Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
mulai bergerak


__ADS_3

pagi datang,


dan hari beranjak siang.


Nino, Edo dan Edward team dari Al berjaga di lokasi sebuah club yang sering Hans kunjungi,


edwar masuk ia akan pura pura nongkrong untuk mencari informasi, semoga membuahkan hasil.


siang hari begini cukup ramai untuk sebuah club, club ini m mang terkenal bagus dan nyaman pelayanan nya,


"mau minum tuan?? " tanya seorang bartender ber rambut pirang


"tentu, berikan yang terbaik" jawab Edward pura pura so cool


"siap tuan... "


minuman telah datang, Edward tidak munafik, ia juga senang main ke club kalo jatah libur nya di markas.


belum ada tanda tanda akan datang nya informasi tentang Hans, Edward hampir menyerah ketika sebuah tangan mengusap bahu nya, Edward terkejut, seketika membalikan wajah nya,


seorang wanita "penggoda" berada di sebelah nya, ia tersenyum. Edward akui dia cantik,


"sendirian tuan? β€œ tanya nya lembut


" ya, aku sedang menunggu seseorang"


"sementara itu, boleh aku temani?? "


"silahkan... " Edward masih dalam mode cool


bartender tadi memberikan minuman untuk wanita si sebelah nya, padahal Edward tidak melihat wanita itu meminta nya,


mereka diam untuk hampir 5menit, Edward menghabiskan minum nya, ia bangun


"kamu akan pergi tuan?? "


"ya.. teman ku seperti nya tidak datang"


"apa tuan mau aku jadi teman tuan?? β€œ wanita itu mengedip centil, sebelah kaki nya terulur menggoda kaki Edward, Edward tersenyum.


_ jika Hans sering datang ke sini, mungkin kah wanita ini tau sesuatu? _


" aku tadi nya akan melakukan permainan dengan teman ku yang tak datang, kamu mau menggantikan nya? β€œ ucap Edward tersenyum.


"aku suka permainan" ucap wanita itu membalas senyuman nya,


"baiklah, apa kamu punya tempat untuk permainan kita?? β€œ


wanita itu langsung bangun,


" ikut aku tuan.. "


Edward membuang pandangan nya, ia tiba tiba merasakan sesak dada nya di siang hari,


tangan nya masih memegang gelas minuman nya, wanita itu berjalan dengan berlenggak lenggok, rok mini nya bergoyang ke kanan dan ke kiri, mengikuti gerak tubuh nya


wanita itu berhenti, dan mundur beberapa langkah, membuat tubuh mereka bertabrakan, wanita itu mendorong tubuh Edward agar menempel di dinding,

__ADS_1


"kamu tampan sekali tuan, permainan apa yang akan kita lakukan? "


"itu rahasia" jawab Edward, membuat wanita itu penasaran,


ia menarik kerah kemeja Edward, memberi satu kecupan manis di bibir nya, lalu tersenyum, wanita itu melanjutkan langkah nya


"Gusti, cobaan apa ini"πŸ˜‚


Edward di bawa ke sebuah kamar, yang tidak tarlalu luas...


" mau langsung bermain.. atau pemanasan dulu tuan? β€œ


"saya rasa pemanasan perlu, agar tidak cidera"


wanita itu tersenyum, ia suka lelaki yang tidak kaku seperti Edward, Edward menarik tangan nya pelan, mereka berdekatan,


_ mari kita pemanasan sayang_ gumam Edward dalam hati, wanita itu mengalungkan tangan di leher Edward, sungguh sangat to the point


Edward mulai memainkan rambut nya,


"kamu sangat cantik" ucap nya merayu


"Terimakasih tuan"


"boleh aku bertanya?? "


"tentu, aku milik mu untuk minimal 1jam kedepan tuan"


"jika kamu bisa menjawab, aku akan membayar mu lebih"


" apa Hans sering datang ke sini? "


"Hans?? kamu mengenal nya tuan? "


"tentu saja dia sangat keren bukan? β€œ


" keren di wajah saja.. tapi lebih tampan kamu tuan"


"kamu menyukai ku?? β€œ


wanita itu tidak menjawab, namun ada rona merah di pipi nya


" aku akan sering datang kalau begitu, atau akan aku kunjungi kamu biar kita lebih bebas"


"sungguh?? " wanita itu tersenyum lebih lebar


"aku sedang dalam tugas, kamu mau bekerja sama? "


Edward memberi satu kecupan di dekat telinga wanita itu, membuat ia meremang seketika.


β€œaku hanya mekerja pada mereka yang mau memberikan uang"


"tentu nona, aku akan bayar mahal untuk itu"


"apa yang bisa aku bantu?? β€œ


wanita itu mulai membuka kancing baju Edward satu per satu

__ADS_1


**


" mana bocah itu? kenapa lama sekali?? apa dia mabuk?? β€œ Edo merasa kesal, tidak ada tanda tanda Edward muncul sudah Β½ jam..


Nino menggelengkan kepala,


"saperti nya kita salah tempat om"..


**


" kapan Hans terakhir datang? β€œ


"emh.... " wanita itu sedang berpikir


"mungkin 3-4hari yang lalu, dia sibuk"


"sibuk??, sibuk apa?? "


"aku pernah mendengar, ia sedang menyiapkan satu misi, rumah untuk kekasih nya baru saja rampung, besok malam ia akan merayakan nya di sana?? β€œ


" dimana? β€œ


"aku kurang tau tepat nya, tapi katanya di dalam hutan"


"dimana itu?? "


"aku tidak pernah tau tepat nya tuan, karna aku rasa aku tidak membutuhkan info itu?? "


baju Edward sudah terlepas,


ia menyelinapkan tangan nya di tengkuk leher wanita itu,


Edward menempelkan bibir nya di telinga wanita itu, ia berbisik


"berikan aku informasi yang akurat, akan aku berikan dua kali lipat dari bayaran mu"


Edward memberikan ciuman beberapa kali di sana,


"aku tidak tau pasti, karna aku belum pernah datang untuk acara nya"


"tidak apa, nanti aku akan mencari nya lebih tepat"


"di xxxxx, beberapa teman ku datang untuk berpesta, mereka membicarakan nya"


Edward tersenyum, ia mencium bibir g


wanita itu sedikit lama (anggap aja bonus kerjaan ya ed'πŸ˜‚πŸ˜‚)


Edward rasa informasi nya sudah cukup, ia merogoh saku celana, membuka dompet, memberikan uang yang ia janjikan, Edward mengambil lagi baju nya yang tergeletak di lantai


"kamu akan pergi?? " tanya wanita itu


"ya, aku harus bekerja"


"kamu harus datang lagi tuan, akan aku beri bonus Β½jam karna kamu baik"


Edward tersenyum, ia pergi seketika..

__ADS_1


__ADS_2