya, ingin tau apa yang akan istri nya katakan kali ini, setelah ber ulang kali terjadi..


rena manyun, wajah nya ia pasang seperti menyesal..

__ADS_1


"ayah maaf, aku ketiduran"


"lalu.. ? " tanya rey


"ga tau aku gitu aja tidur"


"kan aku tanya sebelum nya, apa ga cape? tapi bunda mancing mancing"


rena mengalihkan pandangan ke dada suami nya, ia bingung harus bilang apa.


"maaf ya, pleaseee"


"sayang wajah seperti ini yang membuat aku tidak bisa marah" rey menggerutu dalam hati nya


"kamu harus tanggung jawab"


"apa? " rena memiliki firasat yang tak enak..


"ayah ga bisa tidur si frenky bangun terus, sedangkan bunda enak tidur"


"Franky?? " rena bertanya..


rey melipat bibir menutupi tawa nya,


mata dan kepala nya memberi kode ke arah bawah,


rena dengan polos mengikuti arah mata suami nya, "ich apa sih ga ngerti ah" kata rena bingung,


rey meraih tangan istri nya, mengarahkan pada Franky" rena melotot..


"tanggung jawab.. " rey pura pura melotot


"ayah bentar lagi subuh... "


"aku ga mau tau.. " wajah rey sangat serius


"shalat subuh dulu yu,, " ajak rena. dan kebetulan terdengar suara adzan berkumandang,.


jari tangan rena menunjuk ke atas


"tuh kan adzan.. "


rey menatap mata nya lekat,


"tapi janji"


"iya sayang.. ayo sholat.. " aja rena hendak bangun..


"ayo mandi bareng.. " ucap rey


"ah.. engga, engga.. " jawab rena


"dosa... " tey mengancam...


"hick.. iya ayah.. ayo mandi...... "


**huaaa firasat ku benar, ini takan mudah.

__ADS_1


gumam rena mengikuti suami nya ke kamar mandi, rey tersenyum senang ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


yesss berhasilll, gumam rey


__ADS_2