
July memindahkan makanan nya yang di bawa shanum, ia akan makan, memang betul cuma tadi pagi saja dia sarapan sebelum di makeup, untung bunda nya perhatian, namun Nino memanggil nya.
"sayang, aku lupa bawa handuk"
_ ga bawa handuk terus aku harus apa? _
July terdiam, sejak Nino masuk ke kamar tadi ia seperti orang yang bodoh..
"tolong ambilkan ya.. " ucap Nino lagi,
"iya.. "
July meraih handuk baru dari lemari, ia mengetuk pintu, Nino membuka nya, July terkesima melihat pemandangan di depan nya, Nino bertelanjang dada dan sangat basah, untung saja bagian bawah nya tertutup pintu,
"mau mandi? " tanya Nino
July kesulitan bernafas, suasana macam apa ini,.
"aku udah mandi tadi.. aku mau makan dulu"
July menyodorkan handuk, Nino menerimanya namun bukan handuk yang ia pegang melainkan tangan July
"Nino... " July memohon, Nino tertawa, ia betul betul senang menggoda istri nya..
"cium dulu.. " ucap Nino
July maju beberapa langkah, Nino padahal hanya menggoda nya, tapi jika July datang itu jadi bonus untuk nya..
July mengecup bibir Nino sedikit lama..
_kalo ga begitu, bakal lama urusan nya_ pikir July,
Nino tersenyum.
"makasih sayang.. "
July buru buru kembali, karna jika tidak, akan tambah panjang urusan nya..
tidak dapat ia pungkiri, Nino terlihat lebih tampan dengan rambut yang masih basah,
handuk masih tersampir di leher nya,
Nino sudah memakai celana jeans pendek rumahan dan kaus polos nya,
"sini aku suapin" ucap Nino,
"engga mau, aku bisa sendiri... "
July meraih sendok dan segera memakan makanan nya,
"kamu udah makan belom? “ tanya July
Nino menggeleng,
July menyendokan makanan dan memberikan nya untuk Nino makan,
" aku mau di suapin pake tangan sayang"
July menurut, acara makan bersama berlangsung, tapi mereka kedatangan tamu, seseorang mengetuk pintu..
"biar aku yang buka" ucap Nino
bunda nya di sana tersenyum,
"apa bunda ganggu? “
"engga bun, kita lagi makan, ayo masuk.. "
July hendak bangun dari duduk nya namun Rena melarang,
__ADS_1
" duduk saja An, ayo kalian selesaikan saja makan nya"
"sekali lagi aja" pinta Nino, July enggan menyuapi nya, Nino sudah menunggu suapan nya, Rena melirik anak anak nya, ia tersenyum,.
mereka sudah selesai,
Rena meminta kedua anak nya duduk
"Nino, Ana, bunda kesini mau ngasih kado buat kalian, semoga ini bermanfaat untuk kalian, jangan di lihat dari harga ya, dan semoga kalian suka"
Rena menyodorkan sebuah kotak kecil terbungkus kado, Nino menoleh pada July, ia meminta nya untuk menerima kado itu,
July tersenyum. ia meraih nya,
"jangan dulu di buka, bunda pamit dulu ya..
dan,
Nino jangan macam macam, kalian harus istirahat nanti malam resepsi, jam 5 perias akan datang lagi"
Nino tersenyum canggung, "siap bunda sayang" ucap nya, Rena pamit, July dan Nino mengantarkan nya ke pintu,
"bunda makasih banyak, aku ga harepin kado dari bunda, aku udah seneng bisa masuk ke keluarga kalian"
"cuma hadiah kecil, tapi bunda juga minta imbalan dari kado itu.. " ucap Rena
"apa itu bunda? “ July sangat penasaran,
" imbalan nya, kalian harus hidup bahagia, dan jika Allah ngasih kepercayaan secepat nya, semoga cepat bisa kasih bunda sama ayah cucu"
July tersenyum,
tidak ada tuntutan dalam kata kata Rena, semua nya kita serahkan pada Allah yang maha sempurna,
"inshaAllah bunda.. "
mereka berpelukan...
"ayo kita buka" kata July,
mereka tampak bahagia,
"tapi kok kecil ya.. ? " tanya Nino
July tersenyum, ia membuka nya pelan..
