Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Cemburu


__ADS_3

July hampir menghabiskan satu buah pisang yang telah di kupas oleh suami nya dengan sedemikian proses nya, namun aura wajah nya kini berbeda, tidak se ceria tadi, July tampak menahan sesuatu..


Nino menyelesaikan makanan nya,


"mas"


"hmmm"


"aku mau pulang"


"pulang? " tanya Nino, July mengangguk


"ke rumah bunda,


aku ngerasa sangat aneh sama tubuh ku, sesaat sakit, tiba tiba sehat, pinggang sakit, kadang mual"


Nino meneguk air minum nya, ia tersenyum,


"ada lagi yang mau kamu makan? “ tanya Nino


" engga mas"


"kamu kuat jalan? ayo kita ke pantai"


July setujusetuju, walau di hati nya merasa janggal, ia ingin pulang tapi Nino malah mengajak nya ke pantai,


berjalan ke luar mansion, Nino di sambut hangat sopir yang menjemput mereka saat di bandara


" apa mau pergi tuan? “


"engga pak, kita mau ke pantai aja"


"baik lah, jika ada sesuatu panggil saja kami tuan"


"terimakasih" Nino tersenyum


menggenggam tangan sang istri mereka memasuki daerah pantai, suasana cukup ramai beberapa orang juga berada di sana,


"masih kuat? “ tanya Nino


" lumayan.. ayo kita main air" ajak July


membuka alas kaki July dan Nino menenteng sendal mereka, menyusuri pantai perlahan,


air ombak membasahi kaki mereka,


"mas kaki aku ketarik"


"itu karna pasir nya ke bawa air, pegangan yang erat" July menggenggam tangan Nino sedikit kencang.


mereka berhenti, Nino memeluk bahu istri nya, menempelkan pipinya dengan pipi July,


"mau naik perahu? “ tanya Nino


" engga.. " July sedikit takut melihat beberapa perahu di depan nya menerjang ombak.


"kalo mas mau, mas aja sana. aku tunggu di sini"


"mana asik sendirian.. "


"maaf ya, mas jadi ga menikmati fasilitas di sini"


"aku ga apa apa, kesehatan kamu lebih penting,


kita juga harus libur dulu olah raga malem kayak nya" ucap Nino


"emang kenapa mas? “


" perut kamu kram kan?? mungkin karna semalem kita Olahraga "


Nino mengajak istri nya untuk duduk di pasir, berselonjor kaki, ombak hampir mengenai kaki mereka,


Nino memeluk istri nya dari belakang,


"nikmati hari ini sayang, kita persiapkan kepulangan kita"


July mengusap tangan Nino yang m lingkar di leher nya, "maaf ya mas"


"hey jangan minta maaf terus, kehamilan kamu karna aku, jadi kita nikmati ini bersama" July tersenyum mendengar itu.


***


"tuan, Nino minta di jemput malam nanti, mereka akan mengakhiri liburan nya"

__ADS_1


Frans memberitau Rey, Rey langsung memeriksa HP, Nino mengirimi nya pesan juga tapi memang Rey sedang dalam meeting,


"seperti nya ngidam menantu anda lebih serius" Frans tersenyum,


"biar dia merasakan bagaimana rasa nya istri ngidam" Rey juga tersenyum.


"aku telpon Rena dulu, biar dia persiapkan kepulangan anak anak nya"


Frans pamit keluar,


"sayang" Rey menelpon Sang istri


"Nino akan kembali nanti malam"


"lho kenapa? Nino ga bilang apa apa sama bunda" Rena protes


"iya, belom kali, nanti dia pasti ngabarin,


dia juga cuma kirim pesan, mungkin karna jam kantor jadi Nino telpon nya ke Frans"


"bunda khawatir apa July baik baik saja? “


" ayah juga bertanya begitu pada Nino, tapi dia belum balas pesan ayah"


"baiklah, bunda saja yang langsung telpon Ana"


"oke, kasih kabar juga sama ayah ya"


"baiklah"


Rena tidak bisa berbohong,


entah memang sejak pagi tadi perasaan nya tidak enak Frans langsung mempersiapkan kepulangan tuan kecil nya itu,


Rena menunggu July mengangkat telpon nya,


"mas, bunda telpon" ucap July mengangkat HP nya


"angkat saja sayang"


July segera menerima panggilan nya


"assalamu'alaikum"


" bunda.. July mau pulang, July ga betah di sini, dari kemaren July mau tidur sama bunda"


Rena terdiam, berpikir sejenak,


_ jadi mereka pulang bukan karna sesuatu dengan kondisi July? melainkan July tidak betah?? _


"ini gimana, perut July sakit bun, July ga bisa tidur kalo malem, July juga ga mau makan, kadang pusing, kadang ngerasa sehat" July terisak, Nino tersenyum menatap istri nya yang manja pada bunda nya, ia membiarkan July menceritakan keluhan nya


Rena akhir nya tersenyum, ia ingin sekali memberitahu menantunya bahwa itu wajar saat hamil muda, tapi rena juga merasakan, saat merasa ada keluhan kita sebagai wanita mau nya di anggap bukan di kasih nasihat, apa lagi kondisi July tidak memiliki ibu, rena juga harus berperan ganda untuk menantu nya


"MasyaAllah, calon cucu bunda pasti pinter banget, kamu yang kuat ya sayang, jam berapa mau pulang, Frans lagi siapin semua nya"


"kalo itu ga tau bun, July ikut mas aja"


"baiklah sayang, jangan di pendam kalo kamu menginginkan atau merasakan sesuatu, Nino pasti tau apa yang kamu rasa"


"iya bun" July menyeka air mata nya


"kabarin bunda terus ya sayang, hati hati di sana"


"iya bun pasti"..


