Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
Rahasia July


__ADS_3

"ayah berpikir, jika kalian cepat menikah, July akan semakin kuat di lindungi" ucap Rey pada Nino, Al menunggu jawaban calon menantu nya itu,


Nino melirik nya


"apa papah setuju dengan itu?? “ tanya Nino,


" sebagai ayah dari anak perempuan tentu berharap ada seseorang yang melindungi nya dengan ekstra, dan papah yakin kamu bisa Nino " ucap Al yakin,


itu berarti lampu hijau untuk Nino,


"anak anak kita sudah dewasa ternyata Al" ucap Rey,


"dan kita sudah semakin tua " tambah Al.


"tidak, aku tidak merasa tua" sanggah Rey


"aku percaya Rey itu terlihat dari wajah mu" mereka tertawa


"kapan July akan pulang dokter? " tanya Rey pada putra nya


"kita akan lihat kondisi nya besok pagi yah, jika sudah tidak ada keluhan, maka siang akan boleh pulang... "


"jadi kapan kita akan melakukan pertemuan dengan ibu negara" ucap Rey pada Al...


"lebih cepat lebih baik bukan? " kata Al,


Rey mengangguk setuju, mereka akan memantau keadaan July terlebih dahulu, jika sudah sangat sehat, acara penentuan pernikahan akan di selenggarakan.


meeting di tutup dengan makan malam yang terlambat, Rey pulang ke rumah nya, sedangkan Nino dan Al kembali ke RS


Al memikirkan satu hal sejak tadi, dan ini harus Nino ketahui, apa lagi Nino dan July akan menikah Al tidak mau menyembunyikan apa pun dari lelaki yang akan menjadi suami dari putri nya itu


mereka telah sampai di parkiran RS,


"nak papah mau mengatakan sesuatu" ucap Al


"katakan saja pah" Nino menunggu nya,


"kamu akan menjadi suami dari putri ku,


papah tau kalian belum saling kenal lebih jauh, papah hanya ingin meminta sesuatu sama kamu nak,


July memiliki sifat, baik, lembut, dan dia wanita yang ceria..


namun dia juga punya kelemahan.. "


Al terdiam sejenak, Nino memperhatikan nya,


"pada usia nya 15 tahun, itu menjadi tahun terberat untuk nya,


saat itu ia duduk di kelas 2 sekolah menengah pertama


Nino papah bingung harus berbicara dari mana" Al tersenyum pada Nino,


"kalau papah percaya sama Nino, katakan apa pun yang ingin papah ceritakan.. Nino punya banyak waktu untuk itu" Nino juga tersenyum.


"baiklah,


apa kamu ingat, saat bunda mu menemukan July dan rakha, saat masih kecil??


mamah July terpaksa melakukan itu, karna ayah nya rakha menyiksa nya, bunga tidak mau anak anak. jadi korban..


setelah papah bertemu lagi dengan mamah nya July, papah melamar nya lagi, dan kami menikah di Singapura,..


awal. pernikahan tampak seperti biasa, namun setelah lelaki itu datang lagi mengusik rumah tangga kami, dengan dalih ingin membawa rakha anak nya, kami bertengkar saat itu, bunga lengah, Bram mendorong nya hingga terjatuh, dan membuat hidung nya mengeluarkan darah,


saat itu, papah fokus pada bunga yang terluka, namun tiba tiba ada suara tembakan begitu saja,


Bram jatuh, dengan luka tepat di jantung nya, dan itu July yang melakukan nya"

__ADS_1


Nino terkejut mendengar itu.. ia tidak menyangka, Al tersenyum melihat ekspresi yang Nino perlihatkan,


"kamu pasti ga akan percaya kan??


papah tidak tau darimana July tau tempat papah menyimpan pistol itu,


waktu itu, setelah kejadian July beberapa hari tidak bisa di mintai keterangan, ia hanya menerawang, lalu tiba tiba menjerit dia terus mengucapkan "aku benci papah Bram"


ingatan nya sangat kuat Nino, mungkin sejak saat usia nya 8tahun dulu dia sudah melihat bagaimana Bram menyiksa mamah nya, dan saat itu terjadi dia meluapkan amarah nya,


July tidak bisa melihat orang yang ia sayangi terluka, itu memang perasaan yang wajar kan?? tapi tindakan nya yang kami takuti,,


sejak saat itu, kami tau sifat nya, kami lebih berhati hati menjaga perasaan nya,


dan terakhir saat mamah nya meninggal tertembak... "


Al terdiam lagi, ia membuang nafas nya dengan kasar mengingat hal itu,


"pembunuh nya pun ia dapatkan Nino,


entah apa yang ada di pikiran nya, entah apa rencana nya sampai saat ini papah tidak tau bagaimana ia melakukan nya, polisi tidak berhasil menemukan July" ucap Al menatap Nino.


