Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)

Akhir Sebuah Cerita (Rey & Rena)
ASC episode 77


__ADS_3

Dokter Sarah tersenyum melihat pemandangan di depan nya, ia pikir tuan reynan orang nya sangat dingin, dan apalah sebagai orang punya, namun di sini ia melihat kesederhanaan mereka, rena tidak mau di istimewakan di RS ini ia pikir semua pasien harus mendapat perlakuan sama,


namun rey meminta nya kali ini untuk menurut, Rena pasti butuh perawatan beberapa hari di RS, rey akan disini menemani nya, untuk itu rey minta ruangan ekstra VVIP, biar semua keluarga yang datang pun nyaman, rena pasrah saja, ia menurut,


Rena menuju ruang perawatan nya, saat keluar dari ruang operasi ia melihat momi, putri dan yang lain nya sudah di sana menunggu,


"kakak... " putri mendekat, ia menggendong Nino memeluk rena yang masih terbaring,


"selamat ya ka.. aku ga sabar liat keponakan ku"


kecupan di pipi kanan kiri putri hadiah kan untuk rena,


"makasih dek, alhamdulillah ternyata perempuan"


rena menatap putra nya,.


"sayang sini peluk bunda"


Nino turun, ia memeluk wajah bunda nya, rena memberikan banyak kecupan di sana..


"maaf bunda ke rumah sakit, Nino di rumah rakha ya"


"iya bunda, bunda kenapa bobo, mana dede bayi nya" rena tersenyum.


"dede nya masih di dalam sayang"


Nino memainkan tali kerudung yang rena pakai ia seperti bingung, "Nino takut kaya rakha mamah nya pergi ninggalin rakha"


"engga sayang, bunda di sini, bunda sama ayah ke RS, karna dede nya mau keluar" Nino terlihat melirik perut bunda nya


mungkin ia berpikir


"oiya bunda udah ga gendut lagi๐Ÿ˜†"


rena menatap momi,


momi sedang sibuk menyusut air mata nya


"kamu gimana sih, tadi berangkat ga apa apa, momi kaget denger kamu ke RS sayang"


rena paham betul, rey bahkan juga momi memiliki trauma tentang melahirkan.


rena tersenyum, mengulurkan tangan nya,


momi malah memeluk nya,


"momi khawatir terjadi sesuatu tapi syukur lah kamu ga apa apa,, selamat ya sayang, semoga kamu cepat pulih"


"makasih mih, rena juga takut mih, semua nya begitu aja terjadi"


rey keluar menyusul istri nya, ia pun terkejut melihat semua nya berkumpul di depan ruang operasi. padahal ia tadi hanya memberi kabar pada momi.


"ahhhh.. kakak sini mau gendong" putri berhambur mendekat pada rey,

__ADS_1


"no.no.. dia lagi tidur" kata rey menghalangi tubuh adik nya dengan punggung, rey mendorong kereta bayi keluar, putri seketika sedih, namun kepala nya terus mengintip untuk melihat keponakan nya,


"sini biar momi yang bawa".


momi mengambil alih kereta itu,


rey mendekat pada istrinya, Nino memeluk ayah nya, rey menggendong nya, memberi kecupan di sana sini sampai Nino tertawa,


" ayo kita ke ruangan, kamu harus istirahat sayang.. "


rena mengangguk, semua terlihat begitu bahagia menyambut kelahiran putri ke dua untuk rey, Nino membantu ayah nya mendorong sang bunda ia sambil tertawa dengan sang ayah,


rena memasuki ruangan nya, ini bukan rumah sakit tapi kamar nya pindah ke sini, dan ia tidak bisa protes akan itu.


Rena di bantu perawat, frans dan rey berpindah tempat


"peluk aku" ucap rey. rena tersenyum, mengalungkan kedua tangan nya di leher suami nya,


pelan.. mereka sangat berhati hati, seolah memindahkan barang pecah,


frans seketika menghembus kan nafas kasar, ia menahan nafas tadi memindahkan nona muda nya


"huft.. anda berat juga nona"


"hey, sembarangan... " rey melotot, namun itu membuat mereka tertawa..


Suasana sangat rusuh, Dokter Sarah harus mengatur tamu yang datang, mereka tidak boleh masuk semua nya, itu akan menganggu kenyamanan rena dan bayi nya,


Nino naik ke tempat tidur, memeluk bunda nya, rey sedang berbicara dengan frans di sofa,


"bunda... " Nino merasa bunda nya memegang tangan nya sedikit kencang, rena tidak menjawab,


rey mendengar itu, ia langsung bangun


"sayang kenapa"


rena mengerang, rey jelas panik, istri nya selalu baik baik saja dan kini ia kesakitan, berarti betul betul saki


"perut sakit" rena menggenggam tangan rey dengan kuat


"frans tolong panggil dokter Sarah"


"baik tuan.. "


rey memeluk nya, rena terus meringis,


"kenapa begini? " tanya rey pada diri nya sendiri, Nino memperhatikan bunda nya, wajah nya sudah murung,


"aku ga kuat yah.. "


"sabar sayang, dokter Sarah sebentar lagi datang"


benar saja, Sarah terlihat buru buru masuk ke ruangan

__ADS_1


"dokter, rena kesakitan kenapa ini? "


"ini efek dari obat bius tuan, itu sudah habis tubuh nona sudah kembali ke semula"


"berikan obat dok" rey betul betul serius


"maaf tuan ini alamiah, pasti akan ada efek sakit bekas luka nya"


kening rena sudah di penuhi keringat, jilbab nya terlihat basah..


rey terus memeluk nya,


"dokter saya ga bisa liat istri saya kesakitan begini"


"sebentar tuan.. "


Sarah keluar ruangan, ia menuju ruang kerja nya, ia akan memberikan pereda nyeri dosis rendah saja. rena memang lemah, semoga ini bisa meringankan rasa sakit nya..


"mah... " rena seperti mengigau.. mata nya terpejam namun bibir nya terus bergumam


rey melihat putra nya memeluk sebelah tangan bunda nya, Nino tertidur di sana,


bibir nya tak lepas dari kening istri nya,


hati nya menggerutu mengapa Sarah begitu lama,


"ayah... "


"iya sayang"


"maaf... "


"untuk apa? "


"untuk rasa sakit ini, aku ga kuat.. "


"syuuutttt.... "


dokter Sarah masuk, membawa nampan berisi suntikan,


"apa itu..? " tanya rey penuh selidik


"pereda sakit tuan, dosis rendah semoga bisa mengurangi rasa sakit nona"


rey mengangguk,


Sarah menyuntikan nya melalui infus,


"nona harus istirahat tuan.. "


"ya itu harus,"


rey meraih HP di sebelah nya, menelpon frans untuk berjaga, agar tidak ada yang menjenguk rena dulu, istri tercinta nya itu harus istirahat..

__ADS_1


๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜„


#sedikit pengalaman pribadi terselip di sini๐Ÿคญ๐Ÿคญ


__ADS_2