Rena mengakhiri telpon nya,


Nino masih tersenyum menatap istri nya wajah July terlihat pucat, di tambah ia tidak memakai makeup nya,


Nino mengelus pipi Sang istri,


" besok kita periksa di RS, aku langsung yang periksa, kita USG ya, nengokin calon dede bayi"


"kenapa aku malah ngerasa cemas waktu aku tau aku hamil mas?? “


" sayang, menurut aku, kamu terlalu banyak sugesti, kamu sering denger hal negatif tentang kehamilan dan persalinan, jadi itu memenuhi pikiran kamu"


July nampak tidak senang dengan penjelasan Nino, "jadi maksud mas rasa sakit yang aku rasa ini sugesti?? “


" sayang bukan begitu, bukan rasa sakit nya yang sugesti, cuma rasa cemas kamu nya"


July bangun dari duduk nya, ia menjinjing sendal dan meninggalkan Nino

__ADS_1


"sayang... "..


July merasa sedih, merasa suami nya tidak mengerti apa yang dia rasakan..


" sayang pelan pelan kamu lagi hamil" Nino mengejarnya, karna July berjalan cukup cepat


"sayang, maafin mas ok" Nino akhirnya meraih tangan July,


July tetap tidak mau melihat ke arah nya


"pelan pelan nanti perut kamu sakit"


"mas kan bilang ini sugesti, oke aku sekarang ber sugesti biar ga ada yang aku rasa"


July melepaskan tangan suami nya, Nino membiarkan nya berjalan sendiri, Nino mengikuti nya..


July tidak memperhatikan langkah nya, hingga ia bertabrakan dengan seorang lelaki bule


"ups sorry, are you oke?? “ tanya lelaki itu, ia melihat mata July sembab


" i'm ok, sorry "


July menoleh pada Nino di belakang nya,


"are you alone lady?"


(apa kamu sendiri nona??) tanya bule itu


"she's my wife, sorry she bumped into you, we're in a hurry" (dia istri saya, maaf karna dia menabrak anda, kami buru buru)


bule itu tersenyum pada Nino, ia melangkah maju,. "did you hurt him?" (kamu menyakiti nya? )


"what do you mean?" Nino merasa sedikit emosi mendengar bule itu bertanya,


July mulai takut, seperti nya Nino marah,


"masss"


“Look at her eyes red from crying?? “ (lihat mata nya memerah karena menangis)


Nino tersenyum sinis,


"I hope you don't interfere in our business if you don't know the problem"


(saya harap anda tidak ikut campur urusan kami kalau tidak tau masalah nya)


July akhirnya mendekat pada Nino, menggenggam jari tangan Nino


"mas udah, kita ke kamar yu"


"I'm sorry for being careless, we're sorry" (saya minta maaf karena ceroboh, kami permisi),


July menarik tangan Nino, mereka pergi, tapi si bule berkata sesuatu,


"you are very beautiful lady, don't want to be lied to by a man like him" (kamu sangat cantik nona, jangan mau di bohongi lelaki seperti dia)


Nino menghentikan langkah nya, July pun mendengar kata kata itu, suami nya pasti marah, Nino mencoba melepas genggaman tangan July


"mas jangan pleaseee" July memohon.


Nino menarik tangan nya sampai terlepas, ia berbalik mencengkram kerah baju si bule


"What do you know about me?" (Tau apa kamu soal aku? )


bule itu tidak menjawab.. malah tersenyum tengil, Nino geram,, bugghhh satu pukulan mendarat di pipi si bule


"maaassss " July memeluk Nino


"udah mas aku mohon"


si bule yang tersungkur bangkit, ia malah tertawa,


namun dua orang keamanan datang mengamankan bule itu,


"Sorry, this man has been causing trouble since last night, we will take him to the police station"


(maaf, laki laki ini memang dari semalam membuat onar, kami akan bawa dia ke kantor polisi)


July mengangguk, ia mengusap dada suami nya menenangkan Nino,


"mas maaf, semua karna aku" July menangkup pipi suami nya, agar Nino melihat ke arah nya,


membawa kepala Sang istri untuk ia peluk, Nino mencium kening istri nya,

__ADS_1


Nino masih emosi, mata nya memperhatikan bagaimana kedua lelaki itu membawa si bule ke mobil..


__ADS_2