"bismillah",
July lagi lagi di buat ternganga dengan apa yang ia lihat di hadapan nya,
sebuah kunci dengan sepotong kertas di bawah nya berisikan alamat hadiah yang mereka Terima..
" rumah?? " tanya Nino
"MasyaAllah, se tau aku ini sebuah perumahan Elite di sini Nino" kata July,
Nino menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum,
"alhamdulillah, ini buat kamu Ana" ucap Nino
"engga, ini buat kita.. " jawab July
mereka tidak menyangka akan mendapat hadiah sebesar ini, berbeda sekali dengan ukuran bungkus kado nya.
"kamu tinggal menetapkan tempat buat kita bulan madu sayang" kata Nino, ia menarik tangan July pelan dan memeluk nya
"aku masih bingung,
di tambah HP ku hilang, aku ga bisa cari referensi tempat jadi nya,
__ADS_1
tadi nya sambil nyari sama kamu biar kita sepakat pergi ke mana"
Nino tidak menjawab kata kata July,
ia berpikir sebelum Hans tertangkap ia tidak akan pergi berbulan madu,
karena takut selalu di hantui bayangan nya.
July mengangkat wajah nya, Nino tidak memberikan jawaban,
kecupan manis Nino berikan di pipi July,
"kita atur jadwal yang tepat untuk pergi bulan madu, sekalian menunggu tepat nya kemana kita akan pergi"
July mengangguk,
"kenapa liat kamu sekarang sangat berbeda rasa nya?? " kata Nino
"berbeda kenapa? apa ada yang aneh? "
Nino membetulkan duduk nya, sekarang ia mendorong pelan tubuh July agar bersandar di sofa,
"I want you honey" Nino membelai pipi istri nya,
"masih ada waktu satu jam lagi" Nino berbisik July memejamkan mata nya dan mengangguk,
"tapi kalo ada yang datang lagi gimana? “ July menghentikan kegiatan Nino membuka kancing baju atas nya,
" ga akan aku buka" Nino tersenyum,
July memejamkan lagi mata nya, merasakan seperti tersengat listrik dari tubuh nya, Nino memulai nya dari leher jenjang July,
tangan Nino terus bergerak membuka kancing kemeja yang July pakai, sampai tersingkap sempurna, nino menarik nafas, melihat pemandangan indah di hadapan nya yang masih tertutup kain,
menelusupkan satu tangan nya ke punggung July, Nino berusaha membuka pengait, ia menatap July yang merona pipi nya
"kenapa susah sakali?? " ucap Nino, membuat July tersenyum, July menggerakan tangan nya membuka pengait itu dan secepat kilat terbuka,
"aku maklum karena kamu belum ahli" ucap July pelan, mereka tertawa,
melanjutkan ciuman dengan sedikit tergesa, tangan Nino mulai menuruni leher jenjang July untuk sampai ke bukit, July mencengkram rambut belakang Nino, walaupun tidak ia dapat kan,
bibir Nino mulai turun mengikuti tangan nya, menciumi setiap inci tubuh istri nya, ia menemukan seperti tombol kecil di sana, Nino memainkan nya,
"kita pindah yu"
Nino mengajak July ke ranjang, ia mengangkat lagi tubuh istri nya, bagian atas July terbuka karna kemeja nya menjuntai, ia malu, July menelusupkan wajah di dada Nino,
Nino membantu nya membuka baju, Nino juga membuka kaus nya, mereka melanjutkan lagi yang sempat tertunda,
July menegang, saat satu tangan Nino masuk ke celana nya, Nino membantu nya membuka celana, dan menarik selimut untuk menutupi mereka, seketika kelopak bunga mawar yang banyak berhamburan ke lantai, dan sebagian menutupi tubuh July,
Nino sudah di posisi nya, menelusuri lagi wajah sang istri dengan jari nya,
"ayo kita berdoa" ajak nya
July mengangguk
Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.
July mengikuti apa yang Nino ucapkan,
" Artinya Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezekikan kepada kami." ucap nino
"amiiiinnnn" July tersenyum,
mereka memulai segala nya, dan akhir nya benteng pertahanan July runtuh,
mereka benar benar memanfaatkan waktu yang tersisa..
__ADS_1
"haduuuh, kabur ah pemirsa🤣🤣🤣"