"dari mana papah tau kalo July yang melakukan nya?? “ tanya Nino


" setelah kasus mereda ia mengatakan nya pada papah" Al memerankan suara nya,


"hal bahkan tidak terpikirkan oleh papah untuk balas dendam, kami masih berduka saat itu, namun ia tidak melepaskan lelaki itu sebentar saja.


kamu mau berjanji sama papah Nino?? “


" tentang apa?? " tanya Nino


"simpan semua ini untuk dirimu,


jaga perasaan nya, ia tidak akan melakukan hal ini jika dia sendiri yang terluka, dia melakukan semua ini karena orang yang ia sayangi terluka,


papah yakin dia sangat menyayangi kamu Nino, July tidak mudah memberikan perasaan nya pada lelaki mana pun"


Al tersenyum, ia mengelus pundak calon menantu nya "papah tidak pernah ragu pada keluarga Rey, terimakasih nak"


Nino tersenyum.


"sama sama pah"


mereka kembali ke RS, July belum tidur saat mereka datang dan rakha belum kembali sejak dia kabur tadi,


Rio memberi laporan pada Nino selama penjagaan nya tadi, Al sudah masuk ke ruangan..


"kamu belum tidur sayang.. " Al mencium kepala putri nya,


"aku banyak tidur pah, apa lagi yang harus aku lakukan... "


Al tertawa,


"bagaimana apa ada keluhan??" tanya Al


"aku jauh lebih baik pah. "


"Nino pasti memberimu obat terbaik" ucap Al tersenyum penuh arti pada putri nya, July pun tertawa,


"aku bersyukur memiliki teman dekat seorang dokter"


"dia akan mengobati setiap lukamu kan?? “


" semoga pah... "


"lekas pulih, agar kita bisa berkumpul membicarakan pernikahan kalian"


July menatap mata papah nya lebih lekat,

__ADS_1


"apa arti nya itu?? “ tanya July


Nino masuk ke ruangan, ia tersenyum,


" tanyakan saja pada dokter mu" Al tertawa lagi,


"ada apa? " Nino yang baru datang belum tau apa yang ayah dan putri nya itu bicarakan...


July menggelengkan kepala nya,


"pah. kalau papah tidak keberatan, Nino akan temani Ana malam ini di sini, papah istirahat lah, pasti lelah dari Singapura langsung ke kantor ayah tadi... "


Al melirik putri nya.. itu sangat betul, Al memang sedikit lelah...


"kamu ada praktek pagi Nino, pasti akan terganggu" ucap July


"aku bisa tidur di sini" jawab Nino..


Al memberikan ijin nya. selain ia ingin istirahat, mungkin Nino dan July perlu waktu untuk membicarakan pernikahan mereka..


"maaf papah merepotkan mu Nino.. "


"jangan sungkan pah.. "


"papah ke apartemen dulu, telpon jika ada sesuatu, besok pagi papah datang lagi oke.. " Al mengusap kepala putri nya


"baik bos... " jawab July tersenyum,


Nino mengantarkan calon mertua nya ke depan pintu, rakha datang, ia pamit pada kakak nya dan langsung pulang dengan Al,


"kalian terlihat akrab sekali" ucap July pada Nino,


Nino membuka satu buah jeruk untuk ia makan sendiri,


"apa begitu kelihatan nya?? " tanya Nino


July mengangguk, ia mendapat suapan jeruk dari Nino,


"aku bisa sendiri Nino" ucap July meminta jeruk dari Nino


"mulai saat ini, biasakan lah diri mu di bantu oleh ku... "


"apa yang kalian bicarakan tadi, sampai papah dan kamu berbicara sedikit aneh"


Nino duduk menghadap July, lebih mendekatkan lagi kursi yang ia duduki,


"kita percepat pernikahan kita oke.. " ucap Nino...


July merasa terkejut dan bahagia bersamaan, tapi ada apa harus di percepat..?


"Nino jujur aku senang, tapi ada apa?? kenapa di percepat..?? “ July penasaran, tentu saja...


" aku sudah menemukan wanita yang tepat, jadi untuk apa di tunda tunda...


aku ingin memilikimu seutuh nya jullyana.. "


"kamu yakin?? " tanya July tersenyum


"sangat sangat yakin"


"apa yang kamu tau tentang aku Nino?? kamu akan terkejut jika mengetahui nya nanti setelah kita menikah"


"kalau begitu katakan, bagaimana diri mu.. " Nino memberikan satu kecupan di pipi July,


"Nino.... "


Nino tertawa,


"aku ga bisa tahan July, makanya ayo kita menikah.... "

__ADS_1


tidak ada perasaan lain selain bahagia...


entah berapa kali Nino mengajak nya menikah, July semakin yakin, mungkin suatu saat nanti sebelum mereka menikah, ia akan menceritakan semua tentang diri nya pada Nino...


__ADS_2