Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
perkara pasar malam


__ADS_3

Nino memandang kolam renang di bawah, ia melamun, pikiran nya entah mengapa hanya pada Amira,


"apa aku harus minta bantuan om frans buat tau siapa suami nya? mereka seperti nya saling kenal, ayah juga mengenal suami Amira"


Nino masih dalam posisi yang sama, ketika ia di kagetkan seseorang dari arah belakang


"dooorrr"


"astagfirullah, dek apa apa an sih" Nino cemberut, konsentrasi nya buyar seketika


"hahaa, kakak lagi apa sih, aku perhatiin dari tadi diem aja.. ngelamun ya??? “


" anak kecil tau apa sih.. " ucap Nino menarik rambut shanum, hingga ia sedikit terjungkal


"ahahaa, mikirin cewek ya?? “


" apa sih anak kecil"


"aku udah besar ka"


"tunggu, kamu ko masuk kamar kakak? "


"ya pintu nya kebuka, ya udah aku masuk"


"kalo kakak lagi di kamar mandi gmn? “ Nino protes


" ya kalo kakak di kamar mandi, pasti ada suara air, dan aku pasti keluar lagi karna tau kakak di dalam, karna kamar mandi pun kosong, aku liat kakak di sini, jadi ya udah aku kagetin kakak aja"


Nino terdiam, entah apa yang ia pikir kan,


"kak.. kakak libur ya?? “


" iya, emang kenapa? “


"jalan yuk? temenin aku ke pasar malem"


"kalo jam segini ke pasar sayur bukan ke pasar malem dek"


"ich beneran ka, udah buka temen temen aku pada kesana"


"emang dapet ijin dari ayah?? “


shanum cemberut, ia menggelengkan kepala lemah, " belom lagi ijin dari om Edo"


shanum tambah cemberut,


"nah, makanya aku ajak kakak biar kakak yang minta ijin ama ayah bunda, jadi cerita nya kakak yang ajak aku ke pasar malem"


"idih ngarang"


"kak please, shanum mau maen, Rifa juga ikut ko"


Nino menatap adik nya yang cantik itu, shanum menangkup kan tangan nya di dada, memohon pada kakak nya


"kakak sebenernya pengen ke bandung, ke rumah bibi" ucap Nino


"wah iya bener ka, minggu depan aku libur smester"


"tapi harus ngomong dulu ke bunda, siapa tau bunda mau ikut, kita jalan jalan di sana"


"iya iya ka hayu, tapi sekarang ke pasar malem dulu ya"


Nino mengangguk.


"tapi kalo bunda ga ngijinin ga boleh debat oke"


"asikkkk siap ka.... "


"dah sana, kakak siap siap dulu"

__ADS_1


shanum dengan senang hati menuruti permintaan kakak nya, ia pun akan bersiap,


"udah rapih kak, mau kemana? bukan nya kakak libur? “ tanya Rena yang sedang membaca koran pagi tadi, ia baru sempat selonjoran.


Nino melirik shanum


" emh, bunda boleh kakak ajak shanum main?, tapi itu pun kalo bunda ijinin,, kalo engga juga ga apa apa,, kakak mau tidur aja seharian "


"kakak" shanum mencubit tangan nya,. hingga membuat Nino menggaduh


Rena menoleh, memperhatikan mereka


"main kemana? “


" ke pasar malem bunda" ucap shanum


Rena melipat koran nya


"hey ini masih siang, buat apa ke pasar malem, kan masih tutup"


Nino melipat bibir nya, menahan tawa,


"kakak juga bilang begitu tadi bunda "


"ich udah buka ko, ga malem aja buka nya" shanum mulai kesal wajah nya seperti akan menangis


"nama nya aja pasar malem shanum" bunda nya malah memperjelas


"ya udah deh pasar siang kalo gitu" shanum mengalah.


"bareng bi sari aja kalo mau ke pasar, kakak kamu akan ke kantor ayah siang nanti"


"bunda,.... " shanum menghentakan kaki nya kesal.


"ga boleh, di sana ramai, panas, bunda takut kenapa kenapa shan"


"kan ada kak Nino" ucap nya


"sebenernya engga sih bun,, yang ajakin kakak itu shanum, supaya dia dapet ijin dari bunda"


😭😭😭


shanum menangis, kakak nya itu memang benar benar menyebalkan


"ya udah deh, ga jadi" shanum berbalik, ia hendak kembali ke kamar nya.


"ehh ehh eh... mau kemana? tanya Nino,


shanum tidak menjawab'


" dek, ayo kita main ke mall aja, jangan ke pasar malem, masih tutup pasar nya... "


shanum menutup pintu sedikit keras,


Nino mentap bunda nya


"bunda sih ga ngerti, shanum pengen maen bun" kata Nino


"lho, kan memang bener nama nya juga pasar malem, jadi ada nya malem, lagian kamu nya juga ga mau kan??


"iya deh, gimana aja.. aku ke kamar lagi aja deh"


Nino melangkah kembali ke kamar nya,


Rena pun pergi ke kamar nya, hari ini ia dan yang lain nya akan berkunjung ke panti, Rena akan mengajak shanum saja,


Mila dan yang lain nya telah mempersiapkan keperluan untuk anak anak panti, Rena pun telah membuat beberapa jenis kue yang sedang di siapkan bi sari,


"sayang, mau ikut bunda ke panti ga??" Rena mengetuk pintu kamar putri nya

__ADS_1


"kalau ke pasar malam, nanti malam saja, sekarang ikut bunda ke panti yoo"


shanum membuka pintu kamar nya, ia terlihat sangat sedih


"jangan begitu, cantik nya ilang lho, lebih baik ke panti yu, akan banyak hal bermanfaat di sana"


shanum mengangguk,


"iya bun, aku siap siap dulu ya"


"nah gitu dong, bunda tunggu di depan ya.. sekalian siapin kue"


"iya bun"


"anak pintar"


***


Amira terbangun,


ia berada di pelukan suami nya, Aldi tak membiarkan nya jauh dari se malam..


Amira merasa tubuh nya tidak enak, ia juga merasa haus, entah jam berapa ini, di kamar suami nya tidak ada jam dinding,


tapi jika melihat ke arah jendela hari sudah siang,


"masss"


Aldi terusik sesaat, namun ia tidur lagi,


"kamu tampan mas aku akui itu, tapi benarkah perlakuan kamu sama aku?, padahal aku menantikan perceraian kita, tapi kenapa malah melembut?, aku ga tau tujuan mu melakukan itu pada ku, aku belum bisa percaya seutuh nya sama kamu mas"


hati kecil nya berkata, Amira menatap setiap inci wajah suami nya, Aldi menggeliat membuat ia lebih erat memeluk istri nya.


ia terbangun, melihat Sang istri di depan nya sedang ia peluk,


"5 menit lagi ok"


"aku mau ke aer mas"


Aldi melepaskannya,


melihat Amira hendak keluar kamar,


"mau kemana? "


"pakaian ku semua di kamar bawah mas, aku mandi di bawah"


"minta bi yuni sama yang lain nya buat pindahin barang barang, ambil baju, kamu mandi di sini"


"baik mas"


Amira segera keluar, tubuh nya begitu ringkih, setiap inci nya terasa sakit,


"Non"


Amira terkejut, bi yuni mendadak datang menghampiri nya


"ya Allah bi, aku kaget"


"maaf non, non ga apa apa? se malem tuan ngurung non di kamar nya? “


" engga bi, aku mau beres beres kamar dulu, mas Aldi minta aku pindah ke atas"


bi yuni tersenyum.


ia cukup mengerti apa yang terjadi, bi yuni bahkan melihat beberapa tanda di leher Amira, ia tau itu tanda apa,.


"baik non, nanti bibi sama asep bantu pindahin barang nya"

__ADS_1


"makasih ya bi.. "


seketika bi yuni merasa lega, semalaman ia takut Aldi melakukan sesuatu yang kejam pada Amira, namun ternyata ia salah, ternyata mereka melewati malam yang indah, ke khawatiran nya begitu berlebihan.


__ADS_2